Home > TIPS > Mari Belajar Jadi Pengendara Motor Yang Baik

Mari Belajar Jadi Pengendara Motor Yang Baik


P1010286Jakarta, 27 Agustus 2009. Berkat bentuknya yang kecil, sepeda motor seringkali dipacu dengan kecepatan tinggi.

Motor dengan mudah meliuk-liuk diantara kepadatan dan antrian mobil-mobil, yang tampaknya sudah menjadi hal yang biasa  dan tidak aneh lagi .

Maka tidak heran, jika angka kecelakaan lalu-lintas gara-gara sepeda motor pun semakin meningkat.

Kurang harmonisnya perkembangan antara jumlah kendaraan bermotor dengan pertumbuhan sarana jalan raya atau lingkungan, membuat angka kecelakaan lalu lintas selalu bertambah setiap tahunnya. Bayangkan saja, jumlah kendaraan bermotor semakin berrtambah, tetapi sarana jalan tidak berkembang secara siginifikan. Apalagi yang makin bertambah adalah jumlah sepeda motor yang kini semakin mudah dibeli oleh masyarakat.

Faktor Penyebab Kecelakaan

Selain faktor lingkungan, faktor kendaraan dan manusia (pengendara) pun patut diperhatikan. Berkendara dengan kendaraan yang dalam kondisi siap tentu akan meminimalkan risiko terjadinya kecelakaan. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda selalu memeriksa kondisi kendaraan sebelum berangkat.

Selain itu, Anda pun sebaiknya jeli ketika akan memodifikasi kendaraan motor. Jangan sampai kendaraan motir yang sudah dimodifikasi, selain berubah bentuk, tapi juga bisa jadi berubah fungsi, yang dapat membahayakan keselamatan Anda di jalan.

P1010277Faktor lain yang penting dalam upaya meminimalkan angka kecelakaan sepeda motor adalah dari faktor pengendara. Yaitu masalah kesadaran.

Pengendara yang baik adalah pengendara yang mengetahui bagaimana cara berkendara yang aman (safety riding). Sayangnya, masih banyak pengendara motor yang memacu sepeda motor secara seenaknya, bahkan seringkali malah membahayakan akan keselamatan orang lain, antara lain ngebut dan naik motor yang melanggar aturan lalu-lintas.

Kondisi inilah yang menyebabkan kecelakaan sepeda motor menjadi langganan setiap tahunnya. Hal ini disebabkan karena kurangnya kesadaran dan pengetahuan bagi pengendara motor tentang bagaimana cara terampil berkendara, rendahnya tingkat kedisplinan dan etika dalam berlalu lintas, serta kondisi fisik dan tingkat emosi yang kurang mendukung.

Peran ATPM

Memberikan sosialisasi bagaimana cara berkendara yang aman memang tidak mudah. Untung saja, beberapa ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek) sudah memiliki program kampanye safety riding seperti yang dilakukan oleh PT Astra Honda Motor (AHM) sebagai ATPM Honda dan juga PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) sebagai ATPM Yamaha.

Menurut Senior GM Technical Service Div. PT AHM Bapak AS. Tedjosiswojo yang berbicara untuk keselamatan berkendara, ATPM Honda melihat sebagai hal yang sangat fundamental bagi pengguna sepeda motor dan pengguna jalan pada umumnya.

P1010278Untuk itu, Honda memposisilkan safety atau keselamatan sebagai hal yang utama karena menghargai “nilai kehidupan manusia.”

Honda pun akan segera bertindak untuk meningkatkan kesadaran akan keselamatan berkendara sepeda motor melalui aktivitas promosi keselamatan berkendara, yang terfokus pada etika dan keterampilan berkendara sebagai langkah untuk menghindari kecelakaan lalu lintas.

“Beberapa teknologi pun sudah diimplementasikan ke produk Honda, seperti parking brake lock, side stand switch. secure key shutter, dan teknologi Honda terbaru combi brake,” tambahnya.

Terdapat juga beberapa kegiatan safety riding edukasi dari usia dini hingga produktif, mulai dari sekolah-sekolah dari TK sampai dengan perguruan tinggi, demikian pula bagi ‘swasta maupun pemerintah.

Aktivitas safety riding juga melibatkan klub-klub sepeda motor serta komunitas Honda dan seluruh pelaksanaan aktivitas dilakukan di seluruh wilayah Republik Indonesia. Aktivitas ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Honda dan tanggung jawab sosial Honda pada masyarakat.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Bambang Asmarabudi, GM Promotion & Motorsport PT YMKI, yang menyatakan bahwa safety riding sangat penting. Oleh sebab itu, Yamaha tidak hanya memberikan produk, tetapi juga memberikan moral dan edukasi berkendara di jalan raya, melalui YSRS (Yamaha Safety Riding Science) sejak tahun 2004.

“Program ini diawali dari trainer Jepang ke karyawan Yamaha di seluruh Indonesia, kemudian menyebar ke instansi, sekolah, universitas, Yamaha Club, hingga mengadakan safety riding di kalangan kepolisian,” ujar Bambang.

Peran Pelumas

Sehubungan dengan adanya program-program dan edukasi safety riding, selain mengecek kondisi kendaraan motor, sebaiknya Anda pun jeli ketika memilih pelumas atau oli sebagai sarana penting dalam mesin kendaraan motor.

Irawan Aulia, Operations Manager PT Castrol Indonesia, berpendapat bahwa pemilihan pelumas sangat penting mengingat bahwa pada kondisi ekstrem ketika pelumas tidak dapat menjalankan fungsinya, maka dapat mengakibatkan “seize” (macet) pada piston. Jika hal ini terjadi pada kecepatan tinggi, maka dapat membahayakan pengendara.

P1010280Bapak Redesmon Munir, Assistant Manager Brand Communications dari PT Pertamina (Persero)  Divisi Pelumas, menambahkan bahwa kegiatan safety riding dengan pelumas memang tidak terlihat langsung. Sebab, safety riding lebih kepada sikap berkendara dalam mematuhi aturan lalu lintas di jalan.

Namun, pemilihan pelumas yang tepat akan memberikan keyakinan diri bagi pengendara dalam berkendara, apakah motornya akan laik jalan.

Selain berperan dalam memproduksi oli atau pelumas yang berkualitas, ternyata pihak produsen oli pun memiliki andil dalam mensosialisakan sikap safety riding. Sebut saja, Castrol yang selalu peduli terhadap keselamatan pengendara sehingga dalam setiap program selalu dimulai dengan safety briefing.

Hal serupa juga dilakukan oleh perusahaan Pertamina dengan membuat Tim Safety Riding yang diberikan secara free kepada konsumen, memberikan tips-tips, seperti mengecek rem, angin ban, rantai motor, oli, dan lampu sign.

Kampanye safety riding merupakan salah satu bentuk solusi menekan laju kecelakaan lalu lintas gara-gara sepeda motor. Namun, upaya ini tidak akan berjalan dengan maksimal, tanpa dukungan semua pihak. Sebagai langkah awal, ada baiknya kita bersama-sama belajar menjadi pengendara yang baik. Semoga..😉

*Artikel dikutip dari Inspiratorial Sepeda Motor, Harian Kompas Kamis 27 Agustus 2009 (hal. 24)

Categories: TIPS
  1. Dinda
    September 2, 2009 at 2:49 pm

    Dinda paling dukung nih kalau soal ginian, karena selain niatnya sangat mulia, Honda juga gak cuma omong doang, tapi emang terus konsisten mengkampanyakan safety riding ini. Baik ya🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: