Home > REPORT > Motor Picek Menembus Alam Pegunungan Bukit Barisan!

Motor Picek Menembus Alam Pegunungan Bukit Barisan!


scan0007-small

Honda New Tiger Revolution

Jakarta, 7 Oktober 2009. Hiks.. siapa bilang motor “picek” gak bisa tembus alam pegunungan Bukit Barisan Sumatera, dan melewati kawasan hutan Sumatera?

Nah, ini adalah kisah tentang Tiger picek yang dibenci, tapi masih dirindukan oleh banyak orang. Ini bisa terbaca dari komentar-komentar pembaca blog ini setelah peluncuran motor New Honda Tiger Revo yang dilakukan oleh ATPM PT Astra Honda Motor (AHM) pada tanggal 5 November 2008 lalu.

Siapa sih yang gak kenal New Honda Tiger Revo keluaran terbaru yang dikenal dengan sebutan motor picek? Kenapa dikatakan picek?

Ya itu dia, karena lampu depannya model “assymetric” dan ternyata ini belum bisa diterima oleh masyarakat Indonesia, katanya sih masih dianggap aneh, lucu, unik, dan belum pas buat di Indonesia, dan alasan yang lainnya.

Teddy-06

Lampu Model Assymetric

Namun demikian, biarpun dikata-katain (diejek) sebagai motor picek, ternyata motor picek ini terbukti sering dipakai oleh para penyuka touring ke berbagai daerah.  Sebagai contoh, coba lihat artikel ini, dimana salah satu pesertanya menggunakan motor Honda Tiger picek yang telah menembus Jakarta-Titik Nol Pulau We Pulau Sabang Aceh, dan itu masih dilanjutkan lagi dengan perjalanan pulang ke Jakarta. Sehingga total perjalanan motor picek menembus jarak hampir 6,000 km (perjalanan 16 hari).

Selain itu, sebenarnya masih ada lagi berbagai cerita perjalanan touring motor si-picek lainnya yang tidak sempat terekam didalam blog ini, tapi yang pasti si motor tiger picek mampu menembus perjalanan jauh yang disebut dengan AKAP (antar kota, antar provinsi). Dari sekian banyak perjalanan touring si picek, dibawah ini ada kisahnya yang disampaikan oleh Bro Teddy Tabiang.

Teddy-05

Bro Teddy Tabiang

Bro Teddy Tabiang, adalah pemilik Honda Tiger Picek tahun 2009, ia kali ini punya kisah tersendiri soal motor Honda picek yang ia jalani dalam event “Touring Mudik Bareng 2009” bersama dengan kedua rekan lainnya, yaitu Bro Onasis (Honda Tiger 2004) dan Bro Aulia Rachman (Yamaha Vi-xion).

Inilah kisah dan pengalaman perjalanan touring jauh dari Bro Teddy (privateer) bersama dengan Honda picek-nya yang sudah full modifikasi dengan box merek GIVI.

Konon kabarnya, ia sering dilirik dan mendapat perhatian khusus dari masyarakat saat ia sedang melintas atau lagi berhenti beristirahat. Loh koq kenapa bisa begitu ya? Apa ada yang istimewa? Oh ternyata karena motor piceknya yang jauh lebih keren dari motor lainnya..🙂

Lebih lanjut Bro Teddy bercerita sebagai berikut:

Berawal dari keinginan saya yang sudah lama, dan saya ingin merasakan touring ke Padang, Sumatera Barat, sekaligus mau pulang ke kampung halaman, maka pada bulan Januari 2009, Alhamdulillah akhirnya saya memutuskan membeli motor baru New Honda Tiger Revolution with “the asymmetric design”. Saya sadar, walaupun sebenarnya diluaran sana ada banyak orang-orang yang sering mengejek dengan sebutan “motor picek.”

Teddy-03

Kuat dan tangguh sebagai motor touring jarak jauh

Tepatnya pada hari Kamis, 17 September 2009 (eventr mudik lebaran tahun 2009), keinginan touring dan pulang kampung ke tanah Minangkabau tersebut saya laksanakan. Bersama dengan dua orang teman lainnya, saya pun berangkat ke Padang with New Tiger saya untuk “MENJELAJAH JALUR LINTAS SUMATERA” yang konon rute Sumatera masih sering ditakuti oleh para bikers pulau Jawa.

Ketakutan itu mungkin terjadi karena jarak yang lumayan jauh, menembus hutan Sumatera, dan juga menempuh bahaya alam Sumatera yang sering mengancam jiwa manusia.

Saya menunggangi Honda Tiger “The Ultimate Male Bike”, New Honda Tiger Revolution Cruiser, dan saya lebih percaya diri dengan motor saya karena ditunjang oleh kondisi motor yang relatif baru, sehingga kendala-kendala yang mungkin dihadapi selama perjalanan dapat di minimalis.

Saya pun sangat meyakini, dari sejarahnya, bahwa Honda Tiger waktu diluncurkan pertama kali sejak awal sudah memiliki ciri yang khas, yaitu sebagai motor super cruiser alias motor jelajah. Maka tak berlebihan, bila mau dikatakan bahwa motor ini sebenarnya memang lebih pas bagi mereka sebagai ‘penyuka touring’ (perjalanan jarak jauh keluar kota).

Sebagai pemilik baru, saya tidak begitu mengerti mengenai modifikasi yang menunjang kinerja mesin, yang saya tahu hanya saya selaku servis berkala di AHASS dan pakai oli yg direkomendasikan oleh AHASS.

Kondisi Tiger saya ketika di bawa mudik ke Padang dan pulang ke Jakarta:

  1. Ban saya ganti dengan Batlax 45R (belakang) dan Batlax 45F (depan), diisi dengan nitrogen.
  2. Knalpot diganti dengan ukuran knalpot yang lebih gede suaranya (minjem sementara di bengkel teman, biar suaranya lebih “macan” aja, sama tarikannya agar rada “lepas” gitu.. he..he…🙂 )
  3. Bahan bakar ganti premium (sebelumya saya selalu pake pertamax), dan menghabiskan kurang lebih 7 kali tangki full (konon katanya kalo pake knalpot standard bahan bakar bisa lebih irit… benar gak sih?)
  4. Sebelum berangkat, seperti biasa… motor servis ringan di AHASS dan oli saya ganti dengan MPX1, AHM oil, dengan pertimbangan olinya lebih encer dan kinerja mesin lebih OK, sebelumnya pake oli Federal SupremeXX.
  5. Bagian belakang motor diganduli dengan top box GIVI V-46, dan samping kiri kanan pakai side box GIVI E-21 (semua box GIVI dapat limpahan dari kemurahan hati Bro Jeremia Indra “Bro Bikers.” Sekali lagi, saya mau ngucapin makasih buat bro Jeremia “Bro Bikers”).
  6. Selama perjalanan tidak ada masalah, baik dari segi box dan breketnya. Padahal muatan/bawaan di box lumayan full. Saya yakin aspek kekuatan box/braket yang juga didukung oleh kekuatan/power dari mesin Honda Tiger 200c yang mumpuni, memungkinkan saya dapat menyelesaikan perjalanan touring jauh ini dengan baik
Teddy-02

Sering dilirik dan disapa oleh masyarakat

Soal kekurangannya, hanya aja, saya merasakan stang agak goyang dan tidak stabil. Hal ini saya rasakan pada saat saya berjalan pelan, dan stang dipegang hanya dengan sebelah tangan. Tatapi, hal ini masih bisa diabaikan dan tidak mengganggu, mungkin ini pengaruh dari mutan top box dan side box yang full, sehingga beban berat lebih bertumpu ke arah belakang.

Di sepanjang jalan dengan kodisi New Tiger Revo yang full touring style dengan box GIVI nya (keren bo!,) cukup membuat saya jadi bangga, kenapa? Karena saya merasakan selalu dilirik dengan antusias oleh teman-teman di daerah, dan juga para bikers lainnya yang sempat bertemu di jalan maupun saat mereka sedang berada dipinggir jalan. Kejadian ini membuat  saya tidak terlalu penat, dan lelahnya sedikit berkurang…. he…he… he…🙂 *emang yang satu ini mbikin mbangga….

Selama dalam perjalanan, Honda Tiger “picek” milik saya relatif sama sekali tidak ada masalah, ataupun tidak ada keluhan! Alhamdulillah saya tidak menemukan suatu masalah yang sangat berarti, padahal speed motor bervariasi diantara 80 kmj s/d 120 kmj, tergantung dari kondisi dan situasi jalan, yang lebih banyak melintasi alam pegunungan Bukit Barisan. Saya catat saya lebih sering berada pada speed 80 kmj – 100 kmj. Kecepatan itu sudah sangat safe, walaupun motor picek masih bisa digeber sampai 120 kmj pada jalan lurus panjang.

Total jarak tempuh Bekasi – Padang – Batusangkar – Bukittinggi – Padang – dan balik lagi ke Bekasi, lebih kurang ditempuh  dengan jarak 3.221 km (ini terbaca di tripmeter). Saya start dari Bekasi, tanggal 17 September 2009 dan pulang sampai ke Bekasi tanggal 27 September 2009 (total perjalanan p/p hanya 10 hari saja).

Alhamdulillah……. NOL KERUSAKAN dan NOL KECELAKAAN. Tiba dengan selamat sampai dirumah! Kepuasan dan kebahagiaan saya dapatkan karena sudah menyelesaikan touring jauh bersama si picek!

Categories: REPORT
  1. Fiqih The Jengkol
    October 7, 2009 at 7:02 pm

    Mantap Report nya pak Sthepen…
    jelas dan Lugas serta memberikan suatu knowledge yg tartil alias terperinci…

  2. obelix
    October 7, 2009 at 8:37 pm

    keduax!!!

    Tiger Picek emang uhuy!!!!!

  3. obelix
    October 7, 2009 at 8:40 pm

    tenang bro tedy pasti banyak yang sirik ma si Picek ini😀

    anggap aja sirik tanda tak mampu ….!!!

  4. October 7, 2009 at 9:42 pm

    Ha ha ….mantap ulasannya …..

  5. October 8, 2009 at 7:10 am

    ditunggu kisah touring-nya si picek-picek yang lain.. yang punya picek silahkan buktikan ketangguhannya.. apa bener pakai picek makin jauh makin enak?🙂

  6. xxl123
    October 8, 2009 at 7:34 am

    hehehe si picek emang keren sayangnya dah KO ama si Vixi😀

  7. onasis
    October 8, 2009 at 9:11 am

    mantabs da tedy!! hidup tigi picek!!

  8. Yudh
    October 8, 2009 at 10:13 am

    Oo… tnyata blogger-nya Tiger Lover ya… pantes… :p
    No Offense ya..🙂

  9. October 8, 2009 at 10:53 am

    Bro Yudh, blogger-nya punya motor cuma dua, Honda Tiger 2004 dan Yamaha Mio 2005.
    *Ngarep banget kalo ada ATPM yg mau minjemin motor-nya biar bisa dipake harian, dipake touring, terus diliput di blog ini. Ada yg mau gak ya?

  10. haris
    October 8, 2009 at 12:14 pm

    Mantab bro naik motor ampe ribuan kilometer.
    Saya naik tiger revo ’06 dari semarang ke jogja aja tangan dah kesemutan
    Salut deh

  11. puji
    October 8, 2009 at 3:16 pm

    wah yang ini gila banget dah. aku semarang solo aja pantat dah nyerah.udah coba gonta ganti tipe motor buat pp semarang solo. ternyata masalah bukan di motor tapi emang badan gak sanggup. keren….keren…..

  12. October 8, 2009 at 3:18 pm

    Saya malah pingin punya yg Picek,keren gitu,kalau ada lawan jenis bisa buat ngedipin,dr pada ngedip pake mata yg ketutp helm..!! Mau ada yg tukeran sama kakaknya picek?? Masih mulus,th 2008 bln 5..!

  13. html1155
    October 8, 2009 at 3:56 pm

    Nice Story Om… jadi pengen ganti…
    tapii….

  14. October 8, 2009 at 6:40 pm

    Di sini dibilang picek, dibilang aneh…..tapi setahu gw di eropa sono lagi ngetrend model asymetris kayak ginih neh

  15. October 8, 2009 at 10:40 pm

    heem….kayaknya touring asik juga:mrgreen:

  16. oelil
    October 9, 2009 at 5:19 am

    kuewwrens abis….🙂

  17. Rudi
    October 9, 2009 at 7:53 am

    Honda Feat Givi atau Givi Feat Honda ? Nice story Bro …

  18. syd
    October 9, 2009 at 7:59 am

    ya bisa donk.. mesin/ototnya kan tetap sama… cuma karena sudah tua makanya matanya agak rusak.

  19. obs
    October 14, 2009 at 6:05 am

    wah …. udah idup lagi om stephen😀 hahaha…
    kemaren masuk UGD om??😀

  20. I L E M
    November 13, 2012 at 1:05 pm

    walaupun picek tapi tetep oke kan, banyak dihujat tapi banyak juga yang memakainya, hehe…..

    mantab😀

  1. October 8, 2012 at 10:59 am
  2. October 10, 2012 at 11:30 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: