Home > REPORT > D’BANDITOS: Apakah Ini Klub Motor di Tubuh HTML Jaksel?

D’BANDITOS: Apakah Ini Klub Motor di Tubuh HTML Jaksel?


d'banditosJawaban: Bukan!

Informasi ini diterima langsung dari PIC (Person In Charge), Bro Bima ‘Eyang’ Martoyudo anggota HTML 720 pada suatu percakapan setelah ia pulang dari touring menjelajah Sumatera.

D’BANDITOS bukan klub motor. Sekali lagi ini perlu ditekankan bahwa keberadaan nama D’Banditos yang sering disebut-sebut di dalam tubuh HTML Jaksel jelas-jelas bukan sebuah klub motor, ataupun komunitas yang menjadi saingan di dalam tubuh HTML sendiri.

Oleh karena itu, maka artikel ini sengaja diangkat dengan maksud ingin memberikan penjelasan kepada kalangan bikers yang sudah sering melihat stiker-stiker  D’Banditos khususnya menempel di motor-motor Honda Tiger anggota komunitas HTML Jaksel yang wara-wiri di seputaran Jabodetabek.

Jadi, apakah sebenarnya D’Banditos itu?

Mengapa ada stiker D’Banditos bisa nempel di motor Honda Tiger anggota HTML Jaksel? Apa maksud dan tujuan kehadiran D’Banditos di dalam tubuh HTML Jaksel? Apa saja syarat-syarat untuk mendapatkan stiker D’Banditos.

Nah, disinilah jawabannya.

Dibawah ini adalah hasil wawancara khusus yang terekam dengan tiga orang anggota D’Banditos yang sukses menyelesaikan penjalanan touring Sumatera selama 16 hari.

IMG_0268

D'BANDITOS HTML Jaksel di pantai Krui Lampung Barat

Q: Jadi apa sebenarnya D’Banditos?

Bro Bima: Berdiri dari woro-woro temen-temen HTML Jakarta Selatan. Diukur dari perjalanan anggota HTML Jaksel yang sudah melakukan perjalanan touring lumayan jauh. Waktu itu HTML Jaksel pernah ikut touring ke Jogja, kemudian dilanjutkan touring ke Semarang dalam rangka ikut Jambore Tiger Peti Kemas tahun 2005. Dari situlah berdiri D’Banditos, tolok ukurnya hanya sebuah stiker kecil saja. Jadi, bagi teman-teman HTML Jaksel yang getol touring hingga sampai Jogja, maka bisa kita berikan sebuah stiker D’Banditos. Didalam perjalanan mengenai D’Banditos, stiker D’Banditos akhirnya dipakai sebagai tolak ukur touring, khususnya bagi anak-anak HTML Jaksel, seberapa jauh sih atau ‘how far can you go’. Nah, sekarang kan sudah ada pencapaian yang lebih jauh lagi nih.. kita sebagai anak-anak HTML Jaksel sudah ada empat orang yang sudah sampai ke titik nol (red=kilometer nol) Sabang, Aceh.

Q: D’Banditos ada arti khusus atau punya kata kepanjangannya?

Bro Bima: D’Banditos lebih cenderung berasal dari kata ‘the bandit’. Kita ambil dari sebuah nama klub motor Harley Davidson di New Mexico Amerika. Nama tersebut sebenarnya sudah dipakai juga oleh banyak klub atau komunitas bikers di negara lain. Tapi, kita bikin sedikit perbedaan dengan  kata “D’BANDITOS,” sementara yang lain mungkin ditulis  “The Banditos.” Arti khusus bagi HTML Jaksel adalah mereka yang GGT alias getol-getol touring.

Q: Apakah D’Banditos ini sebuah klub atau komunitas baru?

Bro Bima: Bukan. Pada intinya begini saja deh.. D’Banditos itu hanyalah sebuah nama di HTML Jaksel  yang menjadi tolak ukur untuk anak-anak HTML Jaksel yang sudah melakukan touring jauh. Tidak membedakan diantara para anggota HTML Jaksel, hanya saja secara spesifik  mereka yang sudah pakai stiker  D’Banditos akan menjadi tolak ukur kalau ia sudah pernah  melakukan touring jauh bersama-sama anggota HTMl Jaksel lainnya. Setidaknya, stiker D’Banditos menjadi sakral touring jauh, kalau sebelumnya yang jadi patokan adalah Jogja, maka sekarang adalah titik nol Sabang Aceh.

Q: Berapa orang bikers yang sudah mendapatkan stiker D’Banditos?

Bro Bima: Saya perkirakan sudah 50 orang bikers HTML Jaksel. Tapi, mengingat stiker D’Banditos telah banyak juga dipakai oleh para anggota HTML lainnya namun belum touring jauh, maka untuk kedepannya kita akan berikan bravet, kusususnya kepada  mereka yang sudah touring jauh. Apalagi khusus mereka yang sudah sampai titik nol, maka kita akan buatkan bravet khusus. Jika teman-teman belum melakukan touring jauh bersama HTML Jaksel, minimal sampai Jogja, maka stiker D’Banditos belum bisa diberikan.

Q: Bagaimana kesan Anda setelah menyelesaikan touring jelajah Sumatera?

Bro Bima: Kesan saya pribadi touring sepeda motor setelah mencapai titik nol Sabang, buat saya pribadi merasa sudah mempunyai nilai keperibadian yang lebih dari pada yang kemarin bagi saya seorang bikers. Karena itu adalah nilai puncak prestasi bikers dengan perjalanan touring menempuh dataran Sumatera yang penuh dengan tantangan. Motor tidak dipaket, tapi 100% riding, dengan rute Sumatera yang tidak biasa, pergi melalui jalur timur dan pulang melalui jalur barat. Tolak ukur sebagai bikers yang mampu mengenal  dan menjaga kepribadian diri sendiri, spiritual, riding skills, safety riding, team, tingkat emosi, kesabaran dan time management atau mengatur waktu yang baik. Jelas itu suatu pencapaian touring yang dapat dibanggakan buat saya pribadi!

Bro Eka:  Saya belajar banyak dari kesalahan saya sendiri ketika terlambat mengisi oli. Kesan yang mendalam ketika saya harus berpisah dtinggal oleh teman-teman di Palembang karena perjalanan touring harus tetap dilanjutkan. Setelah usai perbaikan, besoknya saya menyusul teman-teman menuju Pakanbaru seorang diri (red=solo touring) melewati jalur timur antara Jambi-Pakanbaru yang ganas, panas, keras dan jalanan yang hancur rusak berat. Saya sempat melihat seekor ular putih sebesar betis orang, juga binatang celeng hitam dengan anaknya melintas di jalan. Akhirnya, saya bisa ketemu lagi dengan rekan-rekan di Pakanbaru, dan disitulah puncak rasa bahagia yang tidak bisa diungkapkan, kalau ternyata saya bisa bergabung lagi dengan tim untuk melanjutkan perjalanan menuju Duri, Medan, Aceh sampai ke Sabang. Saya sampai merinding, bisa ketemu lagi dengan tim, karena ini semua diluar perkiraan.  Pada prinsipnya, touring Sumatera ini bisa dibilang sebagai touring spritual untuk menemukan jati diri seorang biker.

Bro Cheppy: Kesan saya untuk touring trans Sumatera ini sangat luar biasa, betul saya tidak akan melupakan perjalanan touring ini. Saya kalau ditanya untuk kedua kalinya, enggak deh.. ha-ha-ha..🙂 Harapan saya untuk generasi berikutnya, silahkan saja Sumatera dijajal, bagi D’Banditos dan HTML ini bisa sebagai pembuktian seorang biker yang tidak saja bermain di dunia maya, tetapi juga berani menjajal Sumatera dengan touring pulang-pergi secara utuh.

Q: Tips apa yang bisa diberikan untuk rekan-rekan lain yang belum pernah touring jauh?

Bro Eka: Sebuah touring membutuhkan komitment dari setiap peserta. Jika ada rekan bikers yang mogok dan bermasalah, harus mengacu pada “komitment awal”, pilihannya antara lain pulang diangkut dengan truk, ditinggal untuk perbaiki sendiri, atau menyusul tim jika motor sudah bisa jalan lagi. Ketika menyusul kembali tim yang sudah jauh, saatnya biker menjalani solo riding, maka disini dibutuhkan mental keberanian, kekuatan sendiri, mampu mengendalikan keselamatan diri sendiri, dan mengatur kecepatan sesuai kemampuan sendiri. Berbeda jika touring bersama group, dimana saya harus bisa kompak dan mengimbangi kemampuan teman-teman yang lain, mengerti rekan biker yang lain,  dan harus bisa mengatur waktu (time management) secara bersama.

Bro Bima: Ada baiknya bikers pernah mengikuti touring jauh. Ada banyak pengalaman yang bakal didapat, antara lain menemukan jati diri, kepribadian, motivasi bikers ketika jalan bareng atau solo riding. Harapan saya buat teman-teman yang lain, ini adalah pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan seumur hidup, biker yang sudah sampai titik nol pasti beda dengan biker yang cuma touring di pulau Jawa. Melihat kondisi jalandi pulau Sumatera, saya bisa kasih nilai 10 untuk Medan-Aceh (pp), jalan remuknya di wilayah lain juga 10, jalan hutannya juga 10, jalan gunung melintasi Bukit Barisan juga 10, tikungan dan tanjakan 10, jalan perkebunan juga 10. Pokoknya mantep deh.. ini kan beda buat kondisi jalan Jawa yang bisa ditempuh sama keluarga ketika mudik. Kita tau semua kelas motor bisa lewat di seluruh rute jalan-jalan Pulau Jawa. Ini bukan mau menakuti-nakuti teman-teman, tapi kalau mau menilai “skill dan kemampuan touring anda sebagai biker” dan aspek-aspek lainnya, silahkan saja dicoba touring dengan rute Sumatera.

Q: Bagaimana rencana touring selanjutnya untuk D’Banditos?

Bro Eka: Sekedar guyonan saja, Merauke boleh juga dipikirkan, he-he-he..🙂 Kan perjalanan dari Sabang sampai Merauke.

Silahkan baca artikel sebelumnya: Pertama, Kedua, Ketiga, dan Keempat.

Jembatan Ampera Palembang

Selamat Datang! Korwil HTML Riau, Bro Tony Roy HTML 1822

Sumur Minyak Pertama di Indonesia

Brotherhood! HTML Jaksel ikut membantu kerusakan motor HTML Riau

Titik Nol (Tugu Kilometer Nol)

Sunset di ujung pulau Sumatera

Danau Toba, Sumatera Utara


Parapat Danau Toba, Sumatera Utara

Negeri Di Atas Awan: Sipirok, Sumatera Utara

Taman Nasional Kerinci Seblat, Jambi

The End.

Categories: REPORT
  1. May 23, 2009 at 7:16 pm

    Saya nanda dari YMCI Chapter Bandung. Betul apa yg dikatakan bro2 semua tentang Lintas Sumatera dimana saya telah menjalani seperti apa yg di sampaikan di atas bahwa turing Sumatera bisa dibilang turing spritual. Kebetulan saya saat itu Solo Turing saja. Pergi lewat Lintas Timur, pulang saya lewat Lintas Tengah dimana saya harus tergopoh2 dikejar kawanan2 yang berniat buruk ke saya.

    Namun, selain feedback yang akan kita rasakan setelah pulang dari Sumatera. Adalah kepuasan..kepuasan yang tidak ada bandingan nya..

    Salut buat Bro dr HTML yg telah menembus Lintas Sumatera..

    Bagi saya.. jika ada kesempatan ke dua mencicipi lagi lintas Sumatera.. saya ” MAJU “!

    Salam,

    Nanda
    YMCI ( Yamaha MX Club Indonesia)
    Chapter Bandung

  2. May 25, 2009 at 9:07 am

    he..he..he.. aku dapet temen yang juga solo touring…tapi banyakan masbro nanda.. salut euy… cuma yang bikin rada rada gimana gitu disaat kita HARUS berpisah dengan temen seperjalanan.dan moment disaat kita KETEMUAN lagi di kota Pakanbaru… gilee…pergi bareng..pulang yaa.. bareng kaga ada persiapan utk solo touring…. tapi Peungalamaaaaannnnya… wah. Maknyuss..deh.salam brotherhood utk YMCI chapter bandung.

  3. May 25, 2009 at 10:22 am

    salam kenal buat semua bikers yang ada di html, saya anggota baru di html pekanbaru,

    saya baru baca artikel… D’Banditos, jadi pengen touring juga nee.. ngikuti jejak pendahulu. pengalaman nya luar biasa…. bravoo om.

  4. aji
    May 25, 2009 at 1:25 pm

    salut untuk temen-temen semua…apalagi kemaren nonton film long way round…asik banget…bikin kepengen…

  5. pissadri
    May 26, 2009 at 8:32 am

    gokil… bro2 HTML….
    salut,.. tp walaupun da jauh, jangan lupa ya ma club2 bebek….

  6. Danar
    May 26, 2009 at 3:10 pm

    Selamat buat Eyang dan teman2 jaksel. Titik nol sebuah representasi pembantinan nilai sebagai seorang biker. Salut…

    Salam,
    Danar

    Ps…kapan yah bisa….??

  7. May 28, 2009 at 11:39 pm

    mantabs foto2 sabangnya.
    jadi inget thn 2006 waktu ke jogya bareng dbanditos.
    hmm kapan yah bisa ke titik NOL sabang

  8. May 31, 2009 at 2:30 pm

    kalo ada orderan bikin special sticker, jacket/kaos HTML boleh dibagi2 ya ke teescafe..hehe :p
    buat sticker spotlight helm/motor juga bisa ^^
    contact2 ya Om..

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: