Home > REPORT > Old Story: Ali Topan Anak Jalanan!

Old Story: Ali Topan Anak Jalanan!


IMGP2355_resize

Pagi hari, Senin pertama bulan Juli 1977. Langit biru muda memayungi Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Matahari mencorong di Timur. Ali Topan, Bobby, Dudung dan Gevaert menaiki motor masing-masing, ngebut di jalanan seputar Blok M.

Blok M adalah suatu blok perumahan dan pertokoan seluas kurang-lebih tiga kilometer persegi. Sebelah utaranya dibatasi lapangan Markas Besar Angkatan Kepolisian atau Mabak, sebelah timur dibatasi Jalan Iskandarsyah Raya, sebelah selatan dibatasi Jalan Melawai Raya, dan sebelah baratnya dibatasi Jalan Si Singamangaraja. Kebayoran Baru terdiri dari beberapa blok, dari A sampai S.

Penduduknya umumnya pekerja dan pedagang kelas menengah dari luar Jakarta, yang berjumlah sekitar 400.000 orang. Empat sekawan itu adalah murid-murid kelas III Pal – Pengetahuan Alam – satu SMA Bulungan I “Bulungan” yang terletak di ujung timur Jalan Mahakam, Blok C Kebayoran Baru, yang berbatasan dengan Jalan Si Singamangaraja.

alitopanMereka tertawa gembira, berdansa di jalanan, itu istilah untuk sport jantung menyelip-nyelipkan motor di sela-sela kendaraan yang melalu-lintas. Wajah-wajah tampan yang cerah, rambut-rambut yang gondrong melambai kena angin, dan bercanda sepanjang jalan merupakan manifestasi sikap bebas aktif anak-anak muda itu. Oleh kaum tua yang sedikit pikun, mereka dinamakan berandalan atau krosboi, tapi mereka tak peduli.

Mereka ada di jalan Panglima Polim Raya. Lampu perempatan Jalan Pangporay -Panglima Polim Raya dan Jalan Melawai Raya menyala kuning. Kemudian merah. Kendaraan umum berhenti. Tapi Ali Topan dan kawan-kawannya langsung saja tancap gas membelok ke arah kiri, memotong kendaraan yang bergerak dari arah Blok M, langsung melaju ke Jalan Bulungan.

“He, bajingan!” seorang pengendara Toyota Corolla tahun 1973 warna kuning memaki Ali Topan yang hampir ditubruknya. Tapi Ali Topan tak menggubris cacian itu. Demikian pula kawan-kawannya.

Mereka terlalu sering mendengar caci maki orang, jadi sudah kebal. Ali Topan Cs tetap ngebut, membelok ke kanan di perempatan Jalan Bulungan-Jalan Mahakam, dan terus menggeblas lewat SMA Bulungan I yang tegak di ujung Jalan Mahakam. Beberapa teman yang ada di depan sekolah melambaikan tangan. Ali Topan Cs tak sempat membalas mereka.

Nama SMA Bulungan I yang terletak di Jalan Mahakam itu berasal dari riwayat dua SMA di Jalan Bulungan yaitu SMA Bulungan Pagi dan SMA Bulungan Sore yang dipisah menjadi dua karena di lokasi itu dibangun Gelanggang Remaja Jakarta Selatan oleh Pemerintah Daerah Khusus Istimewa Jakarta.

Atas inisiatif Gubernur Ali Sadikin yang beken dipanggil Bang Ali. SMA Bulungan Pagi menjadi SMA Bulungan I di jalan Mahakam, sedangkan SMA Bulungan Sore menjadi SMA Bulungan II di Jalan Bulungan. Gelanggang Bulungan nama pop GRJS diapit oleh dua SMA bersaudara itu.

Pada hari peresmiannya, seorang murid lelaki yang patah hati dengan guru perempuan menggambari dinding sekolah itu dengan lambang hati dan anak panah yang patah dan angka Bulungan pakai cat merah darah. Sejak saat itu nama sekolah itu beken dengan sebutan SMA “Patah Ati” atau SMA Bulungan di kalangan remaja Kebayoran.

Pada formasi dua-dua mereka mengebut terus, memotong jalan raya, lurus menuju kawasan pertokoan Blok M. Sopir bis kota, helicak, tuan-tuan di mobil mewah maupun rakyat kelas menengah di atas sadel motor masing-masing memaki kalangkabut, nyaris serempak, ketika para remaja itu seenak hati memotong jalan mereka.

“Hei! Anjiiiing!”seorang muda yang menyetir Mercedes memaki Ali Topan Cs.

“Sama, njiiiing!” Ali Topan balas memaki. la tampak paling tampan, paling gagah dan paling brandal di kawanan anak-anak muda ber-sepeda motor trail itu.

Bagi mereka kawula muda tahun 1970-an dan 10980-an pasti kenal banget dengan sosok “Ali Topan Anak Jalanan” yang ketika itu sangat populer melalui cerita bersambung dan difilmkan ke layar lebar tahun 1978.

Selain bioskop Megaria dan Djakarta Theater Jakarta Pusat, dulu ada juga bioskop yang terkenal di kawasan Blok M, yaitu  bioskop Bulungan yang sekarang sudah jadi pusat belanja modern Blok M Plaza, tepatnya berada persis di depan SMAN 6 Bulungan sekarang.  Dulu tempat tersebut dijadikan tempat ngumpul bagi anak-nak muda Kebayoran sekaligus buat nonton film-film yang lagi populer di Jakarta.

Melihat film Ali Topan, yang bisa diingat adalah gaya hidupnya yang bebas, rambut gondrong dan menggunakan motor trail. Ketika itu motor trail pun ikut booming sejalan dengan suksesnya film Ali Topan Anak Jalanan yang ditulis oleh Teguh Esha.

Kembali kepada soal cerita pada masa kini:

Apa kabar motor trail?

Masihkah motor trail disukai oleh anak muda jaman sekarang?

Masihkah motor trail jadi ikon anak jalanan dengan gaya hidup bebas, rambut gondrong dan hidup bebas?

IMGP2354_resize

Model Bro Chipoy Bro Bikers dan Motor Monstrac

IMGP2356_resize

Motor Monstrac Ex Hyosung

Sumber artikel dalam kutipan: http://buku.infogue.com/ali_topan_anak_jalanan

Categories: REPORT
  1. July 28, 2009 at 2:25 pm

    Ali Topan emang steriotipe bike saat itu

    ulas tentang Gito rollies yg juga biker Oom😀

  2. Eky
    July 28, 2009 at 2:29 pm

    Wah ini tho sosok Ali Topan yang legendaris itu? Gayanya yang megang jaket jeans sambil disampirkan ke pundak itu nggak nahan..Wakakakakakaak…..

  3. July 28, 2009 at 2:43 pm

    eh.. itu kan temen loe sendiri di SMPN 12 kan.. gawat nih, bukannya senang malah ngakak lagi..😀

  4. Rudi
    July 28, 2009 at 2:55 pm

    ulasannya mantap broer, kayak pernah liat modelnya …

  5. Densur
    July 28, 2009 at 3:31 pm

    Keren model helmnyah…merk apa yah???

    kalo ga salah ituh model ENDURACE ya??? nyaman ga yah di pake di perkotaan.

  6. nadi
    July 28, 2009 at 3:32 pm

    Bagi mereka kawula muda tahun 1970-an dan 10980-an pasti kenal banget dengan sosok “Ali Topan Anak Jalanan” yang ketika itu sangat populer melalui cerita bersambung dan difilmkan ke layar lebar tahun 1978.
    ========

    Ooooh….Bro Stephen toku bangetz ya? Pasti saat itu rambutnya gondrong juga sambil naik DT 100. hihihihihi…..

  7. July 28, 2009 at 3:53 pm

    hahaha.. gs sih kawula muda selamanya.. sejak dulu sampe tua..😀

  8. July 28, 2009 at 4:15 pm

    saya masih punya novelnya
    lebih asyik baca novelnya dari pada nonton filmnya

  9. Bobeng
    July 28, 2009 at 4:38 pm

    Sepertinya kenal nih sama modelnya,,,,,,,

  10. Eky
    July 28, 2009 at 8:34 pm

    Wah kok bisa kenal bro, pernah ketemu dimana? Komunitas Trail kah?

  11. Eky
    July 28, 2009 at 8:35 pm

    Wah gw seneng banget bro, sejak SMP memang bro Cipoy ini sudah terlihat bakat modellingnya

  12. nunoe
    July 29, 2009 at 9:34 am

    kalo ada Ali Topan di jaman ini, mungkin pake Kawasaki D-TrackerX kali yah…hehehehe…tapi pake helm, safety first lah..hehehe..

  13. kuro22id
    July 29, 2009 at 5:31 pm

    Motor trail nggak ada matinya. Bagi biker yang belum mencoba menikmati alam sambil adventure bakal ketagihan kalo udah mencobanya.

  14. July 30, 2009 at 3:46 pm

    sayang bro motor trail mahal…

    kalo murah mungkin dah booming kali..

    soalnya kan jalan di jakarta cucok pake trail..

    secara gitu ancur..

    wakakkaka…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: