Home > REPORT > Report Touring Mudik 2009: Jakarta-Padang/Bukittinggi (Part 1)

Report Touring Mudik 2009: Jakarta-Padang/Bukittinggi (Part 1)

September 28, 2009 Leave a comment Go to comments

SumateraJakarta, 28 September 2009. Hari ini ada sebuah notes facebook yang cukup menarik dari seorang facebook friend yang  berinitial “Coop Red”.

Ternyata ia adalah Bro Onasis yang dikenal sebagai member HTML (Honda Tiger Mailing List).

Isi dari pada notes facebook tersebut adalah, ia menceritakan perjalanan mudiknya ke Sumatera Barat dengan sepeda motor bersama dua orang rekan lainnya, yaitu Bro Tedy Tabiang dan Bro Ullia Rachman.

Yang tidak disangka, bahwa mereka sebelumnya tidak punya rencana mau mudik bareng, tapi niat mudik dirajut melalui komunikasi comments yang ada di artikel “Info Mudik Bareng: Lebaran Tahun 2009.”

Dibawah ini adalah kutipan comments yang ditulis oleh Bro Onasis yang mana ia serius mau merealisasikan mudik bareng-nya bersama kedua rekan lainnya yang juga punya niat yang sama, yaitu mudik bareng naik motor dari Jakarta ke Sumatera Barat!

Onasis:

wah….beneran neh mau ke padang? kebetulan gw insyaallah naek tigi juga ke bukittinggi. tadinya dah buletin tekad jalan sendiri aja kalo ga ada temen. tp stelah liat blog om stephen jadi seneng krn ada yg punya rencana sama.

..rencana berangkat 17 sept (malam), perkiraan sampe di tujuan 19 sept (malam). saat ini rencana gw lewat lintas timur. berdasarkan rekomendasi temen2, jalur tsb kondisi jalan lebih baik dibanding lintas tengah hingga waktu tempuh bisa lebih pendek.

mungkin bro tedy n bro ulil bisa add email gw: raptor_creature@yahoo.co.uk, supaya kita bisa berkoordinasi.

buat om stephen, thx dah boleh numpang disini…

SL.com pun tertarik untuk mempublikasikan artikel ini kepada rekan-rekan pembaca http://www.stephenlangitan.com. Pada intinya, kalau memang sudah niat pasti jadi! Dream comes true!

Inilah dia laporan touring yang ditulis oleh Bro Onasis:

TOURING MUDIK 2009

Starting point : Jakarta (Daan Mogot)
Destination : Padang / Bukittinggi
Bikers/Bike :

1 . Onasis ( Honda Tiger 2004)
2. Tedy (New Honda Tiger Revo 2009)
3. Ullia (Yamaha Vixion 2008)

Total riding : ± 3.000 km (pp)
Total time : ± 60 hours

Personal Cost (Onasis)

Total Fuel : Rp. 350.000,- / 77 liters (pp)
Ferry : Rp. 56.000,- (@biker + bike) (pp)
Hotel : Rp. 220.000, – (Sharing) (pp)
Food & Drink : Forget..:p (Sharing)

Intro :

Berawal dari keinginan untuk touring mudik ke bukittinggi sejak tahun 2007 yang belum kesampaian dan akhirnya memantapkan tekad untuk mudik tahun 2009 ini. Dan syukurnya istripun menyetujui. Menjelang puasa, persiapan motorpun sudah mulai dilakukan, ganti komponen mesin dan bodi.

Pas bulan puasa, mulai mencari teman untuk mudik, ternyata gak gampang. Gak ada yang punya niat sama. Hingga akhirnya bertekad untuk touring sendiri kalau tetap gak ketemu teman. Kemudian saya main2 ke websitenya Om Stephen Langitan (www.stephenlangitan.com) untuk membaca report touring sumatera beliau sebagai refernsi. Ternyata, disini ketemu teman mudik yaitu: Bro Tedy dan Bro Ullia (selanjutnya dipanggil Da Tedy & Ulil) yang punya niat sama. Thanks Om Stephen…!

Singkat cerita, kita deal untuk berangkat tanggal 17 September 2009 dan balik ke Jakarta 25 September 2009.

PART 1 : JAKARTA – PADANG / BUKITTINGGI

Hari Pertama ( 17 September 2009)

Kita janjian kumpul di depan Indosiar, Daan Mogot jam 15.00 siang. Saya datang lebih awal 30 menit, kemudian Bro Deska Felani datang, ceritanya mau melepas kami touring…tadinya Bro Deska mau ikut juga, tapi karena abis lebaran mo jadi penganten, ditundalah keinginan touring…daripada ntar pelaminannya di rumah sakit? Ya kan?….hehehehe…

Jam 15.00 pas, Ulil datang dengan Vixion dan Box Givi E33 baru, sengaja beli buat touring katanya…manstab! Sekitar jam 15.30, Da Tedy datang, style motor n outfitnya pun dah full touring…manstab!! Setelah sedikit briefing rencana perjalanan, jam 16.15 pun kami jalan, sebelumnya foto2 dulu donk, yang jepretin Bro Deska.

foto sebelum berangkat

Bismillah…16.20 siang kami mulai perjalanan. Menjelang kota Tangerang, perjalanan sangat tersendat, karena macet. Maklum jam pulang kerja sekaligus hari terakhir kerja dibulan puasa. Selepas kabupaten Tangerang pun ternyata masih macet.

Karena situasi jalan yang kacau, kami pun terpecah. Da Tedy terpisah dan nyasar ke Citra Raya. Setelah telpon2an, akhirnya saya dan Ulil sepakat untuk ketemu Da Tedy di kota Serang. Namun, menjelang Serang, sayapun terpecah dari Ulil yg menghilang.

Akhirnya saya nyampe kota Serang sendiri sekitar jam 9 malam. Setelah kontek2 sama Da Tedy & Ulil utk ketemu di warung bakso samping kantor polisi Serang. Abis makan bakso, kita putuskan untuk langsung bablas ke penyebrangan Merak. Syukurnya pas nyampe Merak, kita bisa langsung naik ke ferry sekitar jam 10 malam. Dan merapat di pelabuhan Bakauheni jam 1 pagi.

Hari kedua (18 September 2009)

Dari Bakauheni, kami langsung tancap gas ke arah Bandar Lampung. Ketemu juga dengan banyak motor pemudik yang rata2 menuju provinsi Lampung dan Sumatera Selatan. Cuaca cukup cerah dan jalananpun lumayan bagus. Sekitar jam 02.30, kami berhenti di rumah makan kecil di Bandar lampung. Istirahat dan makan.

Jam 03.30 kami lanjutkan perjalanan dan mencari pom bensin. Baru jakan sekitan 4 km, kami mendapatkan pom bensin yg cukup besar dan bersih. Da Tedy, Ulil dan saya pun memutuskan utk melanjutkan perjalanan setelah subuh dan tidur dulu sebentar di pom bensin tersebut, karena kami mulai merasa ngantuk.

Setelah tidur kurang lebih 1 jam, dan sholat subuh. Jam 06.00 perjalanan kami lanjutkan. Tujuan berikutnya, Kotabumi. Perjalanan dari Bandar Lampung ke Kotabumi cukup lancer, dan jalanannya pun bagus, bisa rata2 lari 60-80 kpj. Mengingat jalanan lumayan ramai.

Begitu masuk Kotabumi, Ulil mengalami masalah dengan bracket E33nya, retak karena bobot dan guncangan. Dan kami pun langsung mencari tukang las, tapi hanya ada tukang las karbit. Daripada enggak, Ulil pun mengelas bracketnya. Kurang lebih 1 jam kami nongkrong di tukang las. Dan saya pun foto2 lagi..aha!!!

depan tukang las kotabumi

Setelah kelar, perjalanan kami lanjutkan menuju Bukit Kemuning, Martapura, Baturaja dan Muara Enim sebagai tujuan terakhir hari ini. Menjelang Baturaja, bracket Ulil kembali bermasalah, las nya gak kuat menahan beban box. Akhirnya kami mencari lagi tukang las lain. Ketemu bengkel las yg ada las listrik. Saat yang bersamaan, saya merasa sangat mengantuk, jadinya pas Da Tedy & Ulil berkutat betulin bracket, saya tidur didepan ruko kosong.

Gak tau brapa menit/jam ketiduran, yg jelas disini butuh hamper 2 jam utk membereskan bracket Ulil. Pas bangun, itu bracket dah jadi. Kamipun melanjutkan perjalanan setelah sebelumnya makan siang dulu. Jalanan antara Baturaja – Muara Enim bervariasi, tapi lebih banyak trek lurusnya. Dan sempat berhenti istirahat di warung pinggir jalan persis di depan kantor Pemda Baturaja (photo).

depan pemkab baturaja

da tedy (kiri)…ulil (kanan), depan pemkab baturaja

Sekitar jam 19.00, kami masuk kota Muara Enim dan mengisi bensin utk kedua kali. Sempat jalan pelan2 karena kondisi jalan yang basah dan hujan gerimis. Setelah menemukan Losmen untuk tidur, kamipun bersih2, mandi, sholat dan kemudian mencari makan malam di pasar Muara Enim. Begitu selesai makan, sekalian membahas rencana esok harinya, jam 22.00 kami pun tidur.

Hari ketiga (19 September 2009)

Selesai sholat subuh dan mandi, sekitar jam 06.30 kamipun langsung jalan sekalian mencari sarapan. Sebelumnya, sempetin foto2 dulu didepan Losmen (photo).

depan losmen di muara enim

Selepas kota Muara Enim, baru ketemu tempat sarapan. Perjalananpun dilanjutkan menuju kota Lahat yg kira2 berjarak 1 jam. Namun kami tidak berhenti di Lahat (karena fisik masih seger) dan bablas sampai kota Tebing Tinggi. Jalanan antara kota Lahat – Tebing Tinggi ini cukup menyenangkan, naik turun bukit, berkelok2. Namun gak bisa nikung enak, karena hampir tiap tikungan ada pasir / kerikil, yg kemungkinan naik ke jalan karena terangkat roda mobil.

Sebagai info, menurut banyak narasumber, kalau malam jalanan antara Lahat-Tebing Tinggi ini sangat rawan. Katanya masih banyak kriminalitas sejenis bajing loncat. Kalaupun ada kendaraan yang jalan malam di daerah tersebut, biasanya secara konvoy. Itu juga salah satu alasan kami memilih istirahat di Muara Enim daripada melewati etape tersebut tengah malam.Memasuki kota Tebing Tinggi, kami sempat istirahat sekitar 15-30 menit, untuk sekedar melepas penat. Rata2, kami riding 2 jam dan jeda istirahat beberapa menit.

Tujuan berikutnya kota Lubuk Linggau, sekitar 93 km, atau 1.5 jam perjalanan. Sekitar jam 12 siang kami masuk kota Lubuk Linggau dan istirahat makan cukup lama, sekitar 1 jam. Jam 13.00, kami langsung tancap gas menuju kota Sarolangun – Jambi. Karena Lubuk Linggau adalah titik awal dari jalan lurus lintas sumatera, kamipun mendapat kesempatan untuk menggeber motor.

Jalanan lurus, naik turun dan sangat mulus. Baru kali pertama saya bisa menggeber tigi hingga 125 kpj sejak motor ini saya miliki tahun 2006. Akhirnya kota Sarolangun yg berjarak sekitar 135 km dapat ditempuh sekitar 1.5 jam. Kecepatan rata2 dijalur ini 100 kpj. Asyik! Berhenti sebentar istirahat n foto2 di gerbang kota Sarolangun.

di gerbang kota sarolangun – jambi

ulil & da tedy lagi main cilukbaa…..

ulil n da tedy ngantuk

Kota Bangko dan Muaro Bungo dilewati dengan rata2 1.5 jam. Tentunya dengan berhenti sejenak. Ada yg agak lucu di kota Bangko dan Muaro Bungo ini. Motor Da Tedy yang full touring style dengan Givi V46 + E21 menarik perhatian biker2 setempat, hampir semua pengendara yang melintas menatap ke motor Da Tedy. Malah waktu kami istirahat dipinggir jalan kota Bangko, banyak motor yg bolak balik dihadapan kami dan memperhatikan motor kami, terutama motor Da Tedy.

the bikes…

Perjalanan dilanjutkan menuju kota Sungai Rumbai – Sumatera Barat, yg merupakan perbatasan provinsi Jambi dengan Sumatera Barat. Kondisi jalan masih lurus2 saja namun tidak semulus sebelumnya, banyak tambal sulam aspal dan lubang. Kami kembali mengisi bensin sebelum masuk kota ini.

Apesnya, antrian di pom bensin sangat panjang. Dan ketika giliran kami tiba, petugas pom bensin yg hanya 1 orang, pergi begitu saja untuk berbuka puasa. Bujug!!…Gak ada petugas penggantinya lagi…lebih dari 1 jam kami menunggu utk bisa mengisi bensin. Karena kami khawatir di pom bensin berikutnya bakal antri juga. Atau malah habis samasekali.

Setelah jalan lagi, menjelang Sungai Rumbai, mendadak hujan deras. Saya yg lebih sering berada didepan, memberi isyarat untuk berhenti dan memakai rain coat ditempat yang aman. Karena kami berada dijalur lintas sumatera yg kiri kanannya hutan sumatera. Lampu jalananpun tidak ada. Sangat berbahaya untuk berhenti dipinggir jalan.

Apalagi mobil dan bus yg melintas dengan kecepatan tinggi. Saya membelokan motor ke sebuah bengkel tambal ban yg cukup besar untuk memakai raincoat. Tapi hujan malah semakin deras disertai angin, jarak pandang sangat terbatas. Akhirnya kami putuskan menunggu agak reda sambil makan mie rebus dan ngopi. Waktu sudah menunjukkan jam 20.00, perjalanan kami lanjutkan setelah hujan agak mereda. Rain coat terpasang dan kamipun jalan pelan karena kondisi jalan yg licin dan banyak lubang. Rata2 kami jalan 60 kpj.

Memasuki kota Sungai Rumbai, kami sempat “diganggu” serombongan remaja bermotor, kurang lebih ada 8 motor yg mengikuti kami. Mereka geber2 gas gak karuan dan berusaha memecah konvoy kami dengan melakukan manuver2 dihadapan kami. Kebetulan saat itu saya giliran dibelakang, jadi bisa melihat persis. Kami semakin merapatkan konvoy, dan tidak memberi celah mereka masuk. Akhirnya begitu masuk kota Sungai Rumbai, mereka tidak lagi membuntuti kami.

Perlajanan dilanjutkan dengan kondisi jalan yg masih jelek, hingga akhirnya masuk di Gunung Medan jam 22.00. Kami istirahat disebuah pom bensin deseberang rumah makan Umega – Gunung Medan. Rest area / restoran Umega ini selalu ramai, karena merupakan perhentian istirahat pertama kendaraan menuju Jakarta, dan perhentian istirahat akhir kendaraan yg menuju Sumatera Barat dll.

Disini kami bertemu dengan beberapa bikers pemudik asal Jambi yg hendak menuju Painan, Pesisir Sumatera Barat. Ngobrol2 sebentar dengan mereka dan kami melanjutkan perjalanan ke Sijunjung. Selepas Sungai Dareh menuju Sijunjung, kembali melewati perbukitan nan gelap, naik turun dan berbelok. Lagi2 harus ekstra hati2 karena jalan buruk. Akhirnya kami sampai di Sijunjung jam sekitar jam 23.20.

Hari ke empat (20 September 2009)

Kembali istirahat disebuah warung persis di pertigaan menuju kota Solok dan Batusangkar. Tadinya kami berencana untuk berpisah di Solok, Da Tedy dan Ulil menuju kota Padang dan saya menuju kota Bukittinggi. Namun karena menurut si pemilik warung saya bisa memotong jarak ke Bukittinggi bila melewati kota Batusangkar, sayapun tertarik. Bisa menghemat 1 jam. Kami berpencar disitu dan saya pun jalan sendiri menuju Batusangkar. Ternyata, jalur potong yg disebutkan pemilik warung itu, jauh dari deskripsi yg diberikan ke saya, katanya jalanan bagus dan semua marka/penunjuk arah sangat banyak dan jelas.

Pada kenyataannya jalan yg saya lalui adalah jalanan kampung yg naik turun bukit, berlubang, keriting ditambah lagi kanan kiri hutan dan jurang….satu-satunya penerangan adalah lampu motor! Beberapa kali saya hampir jatuh karena menghajar lubang dan jalan berpasir. Total lebih dari 2 jam saya melewati etape mengerikan tersebut. Hingga akhirnya berhasil mendapati jalan yg beradab dibatusangkar, dan hanya sedikit jalan buruk menuju Baso, sebuah kota kecamatan dipinggir kota Bukittinggi.

Begitu masuk Baso, sekitaran jam 03.00 pagi, hati saya sangat senang. Jarak antara Baso ke rumah saya di Bukittinggi kurang dari 25 km lagi. Akhirnya, saya sampai rumah sekitar jam 03.20, langsung istirahat, sholat subuh dan tidur. Gak sempat ikut sholat Ied karena ketiduran hingga jam 10.00. Pas bangun ada telpon dari Da Tedy. Ternyata Da Tedy dan Ulil pun sampai di kota Padang jam 3 pagi juga. Alhamdulillah…..

Categories: REPORT
  1. September 28, 2009 at 10:18 pm

    Gw ucapkan sukses dan selamat buat bro onasis, bro tedy, bro ullil. Senang sekali bisa touring mudik bareng ke ranah minang yang terkenal cantik dengan pemandangan alam-nya. Suatu prestasi touring yang paling berkesan. Btw, kalian siap2 aja kalau ada yang ngajak touring ke Km. Nol Sabang NAD hehehe..🙂

  2. Tedy
    September 29, 2009 at 3:08 am

    Bro Stepheeeeen……….. gak nyangka…..gila…. bener bener gila…. amazing….. *noraknya keliatan neh*…. beneran…. gak pernah kebayang kalo foto2 kita mejeng di blog-nya SL *masih belon percaya*… secara SL gitu loh…. biker mana yg gak membalik- balik halaman blog-nya SL…..iya dong… iya dong….. *masih norak*…. he…he…. seneng banget….

    Bro Stephen… pada artikel “Info Mudik Bareng: Lebaran Tahun 2009” di blog ini pada tgl 25 Agustus 2009…. saya orang kedua yg “comment” sehubungan mencari info dan teman untuk mudik ke padang ini…… dan Alhamdulillah ada hasilnya sehingga bisa mudik (…..baca touring dong) ke padang dengan dua orang yg “tangguh” ini; bro Onasis dan bro Oelil.

    Blog SL sangat berperan sekali mempertemukan kami, dan yg sangat amazing…. SL juga muat report touring kami yg di tulis oleh bro Onasis, yg tentunya ada foto2 kami dong……*gila…. masih norak aja…… gak pa pa… biar dikata norak juga… yg penting fotonya mejeng di blog SL*

    Bro Stephen… pada intinya.. secara pribadi saya ngucapin makasih banget banget… berkat blog SL ini….mempertemukan saya dengan dua teman untuk riding ke padang “menjelajah hutan sumatera” yg sudah lama saya pikirkan….
    Sekali lagi makasih…..🙂

  3. Edward Zamrud
    September 29, 2009 at 5:54 am

    Mantap dan mengesankan membaca perjalanan saudara Onasis, Ullia dan rekan Tedy.

    Kebetulan kami juga mudik hari Rabu 16 Sept09, dengan nyetir mobil via lintas timur. Dimana 500 meter keluar bakauheni, sebelah kiri ada pomp bensin, kami langsung belok kanan dengan rute : way jepara, sukadana, menggala, tulang bawang, Palembang, Jambi(nginap), Muaro bungo dan Solok, krn ada longsor di sitinjau laut maka mutar ke Padang panjang, lubuk alung dan selamat nyampai di padang Jum’at malam. Alhamdulillah.

    Dan tgl 24Sept’09 bertemu dengan rekan Tedy di Bukit Tinggi dalam acara reuni (setelah 15 tahun tamat di Unand), ternyata kami tetangga an di Bekasi.

    Pada Sabtu, 26Sept’09, balik ke Jakarta dengan rute yang sama. Alhamdulillah, Senin subuh kami sudah shalat subuh dirumah, semuanya lancar. Amin Ya Rabb. Sallam.

  4. bonadjalins
    September 29, 2009 at 6:30 am

    Mantap nih cerita ridingnya dan juga reportnya! Salute!

    Nimbrung dikit nih, dari Solok ke Bukittinggi kalo saya sih lebih seneng lewat Ombilin – Batusangkar. Kebetulan lebaran tahun ini sempet mudik dan jalan-jalan ke Sumbar di hari H + 4. Apalagi kalo lagi lebaran gini, jalur normal Solok ke Bukittinggi via PadangPanjang terkenal macet! Kalo via Batusangkar biasanya lebih sepi dan pemandangannya lebih ok. Tapi memang jalannya lebih kecil dan lebih muter/jauh.

    Good report bro…

  5. Anton De_el
    September 29, 2009 at 7:45 am

    Manstab nih um Stephen reportnya.
    Akhirnya bang Ona bisa turing juga ke Bukittinggi..
    Jadi inget waktu pulang ke Padang Panjang dengan keluarga, sungguh indah pemandangan disana….jadi pengen lagi pulang ke sana.

  6. September 29, 2009 at 9:44 am

    Mantap reportasenya!
    Mantap juga yang memungkinkan pada salaing ketemu …

    Jadi pengen punya Tiger nih …. he he

  7. onasis
    September 29, 2009 at 1:09 pm

    om stephen…thx banget…justru pengalaman touring sumatera om stephen yg jadi pemicu semangat saya utk touring pulang kampung…dan sama seperti kata bro tedy, om stephen dan blog ini sangat berperan hingga touring ini bisa terlaksana…mengenai kilometer nol….bisa dinegosiasikan nanti…ahahahahaha….skali lagi, thanks a lot om!!

  8. September 29, 2009 at 1:17 pm

    @Bro Onasis, Bro Teddy, Bro Ullil, dan juga buat rekan yang lain-lain, gw haturkan banyak terima kasih atas komentarnya soal blog ini yg telah memberikan inspirasi dan semangat buat touring, juga mencari teman buat mudik bareng.

  9. Kasmun
    September 29, 2009 at 5:02 pm

    Boleh juga carita ini memberikan inspirasi untuk mencobanya…
    touring mudik bareng ke ranah minang
    Selamat… Selamat…

  10. September 30, 2009 at 9:26 am

    keren bro hehe…..
    wah kalau berangkatnya tangal 18 mungkin kita ketemu dijalan ya bro, kebetulan gue mudik juga ke daerah Pagar Alam tapi lewat jalur tengah.

    @ kasmun : kenapa enggak mudik ke padang juga bro ?

  11. pey
    September 30, 2009 at 5:25 pm

    merinding euy mbaca reportnya
    mangstabh banget buat om2 betiga
    four thumbs for you all…

    *ngebayangin kapan bisa njajal jalur sumatra*

  12. Remnant
    October 7, 2009 at 3:14 pm

    @ Bro teddy; kepake juga akhirnya tuh box v46 sama e21….daripada di gudang ya???hahahaha ok sekali lg selamat buat bro-bro sekalian yang berhasil sampai ke padang dan kembali lagi….

  13. tedy
    October 8, 2009 at 1:06 am

    @Bro Remnant: iya bro…makasih….. percayaaaaa…… gudangnya juga gak sembarang gudang kan bro? … gudang biangnya ha..ha..ha…….dan rakitannya bro Mumu emang OK………… bolak balik Jakarta – Padang – Jakarta…. gak ada yg kendor…🙂

  14. rupi efendi
    October 8, 2009 at 9:15 am

    salam kenal Om Steven…
    gila nih perjalanannya, menbangkitkan gairah, boleh lah klo ada niat ke nol kilometer, semoga saya bisa bergabung, ada kesempatan dan pas ada tabungang…

    Salam kenal juga buat braders semua….

    Rupay

  15. SL
    October 8, 2009 at 11:30 am

    sama2 bro Rupai..

  1. September 29, 2009 at 12:57 pm
  2. October 5, 2009 at 8:59 pm
  3. October 7, 2009 at 5:54 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: