Home > TIPS > Terbukti Oli Enduro 4T Tangguh Melahap Jalur Sumatera!

Terbukti Oli Enduro 4T Tangguh Melahap Jalur Sumatera!


Enduro4T-1Jakarta, 16 Mei 2009. Terbukti sudah ketangguhan pelumas Pertamina Enduro 4T mampu melahap dan menjelajah rute-rute yang berat di Pulau Sumatera!

Sebagaimana diketahui, bahwa lima bikers HTML (Honda Tiger Mailing List) Wilayah Jakarta Selatan telah usai menempuh perjalanan touring jauh dari Jakarta menuju “Kilometer Nol” yang terletak di ujung NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), tepatnya Pulau Weh Sabang, Provinsi NAD.

Sebelumnya silahkan dibaca dulu dua artikel yang berhubungan dengan artikel ini juga: Artikel Pertama dan Artikel Kedua.

Apa yang mau diangkat disini adalah masalah minyak pelumas atau oli mesin yang dipakai oleh ke-lima bikers HTML Jaksel tersebut. Tak disangka jika salah satu dari mereka, yaitu Bro Marko anggota HTML No. 447 adalah pemilik Honda Tiger tahun 1996 yang menggunakan pelumas merek  nasional: Pertamina Enduro 4T.

Boleh percaya atau tidak, Bro Marko dengan motor Honda Tiger-nya si “Bagioro” yang sudah berusia 13 tahun tersebut ternyata sama sekali tidak mengalami kesulitan sedikit pun dalam perjalanan yang ditempuh selama 16 hari, dengan rata-rata perjalanan per hari antara 400 s/d 500 km. Sedangkan total keseluruhan perjalanan touring tersebut adalah 5,730 kilometer!

Ketika Bro Marko mau berangkat touring atau menjelang start pada hari Sabtu, 25 April 2009, ia sempat menunjukkan barang bawaannya, dan salah satu benda yang sangat berharga adalah oli atau minyak pelumas Pertamina Enduro 4T sebanyak dua botol, yang satu ukuran satu liter, dan satunya lagi ukuran 0.8 liter.

Sementara itu ke-empat rekan bikers lainnya membawa merek minyak pelumas non-Pertamina, bahkan bisa dibilang diantara mereka membawa merek pelumas yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya.

Dibawah ini adalah kutipan obrolan dengan Bro Marko yang terekam di lokasi kopdar HTML Jaksel  hari Jumat 15/05/09 pukul 23.00 WIB disaksikan oleh beberapa rekan HTML lainnya yang ingin mendengarkan cerita atau pengalaman touring Jelajah Pulau Sumatera:

Q: Berapa orang bikers yang pakai Pertamina Enduro?

Bro Marko:  Saya sendiri. Yang lain pake merek non-Pertamina. Malah masing-masing dari kami pakai merek oli yang beda-beda. Mungkin touring kami ini bisa jadi sebuah pembuktian di antara merek oli yang dipakai oleh setiap peserta.

Q: Apa ada kesulitan memperoleh pelumas Pertamina Enduro?

IMGP3370-250

Bro Marko HTML 447

Bro Marko: Secara prinsip tidak ada masalah mendapatkan pelumas Enduro sepanjang perjalanan touring Sumatera, baik di jalur timur yang terkenal jalan rusak dan cuaca panas. Begitu pula di  jalur Barat/Tengah yang dikenal dengan jalur pegunungan Bukit Barisan.  Minyak pelumas keluaran Pertamina bisa didapatkan di setiap SPBU Pertamina dan juga di toko-toko pelumas, maupun emperan jalanan. Tapi, kesulitan yang saya dapat adalah mencari oli dengan ukuran satu liter. Tapi ini terpaksa saya akali dengan solusi membeli dua botol 0.8 liter. Botol oli yang kapasitas satu liter di-isi lagi (=refill) sampai penuh. Sisanya untuk cadangan selama perjalanan, atau maksudnya jadi oli tambahan kalau oli mesin sudah berkurang.

Q: Kapan ganti oli dilakukan?

Bro Marko: Yang pertama di Jambi, untuk jarak antara Jakarta-Jambi 1500Km. Yang kedua, di Medan untuk jarak 2600 KM. Kota Medan disini maksudnya, setelah kami melewati rute Jambi, Pakanbaru, Medan, Banda Aceh dan balik lagi ke Medan. Artinya botol kedua baru diganti setelah saya pulang dari Aceh dan singgah di Medan. Semua motor Honda Tiger yang dipakai oleh peserta mengalami pengurangan oli karena penguapan akibat mesin panas. Tapi di sepanjang perjalanan, saya rajin memeriksa oli di mesin melalui alat “deepstick.” Saat diperiksa, kalau oli mesin sudah turun atau berkurang, maka oli mesin akan saya tambahkan lagi sekitar 200 cc.

Q: Tadi dikatakan ada pengurangan atau penguapan oli di mesin, hal itu kenapa bisa terjadi?

Bro Marko: Saya prinsipnya bukan kualitas oli atau merek oli yang saya cari. Tapi begini, perjalanan touring kami secara rata-rata mengambil kecepatan tinggi, sekalipun di jalanan gunung yang sudah menjadi makanan motor Honda Tiger. Kecepatan tinggi menimbulkan panas, akibat panas menimbulkan penguapan. Honda Tiger itu kan punya saluran nafas yang masuk kedalam kotak udara. Dari situ, uapnya kesedot. Penguapan ini bisa terjadi disemua motor Honda Tiger. Penguapan oli tidak melihat merek olinya. Semua motor peserta pasti mengalami kejadian penguapan yang sama. Disini saya mujur, karena saya pakai oli Pertamina Enduro secara konsisten sejak awal, sehingga ketika oli sudah berkurang karena penguapan tadi, maka dengan cepat oli mesin saya tambahkan lagi. Tapi, masalahnya untuk ke-empat rekan saya yang lain, terbukti mereka mengalami kesulitan mencari merek oli yang sama (red=merek yang dipakai ketika start dari Jakarta), karena merek yang dicari tidak ada, jadinya pake merek lain, sedapatnya asalkan masih 20W-50 dari merek apa saja. Jadi, disitu mereka terpaksa harus gonta-ganti merek pelumas selama perjalanan.

Q: Jadi dengan oli dari merek Pertamina Enduro benar-benar membantu? Betul begitu?

Bro Marko: Ya betul sekali. Saya bisa pakai Enduro secara konsisten sepanjang saya tahu minyak pelumas Pertamina bisa diperoleh dengan mudah di sepanjang perjalanan pulau Sumatera. Saya bisa dapatkan di SPBU Pertamina, kalaupun sampai tidak ada di SPBU, maka saya cari di emperan jalan, atau bisa juga di toko oli onderdil atau bengkel lainnya.

Q: Bagaimana cara anda mengontrol oli mesin?

Bro Marko: Rata-rata perjalanan kami menempuh 500 Km.  Rata-rata per hari sekitar 12 jam. Jadi, saya harus melakukan kontrol oli pada saat pagi hari sebelum berangkat. Motor dipanaskan dulu sekitar tiga sampai lima menit, setelah itu mesin dimatikan. Dengan alat ‘deepstick’, pengukuran oli mesin bisa dilakukan dengan cara, alat ‘deepstick’ dilap dulu, kemudian dimasukkan lagi ke dalam mesin. Lihat batas-batas  yang ada pada alat ‘deepstick.’ Biasanya hasil dari pengukuran saya, oli mesin sudah turun dengan rentang antara 100 mili sampai dengan 200 mili karena adanya penguapan tadi.  Nah, sebelum saya jalankan motor, maka saya tambahkan lagi oli mesin menjadi penuh satu liter. Hal ini saya lakukan setiap hari. Kalau saya lihat oli sudah berkurang, maka oli harus saya tambah lagi sebelum saya lanjutkan perjalanan. Ada pengalaman buruk dari seorang peserta yang sering bolak-balik turun mesin, masalahnya dia tidak pernah periksa oli mesin karena percaya “katanya bisa tembus 9,000 Km.” Lah.. bagaimana? Kalau baru seribu kilometer ternyata oli-nya sudah tinggal seperempat. He-he-he.. Jangan termakan dengan iklan. Lihat oli mesin sekarang juga, pastikan oli masih satu liter. Kalau sudah kurang, segera diisi atau ditambahkan, walaupun motor baru diservis minggu lalu. Pasti ada penguapan, apalagi yang suka main di kecepatan tinggi.

Q: Kapan penggantian oli yang ketiga kali-nya?

Bro Marko: Di Bengkulu. Maksudnya ganti oli disini adalah mengganti oli secara total. Oli dikuras, atau saya akali dengan standard motor samping (red=motor miring kekiri). Selanjutnya oli mesin di isi lagi dengan oli yang baru. Bagaimanapun, saya tetap pakai Pertamina Enduro sampai hari ini juga. Perlu saya tambahkan, bahwa perjalanan touring jelajah Sumatera ini, saya telah menghabiskan oli sebanyak lima liter, ini sudah termasuk dengan penggantian tiga liter oli yang baru. Jadi, yang dua liter itu adalah sebagai oli tambahan.

Q: Apa tips yang bisa diberikan untuk rekan-rekan lain?

Bro Marko: Pertama, harus dipahami bahwa oli itu adalah ‘darah mesin.’ Jadi, dalam kondisi apapun kalau mesin sudah kekurangan darah, dipastikan mesin akan rusak. Sesibuk apapun para bikers, tak sempat servis rutin motor, karburator kotor, tapi jagalah agar volume oli mesin tidak berkurang. Insya Allah mesin motor pasti aman dan tidak rusak. Kedua, jangan melebihkan oli mesin menjadi 1.2 liter, itu bukan solusi yang tepat, tapi aturlah agar oli tetap dalam jumlah yang konsisten satu liter. Ketiga, pilihlah merek pelumas yang mudah diperoleh. Pengalaman touring ini menjadi pelajaran berharga bagi rekan-rekan yang membawa merek oli yang susah didapat, bahkan bengkel-bengkel yang ada di pulau Sumatera banyak yang tak kenal dengan merek oli mahal yang dijual di Jakarta. Percuma pakai oli dengan merek mahal-mahal!

Q: Sejak kapan bro Marko pakai Pertamina Enduro?

Bro Marko: Saya pakai merek pelumas Pertamina Enduro ini sejak HTML melakukan tanda-tangan kerjasama dengan perusahaan Pertamina. Saat itu saya dapat jaket merah HTML yang ada tulisan Pertamina Enduro (red=tahun 2005). Sejak itu saya pakai Pertamina Enduro hingga saat ini. Sampai hari ini, saya tetap konsisten pakai Pertamina Enduro karena memang terbukti olinya bagus. Saya tidak pernah ganti-ganti merek lain.

Q: Apa saja kelebihan Pertamina Enduro?

Bro Marko: Buat pakai harian di Jakarta tidak ada masalah. Buat pakai touring, yang saya alami oli mudah didapat dibandingkan dengan merek lain. Karena minyak pelumas ini adalah produksi nasional Pertamina, mangkanya Enduro selalu tersedia di setiap SPBU Pertamina. Walaupun tidak ada yang jual satu liter, tapi yang 0.8 liter kan bisa juga diakali. Solusinya ya itu tadi kan sudah saya bilang, terpaksa saya beli dua botol ukuran 0.8 liter.

Q: Pengalaman terbaik dengan Enduro?

Bro Marko: Buat saya, sejak saya pakai pelumas Enduro sejak dari awal, saya sama sekali tidak mengalami “slip kopling.” Betul. Saya tidak mengalami kejadian seperti itu. Sesudah ganti olipun, sentak awal tetap enak, tarikan motor enteng. Ini saya akui kalau motor saya adalah Honda Tiger tahun 1996 dengan kondisi standar. Tapi, saya tetap bisa mengimbangi dengan rekan-rekan lain yang pakai motor Honda Tiger terbaru, contohnya ada peserta yang bawa Honda Assymetric 2009, bagaimanapun juga saya masih bisa imbangi mereka walaupun dengan kecepatan antara 100 s/d 130 Km per jam. Buat saya semuanya tidak ada masalah.

Q: Bagaimana ketika melewati pengunungan Bukit Barisan?

Bro Marko: Saya harus akui motor kalau Honda Tiger ini adalah jargonnya motor gunung, disaat mesin semakin panas, malah motor akan semakin bandel dan tangguh melahap setiap tanjakan dan tikungan. Hal ini juga diakui oleh semua rekan saya yang lain, begitu kami masuk kawasan pegunungan Bukit Barisan, mesin Honda Tiger akan semakin bertenaga. Mesin makin panas, walaupun melewati udara pegunungan yang dingin, rasanya mesin koq semakin enteng saja. Saya yakin, memilih oli mesin yang tepat seperti yang saya rasakan memakai Pertamina Enduro 4T dijamin ini membuat perjalanan touring jadi nyaman dan menyenangkan. Enam belas hari perjalanan touring benar-benar memang tak terasa. Saya puas dan bangga sudah bisa keliling Sumatera dengan motor kesayangan ‘Bagioro.’

IMGP0591

IMGP0597

Categories: TIPS
  1. May 16, 2009 at 6:58 pm

    kereeennn….!!

    sayang ya enduro yang 20w50 gak ada yang 1 liter…

    oiiya om stephen bagusan mana sih yang 20w50 sama yang 10w40..??

    kok saya pake yang 10w40 baru 800km udah gak enak olinya…

    di tarikan jadi berat..

    walhasil sekarang jadi pake federal deh..

    soalnya masih garansi mesin
    hehehhe…😀

  2. May 16, 2009 at 9:56 pm

    @anggi
    sebenarnya ada kok yang 1 liter,cuman memang permintaan pasar kebanyakan 0,8 liter jadinya yang mudah ditemui. Sedangkan Pertamine Enduro 4T Racing hanya tersedia kemasan satu liter. Sesuaikan kebutuhan mesin Anda dengan pelumas yang tepat..
    Pakai Pelumas Pertamina, Kita Untung, Bangsa Untung..

  3. May 16, 2009 at 11:01 pm

    tenkyu, yang penting dah mampir..😛 situsnya mang gak ada tentang motor, tapi beneran lho aku punya v max, tapi aneh, kayaknya ngga ke empat silindernya deh berfungsi, mungkin harus overhoul kali ya? masalahnya takut gak dapet partnya.. gambarnya ada di facebook gw.. any way thx lagi deh… kalo mau FB eoin77@yahoo.com thx lagi hehehe

  4. Eky
    May 16, 2009 at 11:36 pm

    Selamat untuk Bro Marko yang sukses jadi Icon pelumas Pertamina Enduro 4T. Pemilihan pelumas produksi nasional sangatlah bijaksana sehingga tidak perlu repot mencari pelumas karena tersedia di manapun di pelosok Indonesia.

    Seperti yang ditulis di atas, Bro Marko sama sekali tidak mengalami kesulitan saat harus membeli oli, pertanyaannya, apakah HET pelumas Pertamina tersebut sifatnya relatif dalam artian tidak sama di tiap daerah atau sama?

    Btw, bukankah sebaiknya mengecek volume oli lewat “Dip Stick” dilakukan setiap pagi saat semua oli berada di bak? Asumsi saya, itulah saat terbaik untuk mengetahui volume sebenarnya CMIIW.

    Tengkyu veri mach….

  5. Marko
    May 17, 2009 at 4:50 pm

    @Bro. Eky.
    Dari pengalaman selama perjalanan Touring Sumatra maupun di ibukota sekalipun harga oli ENDURO 4T memang saya tdk mendapatkan harga standar atau HET yang pasti, selalu berbeda disatu tempat dgn tempat yg lain, bahkan yg mengherankan justu utk mendapatkan oli Pertamina itu jika di SPBU Pertamina justru harganya jauh diatas harga eceran di toko2 oli maupun bengkel motor umum. Jadi pertanyaan ini hanya bisa pihak Pertamina yg menjawab.

  6. Marko
    May 17, 2009 at 5:02 pm

    @Bro Eky.
    Perihal metode saya mengecek oli saat setelah mesin motor baru dimatikan saya yakini krn saat setelah saya baru ganti oli mesin motor Honda Tiger (1 liter) kemudian mesin dihidupkan kurang lebih 5 menit, matikan mesin kemudian lakukan pengecekan oli sesuai prosedur, maka terlihat bagian deepstick yg kena oli sesuai standar toleransinya.

  7. mijoe HTML palembang
    May 18, 2009 at 11:26 am

    sayang kemaren ga sempet ketemu bro Marko..(padahal pengin dapet souvenir kek temen2 yd udah bertemu. Montor saya Revo ’08 pake federal 20-50. Kalo diperhatikan secara seksama ada perbedaan sedikit antara Seher Tiger 2000 kebawah dengan Seher tiger taon 2000 ke atas..terutama ring seher dan celahnya..yang taon 2000 kebawah..celah lebih besar dengan ring yang lebih tebal..berbeda dengan new tiger s/d ripeh..ring tipis dengan celah sempit..(koreksi kalo saya salah)..jadi montor bro marko memang cocok pake oli jenis mineral 20-50,tidak disarankan pake semi sintetis..apalagi 10-40.Viskositas memang bagus tetapi.tingkat penguapan serta kebisingan mesin silinder tegak dengan konstruksi jadul, harus jadi pertimbangan.
    Saran bro Marko untuk selalu cek Oli, sangat saya dukung sekali untuk semua teman2 bikers, agar montor anda selalu awet. Semakin mahal Oli dan semakin sintetis maka semakin harus sering di cek. Jangan mudah percaya sama tulisan yang ada dikemasan botolnya. Tanya sama orang yang sudah pake oli belasan tahun. Salam braderhut.

  8. @rive
    May 18, 2009 at 5:03 pm

    ..berbeda dengan new tiger s/d ripeh..

    om mijoe, kenapa nickname aye di sutbox dibawa2 kemari….hehehe

    salut buat om Marko yang sukses membawa Tigernya keliling sumatra.
    semoga pengalamannya bisa menjadi bahan pembelajaran bagi para bikers lainnya.

  9. neo
    May 19, 2009 at 7:05 am

    Gue baru aja ganti, dari Federal ke Enduro 4T 1 Liter. Kebetulan di SPBU kalimalang stock yang satu liter. Sejauh yang gue rasakan memang OK, sudah gak pernah slip kopling lagi.

  10. May 20, 2009 at 5:31 am

    aku pernah pake enduro biasa, racing, tp hasilnya? payah, mudah slip kopling, padahal masih 500km, akhirnya pake ‘any question vsx 10w-40’ he he he

  11. indra_alif
    May 20, 2009 at 11:54 am

    setahun belakang ini ane makai enduro 4t 20w/50 tigi ane 2004 ampe sekarang fine fine aja…bahkan bulan lalu aku coba ganti ma oli c*****l rasanya beda ma enduro…….

  12. anggiwirza
    May 20, 2009 at 7:02 pm

    jadi pengen pake oli enduro lagi nih..

    tapi yang racing aja deh biar gak suah repot-repot itung takeran lagi😆

    soalnya dah nyoba enak juga. meskipun cuman bisa bertahan 1000km

  13. June 2, 2009 at 8:05 pm

    kalau untuk motor honda bebek 100cc, cocok ga c?

  14. June 2, 2009 at 10:41 pm

    @Bayu, ya sudah tentu bisa.. pokoknya masih motor 4 tak!

  1. May 19, 2009 at 11:19 pm
  2. May 23, 2009 at 6:14 pm
  3. May 23, 2009 at 6:15 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: