Home > REPORT > Pilih Media Cetak atau Media Online?

Pilih Media Cetak atau Media Online?

September 10, 2009 Leave a comment Go to comments

Arantan-6892

KoBOI Komunitas Blogger Otomotif Indonesia

Jakarta, 10 September 2009. Tak disangka jika pertumbuhan blogger atau orang yang suka “ngeblog” kini semakin banyak. Ada banyak ragam alasan-alasan dan juga latar belakang kenapa orang-orang kini mau ngeblog.

Apakah hanya sekedar iseng, mau mengisi waktu luang, mau cari teman, sebagai tempat bercerita, berbagi info, dan sebagainya. Semuanya sah-sah saja sepanjang informasi yang disajikan melalui blog atau media online berguna bagi banyak orang.

Perkembangan terakhir ternyata beberapa wartawan media yang seharusnya  menulis untuk media cetak ditempat ia bekerja, tak luput mereka ikutan juga ngeblog yang sifatnya hanya untuk konsumsi pribadi atau menjalin sosial network.

“Yang penting punya blog dulu, soal aktif atau tidak itu soal nomor dua,” demikian ujar seorang teman yang baru saja memulai bikin blog. Ya betul, untuk menjadi seorang blogger kita tidak pernah diminta suatu persyaratan khusus, dan kita juga tidak diminta untuk membayar suatu harga.

Yang pasti menjadi seorang blogger semuanya bisa didapatkan secara gratis alias tanpa keluar biaya. Modalnya cuma punya email, punya komputer, dan punya nama pribadi, selanjutnya kita bisa meng-create sebuah blog melalui software WordPress.com atau Blogger.com. Selanjutnya terserah, apakah blog tersebut mau dibuat aktif atau hanya didiamkan saja.

Karena adanya fasilitas gratis ini, maka orang pun berbondong-bondong menciptakan sebuah blog, dan bahkan seseorang pun  bisa membuat dua atau tiga blog secara sekaligus. Bagi mereka yang sudah tahu bagaimana caranya agar blog dibaca oleh banyak orang, maka ia pun harus menjalin pertemanan dengan bebeberapa blogger secara online, antara lain saling memberikan balasan komentar dari setiap tulisan blogger, membuat listing beberapa nama blogger di halaman navigasi blognya, dan saling bertukar informasi melalui acara kopi darat.

IMGP3613

Fasiltas Online: Internet

Dari sekian banyak blog yang muncul, ada cukup banyak blog ditulis secara serius, artinya blogger tersebut bisa menghasilkan minimal satu artikel setiap harinya, sehingga blogger tersebut akan selalu menampilkan tulisan terbaru setiap harinya, sekaligus menjaring pembaca yang tetap dan konsisten.

Hal ini ibaratnya sama dengan sebuah penerbitan majalah, dimana setiap penerbian majalah secara rutin harus mampu mencetak majalah setiap bulannya, dan berharap bakal ada pembaca yang mau berlangganan.

Nah, dari sekian blog yang bermunculan ada pula blog yang memang mengkhususkan diri dalam satu bidang, misalkan otomotif roda dua, otomotif roda empat, kuliner, gadget/IT, politik, program wisata, dan lain sebagainya.

Kalau kita mau perhatikan lagi, hal ini ibaratnya (lagi-lagi) sama juga dengan sebuah pernebitan majalah yang memilih suatu bidang kategori tertentu sehingga penulisan artikel-artikel akan lebih terfokus,  sehingga hal ini memudahkan para pengusaha penerbitan mendapatkan target konsumen/pembaca.

Pada saat ini  beberapa blogger sudah memiliki komunitas sesuai dengan minat, contohnya Komunitas Blogger Otomotif Indonesia (KoBOI) yang memang suka menulis kegiatan di bidang otomotiif roda dua dan roda empat. Belum lagi ada komunitas-komunitas lainnya yang memang terbentuk karena adanya kesamaan minat dari masing-masing blogger.

IMGP4021

Beberapa Majalah Otomotif di Indonesia

Foto disebelah ini adalah contoh gambar/foto dari beberapa halaman depan majalah di bidang otomotif roda dua yang mana mereka memang masih eksis dan sedang berkembang, dan pertanyaan konyol yang bisa menjadi tantangan di waktu yang akan datang, adalah:

  1. Akankah media cetak merasa tersaingi dengan kehadiran para blogger atau media online lainnya?
  2. Akankan kehadiran blogger/media online dapat mematikan media cetak? Mungkinkan itu terjadi?
  3. Mana yang lebih disukai oleh pembaca, pilih media cetak atau media online? Alasannya kenapa?

Apapun yang terjadi, yang  pasti kita harus mampu menjawab sekaligus menerima tantangan dan perkembangan dari dunia teknologi masa kini.

Categories: REPORT
  1. September 10, 2009 at 3:59 pm

    Bro Stephen,
    Memang rambahan blog dan media online lainnya semakin tak terbendung saat ini, mungkin itu pula yang membuat raksasa dari berbagai media memasukinya juga (CNN Political yang selalu BOTD di WordPress, atau yang lokal Kompasiana). Tak terbayangkan kalau nanti penetrasi internet sudah jauh lebih dalam, mungkin hanya tinggal orang-orang tua dan kolektor saja yang membaca media cetak.
    Belum lagi kemudahan untuk membaca yang diberikan oleh fasilitas seperti Google Reader dan sejenisnya.
    Mari kita tunggu beberapa tahun lagi seperti apa ….

  2. September 10, 2009 at 6:23 pm

    yup…yang ini gue demen..!! internet,makin canggih,tapi di Indonesia prosentasenya masih kecil..!! contohnya saya pulang jogja,anak muda masih pada gaptek,semua tahu jogja atau yogyakarta adalah kota pelajar,belum menjamurnya warnet seperti jakarta atau kota besar lainnya adalah kendala ,serta para pendidik di tingkat SMP dan SMA yang belum menguasai internet secara mendalam.contoh,anak sekarang usia 22 kebawah yang orang tuanya tingkat ekonominya menengah kebawah sehingga sekolahnya cuma asal lulus masih sangat gaptek dengan internet..!! so surat kabar mungkin masih berumur panjang terutama di indonesia.ngeblog,saya hobby.pernah coba bikin tapi gagal,ya karena gaptek tadi.ternyata saya termasuk yang belum paham betul soal internet apalagi Blog…!! kasian kan Bung stephen..!

  3. xb
    September 11, 2009 at 5:45 am

    1. media cetak jelas tersaingi.. fitur apa yg tidak ada dimedia online tapi ada di media cetak? hanya satu, sebagai bungkus kacang rebus..
    2. media cetak ga mungkin mati..
    editable, merupakan keunggulan sekaligus kelemahan media online..
    3. lebih memilih media online krn dapat diakses melalui hp.. dan akibatnya saia bisa ‘baca koran’ dimana saja dan kapan saja, adu pendapat/opini krn kebanyakan media online menyediakan fitur utk berinteraksi dan yg pasti lebih hemat krn dgn beberapa ribu rupiah dapat ‘membaca’ banyak koran/majalah..

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: