Home > REPORT > Safety Driving: Anak Klub Jadi Pionir?

Safety Driving: Anak Klub Jadi Pionir?


IMGP2598Jakarta, 20 Juli 2009. Hari libur nasional Senin 20/7 iseng-iseng baca tabloid Otomotif terbitan edisi no. 11/XIX, 20 Juli 2009.

Ketika masuk pada halaman 38, SL.COM agak sedikit terusik dengan judulnya sehingga artikel ini pun hadir disini. SL.COM sekedar ingin memberikan ulasan dan tanggapan.

Tabloid Otomotif memberikan ulasan tentang “Safety Driving” dengan judul “Saatnya Anak Klub Jadi Pionir.”

Yang menarik, diceritakan bahwa ternyata masih banyak komunitas otomotif yang belum punya informasi valid tentang Safety Driving. Hal ini dibenarkan pula oleh dua rekan anak klub mobil yang mengaku kalau ilmu Safety Driving belum pernah mereka terima sacara intensif.

Ditambahkan pula bahwa kegiatan Safety Driving masih dianggap sebagai kegiatan dari satu perusahaan otomotif besar saja. Butuh biaya yang tidak sedikit yang masih menjadi anggapan dari kedua orang rekan anak klub mobil tersebut. Lebih lengkap baca saja tabloid Otomotif tersebut.

Yang menjadi bahan ulasan disini adalah:

  1. Bernahkah Safety Driving sulit? Butuh biaya bersar atau mahal?
  2. Benarkah Safety Driving harus didahului oleh anak klub sebagai pionir?

Pendapat SL.COM:

Bicara keselamatan berkendara semata-mata harus dimulai oleh setiap individu atau orang per orang, atau masyarakat pada umumnya. Kita semua adalah sama-sama pengguna jalan yang selalu menggunakan jalan sebagai sarana transportasi, mulai dari sepeda, sepeda motor, mobil, bus, dan lain-lain.

Artinya, bicara soal keselamatan harus dimulai dari diri sendiri.

Dimulai dari mana?

Jika kita masih punya ingatan yang normal, setiap orang yang bersekolah di SD, SMP hingga SMA pasti dulunya sudah pernah menerima edukasi tentang lalu-lintas. Tidak itu saja, orang tua yang bijaksana pasti akan mengajarkan anaknya bagaimana menyebrang jalan dengan benar, bagaimana duduk dimobil yang benar, bagaimana duduk di motor yang aman, dan sebagainya.

Ketika kita beranjak dewasa, pada usia 17-18 tahun saatnya kita ingin memiliki SIM (Surat Ijin Mengemudi), kita pun harus belajar dulu teori dan praktek ber-lalulintas. Kita diminta untuk memahami Undang-Undang Lalu Lintas, juga memahami teknik-teknik mengemudi yang benar, karena nantinya kita akan di-uji oleh pihak Kepolisian sebagai persyaratan utama memiliki SIM.

Hanya saja bagian yang paling penting disini, yaitu soal “ujian teori dan praktek SIM”, seringkali masyarakat mengambil jalan pintas. Kemudahan ini yang kini menjadi momok soal lalu-lintas di tanah air Indonesia.

Terbukti kita bisa melihat buruknya sikap dan perilaku masyarakat Indonesia dalam mengemudi kendaraan. Ini bicara soal sikap,  mental dan disiplin masyarakat yang sepertinya tidak pernah teruji pada waktu mengambil SIM.

SAFETY DRIVING

Sebenarnya apa sih Safety Driving?

IMGP2595Istilah Safety Driving lebih khusus ditujukan bagi pengguna mobil.

Pada intinya bicara soal sikap, perilaku, disiplin, tata-tertib, dan aturan di dalam berkendara mobil yang memiliki tingkat keamanan dan keselamatan yang tinggi bagi pengemudi mobil dan juga orang-orang yang ada disekitarnya (penumpang atau masyarakat umum).

Istilah kerennya: Zero Accident!

Singkat kata, menyoal Safety Driving adalah berbicara langsung kepada “kelakuan” pengemudi itu sendiri. Sampai dimana sih kelakuan pengemudi mobil yang bisa memberikan rasa aman bagi dirinya sendiri, penumpang dan juga masyarakat luar.

Ketika bicara “kelakukan” dalam hal mengemudikan kendaraan, maka inilah yang jadi masalah utamanya. Seharusnya kita bisa belajar dari mana asal-usul datangnya “kelakukan” yang ada di dalam diri kita sendiri .

Marilah kita renungkan tentang pemahaman dan mengenal sikap diri kita sendiri, juga perilaku, disiplin, tata-tertib, dan terakhir soal aturan dalam berkendara mobil. Apakah ini harus datang dari diri kita sendiri? Atau harus datang dari luar?

Jika anda bisa menjawabnya berarti anda sudah paham soal Safety Driving ini. Sekaligus, jawaban anda memberikan solusi apakah Safety Driving itu sulit? mahal? Ataukah Safety Driving itu harus didahului oleh anak klub?

Apapun kendaraan yang kita kemudikan, semua ini harus berdasarkan  dengan kesadaran yang tinggi dari masing-masing pengemudi, serta mampu memberikan rasa aman dan tentram yang tinggi. Yang paling penting adalah mampu berkendara dengan baik dan aman.

Karena seringkali orang bawa kendaraan seenaknya, bisa bawa mobil tapi ngebut yang dapat membahayakan dirinya juga orang lain disekitarnya. Kecelakaan sering terjadi disebabkan oleh faktor manusia itu sendiri, selain dari pada faktor teknis kendaraan dan lingkungan (alam).

Bicara soal klub atau komunitas otomotif akan lebih tepat dipakai sebagai sarana “kebersamaan” dan membangun rasa peduli dalam hal berkendara dengan aman.

Penerapan Safety Driving untuk kendaraan mobil, dan Safety Riding untuk kendaraan sepeda motor. Keduanya memiliki prinsip yang sama, yaitu menjunjung tinggi dalam hal tingkat keselamatan dalam berkendara.

PERLUKAH BELAJAR/TRAINING SAFETY DRIVING?

IMGP2633Ini sebenarnya sama saja kita sudah sekolah, tetapi masih mau nambah pelajaran extra.

Kita sudah bisa bawa mobil, tapi atas kesadaran kita sendiri  kita mau lebih memahami lagi tentang teknik-teknik khusus dalam hal mengemudi dengan aman.

Kini beberapa ATPM sudah mengeluarkan paket DVD yang berisikan soal Safety Driving. Ketika konsumen membeli mobil baru, seharusnya pabrikan otomotif memberikan layanan alat DVD sebagai petunjuk dasar bagaimana memulai, mengemudikan dan memarkir mobil dengan aman. ATPM Toyota memiliki DVD dengan judul SMART DRIVING. Safe & Efficient.

Sekedar tips soal Safety Driving atau berkendara dengan aman sudah banyak artikel yang dimuat di internet. Kita dengan mudah bisa browsing, bahkan bisa pilih jenis kendaraan apa saja, manual atau automatic transmission, truk dan lain-lainnya.  Salah satu contoh: How To Drive Car A Safely?

Categories: REPORT
  1. Rio
    July 21, 2009 at 10:14 am

    Setuju…
    masa kalah sama anak motor yang kesadaran safety nya jauh lebih tinggi ?😀

  2. wira
    July 22, 2009 at 10:53 am

    Kalau ada pertanyaan “Perlukah belajar/training safety driving?”
    Tentu jawabannya ” Perlu buanget”, namun training ini juga harus didukung oleh kepribadian yang baik, sabar dan memiliki kepedulian terhadap orang lain?

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: