Home > REPORT > Kreatifitas Motor Sebagai Alat Marketing

Kreatifitas Motor Sebagai Alat Marketing


Saya nggak tau lagi mau bilang apa tentang keberadaan sepeda motor saat ini.

Ada yang bilang bahwa kepadatan motor kini semakin meresahkan, dan sebaliknya ada juga yang bilang kalau motor kini makin dibutuhkan.

Yang lain lagi, ada yang bilang kalau jumlah motor harus dikurangi. Produksi pabrik motor yang harus dibatasi.

Yang pasti ada puluhan, ratusan, hingga ribuan komentar tentang kehadiran motor yang bisa ditemui di media cetak atau media on-line milis, blog, dll.

Nah, bagaimana dengan anda sendiri? Anda mau bilang apa tentang keberadaan sepeda motor hingga saat ini?

Ibarat sebuah benda yang sangat dibenci tapi terang-terangan tetap saja dibutuhkan. Atau berbicara sebaliknya, motor masih dibutuhkan tapi tetap dibenci. Entahlah..🙂

Melalui artikel ini, mari sejenak kita cermati gambar yang ada di halaman blog ini. Foto-foto yang ada saya ambil disaat konvoi kecil yang terdiri dari enam motor sedang berhenti di SPBU Pertamina yang berlokasi di seberang MTA (Mal Taman Anggrek), tepatnya diantara traffic light Grogol dan Tomang.

Motor bilang dibenci, tapi faktanya TELKOM sebagai perusahaan BUMN (Badan Usaha  Milik Negara) memanfaatkan motor sebagai sarana marketing atau pemasaran untuk mensosialisasikan produk telpon CDMA merek FLEXI.

Bagi masyarakat modern masa kini, khususnya pengguna telepon selular, siapa sih yang enggak kenal dengan CDMA FLEXI. Mengingat persaingan usaha operator telpon selular makin ketat, maka mau tak mau langkah dan strategi marketing  dengan metode “apa saja” harus bisa diterobos. Bagi orang marketing, semua jalur harus bisa dihalalkan melalui inovasi dan kreatifitas.

Salah satu metode marketing modern adalah menggunakan sarana motor yang  dianggap sebagai mobile marketing tools (alat pemasaran yang mudah bergerak). Dalam hal ini, pihak TELKOM  merasa perlu membawa nama FLEXI dengan cara mobile (bergerak kemana-mana).

Nah, apakah cara-cara ini adalah baru dalam pemasaran modern masa kini? Sebenarnya tidak juga, sebelumnya saya sudah beberapa kali menemui kegiatan marketing yang menggunakan motor dan mobil dan hanya saja saya tak membuat foto seperti event ini.

Seorang Satpam SPBU Pertamina kepada saya ketika saya membuat foto: “Pak.. tuh motor emang-nya buat apa?” Sebuah pertanyaan polos dan lugu yang bisa mewakili masyarakat secara umum. Kemudian saya jawab: “Yang bapak lihat di motor itu ada apa?”, langsung dijawab oleh Satpam tersebut: FLEXI!

Ya, hanya satu kata yang disebut yaitu FLEXI!

Sebuah nama yang hanya perlu “dibaca dan dingat” ketika anda berurusan dengan pulsa dan telepon selular. Tertulis text besar di belakang motor tersebut: GRATIS NELPON SESAMA TEMAN, BIKIN LUPA DARATAN, SE-KOMUNITAS, SE-INDONESIA.

Tercatat iringan motor FLEXI ini terdiri enam bikers yang berasal dari Kantor TELKOM Wilayah Jakarta Barat. Menggunakan motor skutik merek Yamaha Mio Soul tahun 2009. Motor tergolong motor baru karena di plat nomornya ada angka 05-14, artinya STNK dimulai dari bulan Mei 2009 s/d Mei 2014.

Motor tampil apik dengan warna dasar putih dikombinasikan dengan warna merah di bagian footstep. Warna memberi kesan produk FLEXI, yang dilengkapi dengan box warna merah, pelek motor warna kuning, pake windshield besar, kaca spion tinggi, wah pokoknya tampilan motor skutik TELKOM maknyus dan keren. Boleh juga jadi contoh buat modif skutik.

Bikers-nya menggunakan gear and apparel yang sama (seragam), full helmet dan mereka berjalan secara beriringan. Rute yang dilewati adalah jalan-jalan yang padat dan sering macet, agar masyarakat jadi ‘ngeh’ tentang FLEXI.

Masihkah motor dibenci? Atau perlukah motor dikurangi?

Categories: REPORT
  1. piss rider
    June 9, 2009 at 11:16 am

    gw pernah ngeliat ni di pejompongan,..
    bikin macet bro,.. mreka ngasih selebaran ga pake turun dari motor jd lumayan makan jalan dikit!!
    maap ya, gw cuma takut makin banyak yang benci motor,..
    tapi mang motornya lucu,…

  2. June 9, 2009 at 11:22 am

    piss rider, yg gw tau kalau mereka konvoi gak mau putus.. mereka dipaksa untuk tetap bersama.. mungkin ikutin SOP marketing mobile-nya.. yg begini suka bikin sebel orang.. hehehe..🙂

  3. Nug
    June 9, 2009 at 2:04 pm

    Hm.. lucu dan kreatif..
    Tapi SOP untuk melakukan proses marketingnya mesti lebih baik kali ya, agar gak back fire dan menyimpang dari tujuan awalnya, menarik perhatian dan mencari simpati.

  4. gadjah
    June 9, 2009 at 5:25 pm

    kalo saia mah lebih tertarik ma jaketnya aja. warna-warni euy

  5. June 10, 2009 at 9:20 pm

    Itu mah biasa..di madiun malah pake sepeda pancal..!! namanya ‘iklan pancal’

  6. June 17, 2009 at 1:38 pm

    WAH…MANTABS TUH…coba dong boxnya pake maxia…pasti lebih keren….heehheheh….

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: