Home > REPORT > Membangun Image, Brand dan Kualitas Produk Melalui Blog

Membangun Image, Brand dan Kualitas Produk Melalui Blog


brandingJakarta, 3 Oktober 2009. Persaingan di kalangan industri ATPM sepeda motor di Indonesia kini terasa lumayan sangat ketat.

Bukan saja terjadi  di lintas balap seperti MotoGP, tapi hal ini juga terlihat jelas dari data-data penjualan pabrikan antara Yamaha (PT YMKI) dan Honda (PT AHM).

Akibatnya, jurus-jurus dan kekuatan pemasaran harus dilakukan oleh kedua perusahaan tersebut. Bicara soal pemasaran ini, pihak ATPM bersama-sama dengan mitra usaha, seperti biro konsultan pemasaran,  perusahaan advertising, perusahaan leasing, dan lain-lain makin berusaha keras mendongkrak penjualan untuk memikat konsumen dan merebut pasar.

Siapa ujung tombak dari penjualan? Apakah ia seorang salesman?

Sebenarnya suksesnya penjualan sepeda motor pada saat ini semata-mata sudah tidak lagi tergantung dengan seorang salesman, itu cerita dulu. Tetapi kekuatan penjualan sepeda motor pada masa kini lebih banyak bermain pada membangun peta kekuatan “image, brand, dan kualitas produk.”

Yang perlu ditanyakan, dimanakah calon konsumen mendapatkan informasi yang kuat dan matang tentang “image, brand, dan kualitas produk?”. Nah, sebenarnya bicara soal ini ada tiga aspek media dimana seorang/calon konsumen bisa mendapatkan informasi  tentang  “image, brand dan kualitas produk,” yaitu:

1. Media (cetak/elektronik)

Informasi yang berasal dari media konvensional, antara lain televisi, radio, koran, majalah dan tabloid sudah menjadi konsumsi bagi masyarakat pada umumnya. Konsumen akan lebih yakin dan percaya jika produk yang mau dibeli sering ditampilkan, ditayangkan, atau diliput oleh media, termasuk media outdoor billboard. Dari media konvensional tersebut, konsumen mengharapkan adanya informasi tentang uji coba, test ride, detail performance dan berbagai informasi lainnya.

Iklan visual dimedia televisi memang mahal, tapi bisa menyentuh seluruh lapisan masyarakat.  Bagi masyarakat, adalah kebanggaan jika produk yang sudah mereka beli masih sering tampil di televisi. Biasanya konsumen menceritakan produknya kepada orang lain, mouth to mouth. Walaupun tayangan singkat, tetapi televisi tetap dipakai industri untuk mengingatkan masyarakat tentang keberadaan produknya.

Bagaimana dengan media cetak? Pada umumnya surat kabar, majalah dan tabloid adalah media yang paling konvensional dan sangat biasa dipakai oleh industri untuk iklan sebuah produk. Media cetak sebenarnya bisa mengupas habis, melakukan uji coba produk, dan memberikan laporan, testimonial, menyajikan foto-foto, tapi sayangnya informasinya seringkali terbatas.

Kenapa terbatas?  Ya, bisanya space media cetak terbatas karena jumlah halaman. Padahal pendapat dan feedback (umpan balik) dari masyarakat justru sangat diperlukan, tetapi sayangnya hal ini tidak bisa disampaikan secara luas, dan cepat melalui media cetak. Jika ada, itupun harus mengalami edit karena ruang/halaman yang sangat terbatas tadi.

Disinilah kerinduan konsumen yang sebenarnya mereka ingin mendapatkan informasi  yang bebas dan tidak terbatas. Mereka ingin baca adanya kritikan, keluhan,  ataupun pendapat  langsung dari para konsumen lainnya, sehingga informasi yang disajikan benar-benar mampu memberikan pengaruh yang kuat, apakah positif atau negatif untuk sebuah produk.

2. Apa Kata Orang

Ini sebenarnya cara yang paling umum dimasyarakat kita. Aapa kata orang sangat lazim didalam kehidupan masyarakat masa kini yang haus akan informasi.

Pada umumnya setiap orang berhak memang untuk berbicara, ingin berbagi informasi dan tapai kadangkala (maaf) sok tahu, dan tidak mau kalah bercerita, maka dipakailah sebuah kalimat yang diawali dengan: kalimat pendek: “Katanya… .”

Sudah jelas maksudnya, seolah-olah ada orang lain yang mengatakan bahwa produk ini begini dan begitu dan iapun ingin meneruskan lagi kepada kita. Inilah yang namanya pendapat dari mulut kemulut yang semula adalah positif, tapi hasilnya bisa jadi malah negatif. Sambung menyambung obrolan dari orang lain dengan membawa kalimat  “katanya… ” dan tidak punya bukti sering kali memberikan informasi yang memang benar atau yang sebaliknya, yaitu informasi yang salah.

3. Media internet

Gosip adalah hal sangat biasa dimasyarakat. Selain gosip di dunia nyata, ternyata gosip pun sering menjadi isu baru melalui dunia maya, atau media internet.

Perhatikan saja beberapa forum internet, milis, dan blog. Dari situ coba  lontarkan gosip tentang rencana sebuah ATPM yang “katanya” mau memproduksi motor baru dengan merek XYZ. Kemudian tunggu seminggu, dan lihat ada puluhan hingga ratusan komentar dan balasan yang muncul. Saya jamin tanggapannya luar biasa.

Dari sini bisa kita lihat kekuatan media internet memberikan informasi yang cepat dengan sisi yang berbeda, bisa positif atau negatif. Bisa mengangkat image/brand, tapi disisi lain bisa juga menjatuhkan.

Coba lihat juga bagaimana juga pengaruh yang kuat setelah sebuah sepeda motor baru diperkenalkan atau dilaunching, sangat terasa ada rasa penasaran dari calon konsumen, dan keinginan tahu yang besar dengan memberikan komentar.

Demikian pula lihat bagaimana sebuah produk motor baru setelah menjalani test ride oleh blogger. Perhatikan komentar-komentar yang diberikan oleh pembaca yang begitu antusias ingin mengetahui seperti apa sih kekuatan mesin motor yang baru ini,  seperti apa sih pendapat orang tentang motor ini. Selain dari media cetak, sebenarnya media internet adalah salah satu tempat yang tepat ketika sebuah perusahaan ingin membangun image, brand dan produknya.

Nah, bagaimana pula efek dari pendapat konsumen motor baru yang mana ia baru saja miliki. Ternyata pendapat dari seorang konsumen yang sudah duluan membeli motor baru, sangat ditunggu dan diharapkan. Apa sih katanya?

Calon konsumen kini jauh lebih pintar sebelum ia memutuskan membeli sebuah produk yang benar-benar ia inginkan. Ia berhak untuk mencari informasi, membandingkan dengan merek lain, dan juga mendapatkan umpan balik atau pendapat langsung dari yang sudah punya, dan juga informasi dari pendapat masyarakat lainnya. Artinya, kini media dunia maya internet di forum online, milis dan blog terbukti menjadi pilihan bagi industri untuk membangun sebuah image, brand atas sebuah produk baru.

Lagi-lagi lihat bagaimana pula sebuah produk sepeda motor yang belum di launching, ini adalah kebiasaan para bloggers, onliners atau netters yang suka kasak-kusuk mengulas seluk-beluk motor baru yang katanya bakal dilaunching. Disini kebanyakan para pembaca akan menyebutkan nama merek motor, nama perusahaan motor, nama pabrikan motor serta menyajikan foto-foto. Bukankah diini ada image yang sedang dibangun?

Hal yang perlu diperhatikan oleh industri, bahwa saat ini media internet sudah sangat populer dan dijangkau oleh semua orang. Telepon selular masa kini terkoneksi dengan internet, bahkan produk-produk telepon selular asal China terkenal murah pun sudah dilengkapi dengan fitur internet.  Jadi, masyarakat masa kini memiliki kemudahan melakukan akses ke internet.

Terkait dengan akses internet ini, saya perhatikan kini peran blogger sebagai seorang penulis artikel, yang sering membawa nama perusahaan, nama brand, dan nama produk, sepertinya kini sudah menjadi kebutuhan bagi industri dalam hal penyampaian informasi. Tulisan/artikel maupun pendapat seorang blogger independent atas sebuah produk sepeda motor, setidaknya bisa menjadi kekuatan baru untuk meningkatan penjualan, serta membangun “image, brand dan produk”.

Ini tidak hanya berlaku untuk ATPM sepeda motor, tetapi berlaku juga untuk industri yang terkait dengan ATPM tersebut, antara lain bengkel-bengkel, showroom, perusahan leasing, industri minyak pelumas, perusahaan asesories motor, industri helm/sepatu/jaket, pameran otomotif, dan lain sebagainya.

Categories: REPORT
  1. mekcot
    October 3, 2009 at 9:08 pm

    pertamaxxxx?? ^^

  2. Leonnaro
    October 4, 2009 at 6:28 pm

    memang atpm harus pintar2 memanfaatkan blog sebagai media promosi, atau akan tertinggal dan selalu jadi yang keduax..

  3. anak motor
    October 6, 2009 at 4:54 pm

    yup it’s 100% true…

    http:// http://www.yamaha-friends.com

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: