Home > REPORT > Benarkah Minat Pengiklan Sudah Bergeser ke Media Digital?

Benarkah Minat Pengiklan Sudah Bergeser ke Media Digital?


internet_advertising-01Jakarta, 21 Agustus 2009. Benarkah minat pengiklan sudah bergeser ke media digital?

Hm.. yang pasti kehadiran teknologi internet, blogger, onliners, jejaring sosial, mailing-list, forum internet, maupun portal berita internet memang sudah sangat melekat di masyarakat. Boleh dibilang, bahasa gaul anak-anak sekarang, “.. nggak bisa nge-net? mampus deh lo!”

Teknologi handphone keluaran masa kini sudah memungkinkan setiap orang bisa menggunakan fasilitas internet dengan mudah. Demikian pula melalui teknologi netbook, laptop, hingga PC Desktop yang dilengkapi dengan modem, baik yang berada di kantor, maupun yang dirumah harus terkoneksi dengan salah satu provider internet. Bahkan pernah disebutkan jika program pemerintah akan memasang fasilitas internet ke-daerah-daerah terpencil.

Kalau memang demikian, akankah para pengusaha, pemiliki produk, pemilik brand akan menggeser pemasangan iklan mereka melalui media digital?

Lebih jauh mari kita simak sebuah tulisan yang dikutip dari Harian Kompas hari Jumat, 21 Agustus 2009 dengan judul: “Minat Pengiklan Bergeser ke Media Digital.”

internet-advertisingJakarta, Kompas – Minat beriklan melalui media online semakin tinggi. Hal ini antara lain karena akses masyarakat ke media digital semakin terbuka.

Demikian terungkap dalam Seminar Forum Bisnis Penerbit dengan Pengiklan, rangkaian dari Jambore Pers Indonesia yang digelar Serikat Penerbit Surat Kabar, Kamis (20/8) di Jakarta.

Menurut Sekretaris Jenderal Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI) Adi Trisnanto, perilaku masyarakat telah berubah, dampak dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perubahan itu, antara lain, terlihat dari meluasnya penggunaan telepon genggam dan media internet sebagai jejaring sosial. Perubahan ini disikapi oleh pemasang iklan untuk memasarkan produknya.

Adapun Vice President Marketing Communication Excelcomindo Pratama Turina Farouk berpendapat, perkembangan digitalisasi media harus disikapi dengan strategi bisnis yang menarik minat konsumen. Para pemasang iklan kini cenderung mengombinasikan pemasangan iklan di media cetak dan digital.

Pertumbuhan iklan di media digital mencapai 300 persen, di media cetak relatif tetap. Ini karena minat membaca media cetak turun, sementara minat membaca lewat media digital meningkat. Bila ingin bertahan, perusahaan media cetak harus mengarahkan bisnisnya ke media digital, tanpa meninggalkan bisnis media cetaknya.

Direktur Komunikasi Corporate PT Sampoerna Niken Rachmad mengatakan, media cetak yang memiliki media online tidak otomatis bisa memperbanyak jumlah iklan. Hal ini karena antara media cetak dan media online dari satu grup perusahaan bersaing mendapat iklan.

Para pengiklan dengan keterbatasan dana, kata Niken, dituntut memanfaatkan iklan secara efektif dan efisien dengan membagi porsi iklan pada sejumlah media. Saat ini persentase belanja iklan PT Sampoerna untuk TV 64 persen, media cetak 27 persen, luar griya 3 persen, radio dan media online 6 persen. (LKT)

Categories: REPORT
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: