Home > TIPS > Tips Menghindari Pelumas Palsu

Tips Menghindari Pelumas Palsu


imgp0798Jakarta, 5 Mei 2009. Dibawah ini berita yang dikutip dari  detik.com. Walaupun ini cerita lama tapi yang namanya minyak pelumas palsu tetap saja gentayangan dimana-mana.

Pelaku ditangkap, tumbuh lagi pelaku baru, artinya yang namanya kriminal atau kejahatan, atau juga penipuan dan pemalsuan is never ending.

Jakarta – Para konsumen otomotif di Indonesia, khususnya para pengguna oli pelumas harus lebih berhati-hati. Karena diperkirakan pemalsuan produk pelumas di tahun 2008 yang lalu telah mencapai angka yang sangat mengkhawatirkan, yakni telah mencapai angka 40-50 persen dari total produk pelumas yang beredar di pasaran.

“Dari sekitar 40 merek yang beredar di pasaran, hampir semuanya telah dipalsukan,” kata Sekjen Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan, Justisiari Perdana Kusumah ketika ditemui detikOto di Hotel Gran Melia, Jakarta, Rabu (17/12/2008).

Padahal total pelumas yang digunakan di sektor otomotif dan kalangan industri di Indonesia telah mencapai angka 600 juta liter per tahun. Dan 420 juta liter diantaranya digunakan oleh para pengguna kendaraan atau otomotif.

“Namun, yang menyedihkan adalah 50 persen dari pelumas yang beredar di pasaran adalah pelumas palsu,” ujar Zain Adnan selaku Ketua Hak Kekayaan Intelektual (HKI) menambahkan.

Jadi, dari kenyataan tersebut bisa dikatakan bahwa peredaran pelumas palsu di pasaran sudah dalam kondisi yang akut dan tentu akan sangat merugikan konsumen
yang menggunakannya.

Zain juga menjelaskan bahwa efek kerusakan yang ditimbulkan oleh pelumas palsu memang tidak langsung dapat dirasakan. “Tapi, coba lihat nanti setelah 6 bulan pemakaian. Getaran mesin akan lebih kuat, suara akan lebih kasar, asap yang ditimbulkan akan menghitam serta daya tahan mesin yang tentunya akan sangat berkurang,” kata Zain.

Modus yang digunakan oleh para pelaku pemalsuan pun kini jadi semakin beragam dan canggih. Mulai dari mencampur pelumas asli dengan bahan adiktif, mengolah kembali pelumas bekas, hingga mengemas pelumas palsu dengan kaleng bekas suatu label terkenal sampai menempeli kemasan dengan stiker registrasi palsu.

Peredaran pelumas palsu tersebut tentu akan sangat meresahkan masyarakat, apalagi bila kita melihat jumlah kendaraan yang sudah sedemikian banyak di Indonesia.

Karena itulah, Brett McGuire yang menjadi konsultan Internasional untuk beberapa merek pelumas pun memberi saran kepada para konsumen untuk tidak terjebak dalam penggunaan pelumas palsu tersebut.

“Jadi, bila Anda tidak ingin terjebak membeli produk pelumas palsu, maka, usahakanlah mengganti oli di bengkel resmi atau membelinya di toko-toko atau distributor yang mempunyai otoritas resmi pada merek oli tertentu,” saran Brett. (syu/ddn)

imgp0861-1Kalimat terakhir mengingatkan kita agar kita selalu membeli produk minyak pelumas baru di bengkel resmi, bengkel besar, bengkel terkenal, dan kalau perlu membeli di SPBU resmi seperti SPBU Pertamina yang menyediakan minyak pelumas 100% asli.

Ketika anda melalukan perjalanan jauh atau touring, maka pilihlah minyak pelumas yang mudah diperoleh, bukan mudah diperoleh di jalan umum, tetapi mudah didapatkan di SPBU Pertamina atau bengkel besar. Jika tidak mau ambil resiko, maka cara yang terbaik adalah membawa minyak pelumas cadangan dari kota asal, dari pada nantinya anda harus membeli pelumas ditengah jalan dan meragukan ke asliannya.

Sebagai catatan, bahwa jika nama atau merek pelumas semakin terkenal, maka pastinya pelaku pemalsu akan mengambil kesempatan untuk membuat barang palsunya yang ia sediakan atau dijual ditengah masyarakat. Jangan sampai terjebak dengan harga yang cuma selisih 5 ribu-an tapi akhirnya anda mendapatkan barang palsu.

Kalau begitu bagaimana caranya menghindari minya pelumas palsu?

imgp0786Sebenarnya hampir semua merek minyak pelumas dengan nama besar memiliki tanda, kode, bahkan nomor seri, nomor batching dengan sinar laser, stiker khusus, bahkan pelumas Pertamina sering memberikan hadiah promosi yang ada ditutup botol pelumas.

Jujur kata, kini untuk membedakan mana barang yang asli dan mana yang palsu juga semakin sulit, karena pelaku kejahatan juga makin pintar, hampir semua tanda, kode, nomor seri pun ikut ditiru.

Nah, buat konsumen semakin bingung kan?

Cara yang paling mudah dan sederhana untuk anda tidak sampai terjebak dengan merek pelumas palsu, anda cukup mengikuti pesan-pesan yang sudah dijelaskan di atas, antara lain:

  1. Membeli minyak pelumas di SPBU resmi (contoh: SPU Pertamina)
  2. Membeli minyak pelumas di bengkel besar/terkenal (lihat logo pelumas nama besar dibengkel tersebut: misal Enduro Pertamina)
  3. Lihat kemasan dengan seksama. Jika ragu batalkan pembelian.
  4. Jika touring, membawa minyak pelumas dari kota asal (cadangan)
  5. Jika ragu, lihat nomor seri, perhatikan kemasan (walaupun sekarang makin sudlit membedakan asli/palsu)
  6. Jangan terpengaruh membeli pelumas dengan harga murah
  7. Beli dengan harga HET (harga eceran tertinggi)
  8. Pembelian melalui saluran telpon, contohnya produk Pertamina Telp. 500 000
  9. Jangan termakan dengan omongan orang lain untuk anda berganti-ganti merek pelumas, usahakan konsisten dan tetap pada pendirian menggunakan satu jenis merek yang bisa dipercaya.
  10. Konsultasikan pada mekanik bengkel terkenal/bengkel besar.

“Di bengkel saya PMS (red=Ponorogo Motor Sport) dijamin semua oli yang saya jual adalah 100% asli. Saya tidak mau pertaruhkan nama bengkel yang kini sudah dikenal secara luas, bahkan kini Pertamina sudah bekerjasama dengan PMS dalam menyalurkan minyak pelumas nasional yang sangat berkualitas,” demikian papar Mas Parno CEO PMS sambil menunjuk etalase pelumas dan dua botol pelumas Pertamina di bengkelnya di kawasan Cileduk.

The End.

Categories: TIPS
  1. El
    May 6, 2009 at 9:34 am

    serem…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: