Home > TIPS > Perpaduan Vespa 1964 & Ninja 250 Milik Freddy Hendjan

Perpaduan Vespa 1964 & Ninja 250 Milik Freddy Hendjan


IMGP2105Jakarta, 7 Juli 2009. Ketika hobi sudah menjadi bagian dari gaya hidup, maka apapun caranya harus bisa dicapai.

Sebuah usaha atau pekerjaan yang dilakoni dengan kerja keras dan akhirnya berhasil, maka  akan terasa nikmat menjalankan hobi yang diinginkan. Bebas!

Itulah pesan yang terungkap dari sosok Freddy Hendjan (40) yang punya usaha percetakan, advertising,  bahkan usaha apa saja juga dilakoninya dengan kerja keras. Ternyata, hasil jerih payahnya sebagai wiraswasta mengantarkan ia bebas untuk memilih menjalankan hobi yang diinginkan. Salah satunya adalah hobi otomotif.

Ketika berbicara hobi otomotif, sebenarnya Freddy sudah memiliki dua unit mobil untuk aktifitas hariannya, Hyundai Trajet dan Honda Jazz. Namun yang menarik ia juga memiliki dua unit sepeda motor, yaitu motor jenis Vespa Tahun 1964 dan satunya lagi, Kawasaski Ninja 250 Tahun 2009.

Pria ramah dan sederhana ditemui di rumahnya di kawasan Pondok Cabe, Tangerang pada hari Sabtu, 4 Juli 2009 lalu. Kedua putra-putrinya yang berusia 6 dan 4 tahun ikut pula menyambut. Sedangkan se-ekor anjing ras yang lagi terkurung dalam kandang ikut pula memberikan sambutan dengan gong-gongan yang keras.

Frederick Hendjan, begitu nama lengkapnya, namun lebih suka dipanggil  dengan Freddy yang katanya lulusan dari Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti, masuk angkatan 1987. Awalnya ia memulai pekerjaan sebagai sales percetakan, namun dalam perjalanannya ia memilih jalan sendiri yang kini menjadi pengusaha muda yang sukses dan dikenal oleh relasinya sebagai pengusaha serba bisa.

Masuk dalam topik percakapan tentang roda dua, ia pun langsung memperlihatkan kedua motor yang sudah terpakir di halaman rumahnya. Kedua motor terpakir rapih sejajar yang menunjukkan suatu ‘keunikan dan seni’ antara ‘tua dan muda’, yaitu Vespa Tua 1964 dan Kawasaki Ninja Sport Tahun 2009.

VESPA TAHUN 1964

IMGP2115Vespa Tua terlihat sangat apik dengan kelir warna kuning muda. Bahkan usia Vespa ini jauh lebih tua lima tahun dari pemiliknya yang lahir di tahun 1969.

Ketika ditelusuri, ternyata Vespa Tua ini semula adalah milik ayah sendiri dan asli dari tangan pertama sejak dibeli oleh ayah. Ceritanya dulu, ditahun 1960-an sang ayah mendapatkan pendidikan ke Inggris, dan ketika pulang ke Jakarta, sang ayah tidak lupa memboyong Vespa Tahun 1964.

Sejak tahun 1980-an motor sempat tak terurus di Bandung, namun pada tahun 2005, motor Vespa ini pun di boyong oleh Freddy untuk dihidupkan lagi. Ketika berbicara tentang keaslian spare-parts, dijelaskan oleh Freddy bahwa semua panel, parts, asesories, maupun mesin masih 100% orisinil. Kecali cat bodi yang sudah dicat dua kali karena termakan usia. Bahkan di dalam mesin ada tulisan “Douglas” yang konon ini adalah indentitas Vespa dari pabrikan di Inggris.

Kenapa Freddy memilih Vespa Tua ini? Rupanya sejarah Vespa Tua kini menjadi daya tarik dan menular hampir di semua kalangan yang punya catatan sejarah, namun setidaknya begitulah yang dirasakan oleh Freddy. Ia kini makin tertarik “memelihara” Vespa Tua karena kini motor tersebut makin di gemari  oleh banyak orang. Konon motor makin tua, makin dicari orang!

“Biar motor tua begini, masih banyak orang yang berminat, menawar, hingga bertanya kapan motor ini bakal dijual. Bahkan ada orang yang sudah kasih uang tunai lima juta di atas jok Vespa, ada juga yang mau tukar guling dengan motor Yamaha Mio baru, ada juga yang mau kasih Juipter MX baru. Pokoknya motor ini tidak bakal dijual,” demikian ujar pria ini dengan nada merendah.

IMGP2120“Sejauh ini tak ada niat untuk dijual, bahkan kalau bisa motor ini menjadi keturunan bagi anak-anak saya yang suka dengan otomotif.”

“Motor in punya sejarah dari sang-ayah, kalau pun motor ini nanti dipelihara oleh anak saya, tentunya kelak anak saya akan mengenang sejarah opa-nya, dan seterusnya,” tegas Freddy sambil mengggendong anak perempuanya yang tak mau lepas dari ayahnya.

“Motor Vespa Tua ini memang lebih banyak dirumah, tapi saya secara rutin selalu menghidupkan mesin, membawa jalan disekitar kompleks agar motor tetap awet,” tuturnya lagi sambil mengelap motor Vespa Tua yang diduduki oleh anak perempuannya.

KAWASAKI NINJA 250

Bagaimana dengan kehadiran Kawasaki Ninja 250 atau dikenal dengan si IJO?

IMGP2108“Sebenarnya dari dulu saya suka motor gede. Cita-cita saya adalah punya Harley Davidson atau motor sport lainnya, tapi karena budgetnya belum sampe, maka motor Kawasaki Ninja 250 ini  menjadi pilihan untuk saat ini.”

“Saya dapat info tentang motor Ninja 250 dari media cetak. Motor ini baru aja saya beli dua bulan lalu dan motor ini akan saya pakai nantinya lebih banyak buat aktifitas harian yang membutuhkan gerak cepat. Karena saya tahu kecepatan motor ini jangan ditanyakan lagi,” papar Freddy yang baru ride Ninja berjarak  155 Km (terlihat di speedometer).

Ternyata pria ini sangat aktif dalam pelayanan tugas gereja atau dikenal sebagai seorang pelayan Majelis Gereja GPSI Pancaran Kasih Pondok Labu. Sekali-kali ia membawa motor Kawasaki Ninja 250-nya ke gerejanya. “Pernah saya bawa motor ini buat doa subuh, jalan kan masih sepi jadi saya bisa coba kecepatan motor ini sampai dibatas mana,” jelasnya dengan senyum malu-malu.

Saat ini Freddy masih independent dan belum mau bergabung dengan komunitas atau klub motor Ninja 250, boleh dibilang ia lebih senang membawa motor  sebagai privater saja.

Dalam obrolan, Freddy menegaskan bahwa motor Ninja ini sebenarnya lebih banyak buat sekedar hobi, tetapi tetap saja motor ini berharga baginya. Ia tak merasa rugi walaupun motor seharga Rp45 juta keatas ini tidak dipakai setiap hari. Karena yang ia butuhkan adalah performance, kecepatan, kapasitas mesin besar dan harga yang masih terjangkau. Ibaratnya sepanjang uang dikantong masih sanggup membeli motor ini, kenapa tidak?

Ia pun mengungkapkan bahwa motor ini memang dipakai buat aktifitas yang membutuhkan gerak cepat, disatu sisi kondisi jalan Jakarta kini sudah semakin parah dan macet. Ia akui bahwa selap-selip di jalan macet memang bukan milik Kawasikan Ninja 250, tetapi tetap saja ia katakan kalau memiliki motor ini tetap berharga. Hal ini karena ia masih sanggup membeli motor sekelas 250 cc tersebut.

Motor dibeli Deler Kawasaki Ciputat. Semula ia memilih warna merah, tetapi indent tiga bulan. Akhirnya Freddy pilih warna hijau yang ready stock, hari itu juga motor dibayar tunai dan langsung diantar kerumah.

IMGP2111Soal asesories, Freddy baru mengganti knalpot model racing dengan suara lebih gahar. Rencananya ia akan melakukan modifikasi ringan lainnya, yaitu cutting sticker dan ganti ban Battlax yang lebih lebar lagi.

Ketika ditanya sola kecepatan, Freddy pernah menjajal Ninja 250-nya sampai 120 Km/jam, hanya saja sayang kondisi dan situasi jalan tak memungkinkan lagi.

“Sebenarnya handling dan power Ninja 250 enak banget, kecepatan masih bisa lebih dari 120 Km/jam, tapi lebih baik kita cari aman saja, dari pada maksa dan berbahaya.”

“Soal selap-selip di beberapa titik kemacetan emang rada kesulitan, tapi trek lurus panjang adalah milik Ninja 250. Saya suka dengan motor ini, karena tarikannya yang enteng dan akselerasnya cepat,” kata Freddy menawarkan mencoba jajal motor tersebut ke jalan Pondok Cabe Raya.

Ayo! Siapa takut!🙂

Categories: TIPS
  1. Alon2 Asal Kelakon
    July 7, 2009 at 6:13 pm

    Hebatt. ,
    profesi oke, .hobi oke,. Tak lupa kegiatan rohaninya juga tetap tak ditinggalkan.,😀

  2. July 7, 2009 at 10:22 pm

    Ninja 2009 yg 4 tak yah om? makasih om liputannya..
    om izin minta fotonya sepelung nanti ke indo kepengen ih si ijo
    om Review dong Tuh si Ijo..luar dalem plisss

  3. nadi
    July 7, 2009 at 10:59 pm

    Waaah, Bro Stephen ini memang jagonya numpak sana-sini hehehehe….

  4. July 7, 2009 at 11:43 pm

    sumpah mas..motor gede nya keren banget,,,pasti harganya puluhan juta..

  5. July 8, 2009 at 8:10 pm

    ha ha ha bang stephen kapan2 wawancara orang yg punya cb 100 + ninja 250R he he he he he h😛

  6. July 8, 2009 at 8:18 pm

    reporternya belum sampe bogor bro..🙂 sabar ya..

  7. July 9, 2009 at 2:39 am

    wih bro stephen gagah juga di ninin…

    tinggal nunggu kapan review nininnya kalo udah sampai di rumah😀

    wakakak..

    peace bro…😆

  8. July 9, 2009 at 9:04 pm

    wah,foto vespanya kurang diekspos bro..aksesorisnya juga mantap tuh..
    sip tenan..

  9. July 10, 2009 at 3:56 pm

    disiapin buat artikel terpisah bro..🙂

  10. July 10, 2009 at 4:09 pm

    artikel terpisah bro.. sabar ya..😉

  11. July 11, 2009 at 7:45 am

    wahh…kalau saya lebih naksir vespanya…ciamik sekali

  12. satchboogie
    July 22, 2009 at 9:35 am

    kyknya klo utk keperluan harian dan bergerak cepat tentunya ninja 250 bukan pilihan yang tepat,apalagi untuk situasi macet dan dalam kota.mungkin klo saya berpendapat,untuk tujuan itu,sebaiknya anda pilih yang ramping,lincah,irit dan kencang.banyak pilihan yang tepat untuk itu.
    ninja 250 lebih ke fashion dan prestise klo menurut saya,karena klo mau bicara power pun,ninja 250 tetap tidak begitu lebih baik dari saudara kandungnya yaitu ninja 150 rr atau 150r sekalipun.
    seandainya honda mengeluarlkan atau refresh produk jadul cbr 250,sy lebih prefer ke cbr dengan power lebih pantas untuk tampang sport kyk gitu.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: