Home > TIPS > Tips Pasang RAKOM Motor oleh Bro David JZ09HTD

Tips Pasang RAKOM Motor oleh Bro David JZ09HTD

February 13, 2009 Leave a comment Go to comments

imgp0372Jakarta, 12 Februari 2009. Bagi mereka yang ingin memasang RAKOM (radio komunikasi) di motor, setidaknya ada keinginan mau belajar dari rekan-rekan yang sudah lebih dulu memasang RAKOM.

Salah satunya, marilah kita belajar dan memahami tips yang diberikan oleh Bro David JZ09HTD yang sudah malang-melintang memasang  RAKOM motor khususnya untuk teman-teman sebagai calon dan/atau mereka yang sudah menjadi anggota RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia).

Beruntung kita punya rekan yang sangat ramah dan mau berbagi serta memberikan ilmu, maupun teknik-teknik sederhana bagaimana caranya pasang rakom di motor.

Semuanya memang terlihat sederhana dan ini pastinya juga bisa diikuti oleh mereka yang berminat. Nah, semoga gambar dan keterangan singkat yang disajikan dibawah ini akan dapat membantu rekan-rekan yang semula tidak paham akan menjadi paham.

Foto-foto diambil ketika penulis berjumpa Bro David pada acara BO (Bimbingan Organisasi) RAPI Wilayah Jakarta Selatan pada hari Minggu, 1 Februari 2009 yang lalu.

Tanpa banyak kata, langsung kita perhatikan gambar-gambar ini dan membaca teks sesuai hasil rekaman langsung di lokasi:

PEERSIAPAN: Pastikan motornya sudah siap akan dipasang alat RAKOM dan pemilik memiliki beberapa teman sudah menajdi anggota RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia). Bagi yang belum menjadi anggota RAPI, sebaiknya segera mendaftarkan diri menjadi anggota RAPI di daerah atau wilayahnya sesuai dengan domisili atau KTP yang berlaku.

RAKOM motor pilih perangkat HT yang paling sederhana. Rekomendasi carilah barang bekas ICOM IC-02N yang dikenal bandel dengan sebutan “HT garuk-garuk atau HT batu bata”. Kemudian siapkan braket dari tempat minuman sepeda untuk penempatan HT disebelah kiri stang motor.

Siapkan alat SWR Meter untuk membantu pemasangan dan penyesuaian frekuensi  yang diinginkan. Hanya untuk sementara, tempatkan alat SWR meter tersebut ditengah agar mudah dilihat.

Siapkan kabel dan konektor RAKOM. Kabel antena berkualitas dengan panjang 3 (tiga) meter. Untuk konektor antena dan ke HT, siapkan konektor yang berkualitas dan kuat, agar bisa tahan lama dan koneksi juga bagus.

Siapkan braket atau gagang sebagai pegangan/dudukan antena di bagian belakang motor. Pastikan braket antena kuat dan tahan guncangan. Buatkan lubang untuk  memasang dudukan konektor antena . Juga siapkan antena radial untuk penyesuaian dan matching frekuensi saat menggunakan SWR meter.

Pilih antena dan bonggol antena yang berkualitas. Saat membeli antena ‘pecut’ yang memiliki panjang  antara 1.2 s/d 1.5 meter yang  memang khusus dipakai untuk pita frekuensi VHF, jangan sekali-kali antena tersebut dipotong pendek. Permainan potong-memotong akan dilakukan melalui kabel antena.

Pasang bonggol antena tersebut dan putar dengan kencang (secukupnya). Jangan diputar dengan paksa karena drat atau ulir bonggol seringkali jebol, sehingga anda terpaksa harus membeli ulang bonggol antena secara terpisah.

Pastikan konektor yang dipergunakan barang bagus dan sudah di solder dengan apik (tidak belepetan). Dibutuhkan keahlian dan keterampilan bagaimana menggunakan solder dengan benar.

Koneksi dari antena dicolok ke alat SWR meter. Alat SWR meter tersebut bisa dipinjam melalui teman-teman yang sudah menjadi anggota RAPI. Perhatikan petunjuk input/output yang tertera pada alat SWR meter.

Lihat pentunjuk pemasangan konektor. Ada tulisan TX artinya untuk transmit dari perangkat HT. Sedangkan tulisan Ant adalah konektor yang menuju ke antena. Jangan sampai terbalik.

Keterangan bersambung…🙂

Categories: TIPS
  1. akmal eky
    February 13, 2009 at 8:17 pm

    Kok keterangannya mandeg bro? Waduh, wong lagi enak-enaknya baca, maklum awam rakom….

  2. February 14, 2009 at 1:22 am

    @Eky,
    sengaja biar balik lagi kesini..
    jadi bro jangan kemana-mana ya..
    nantikan tayangan berikutnya..🙂

  3. Lar
    February 14, 2009 at 9:50 am

    Memang sangat membuat penasaran nech bro…

    Klo untuk kabel tuh memang harus 3 meter

    Klo kurang gimana ?????????

  4. February 14, 2009 at 8:26 pm

    pingin jadi anggota RAPI gmana Om Stephen..??

  5. February 14, 2009 at 8:33 pm

    sekalian nama natenanya apa Om,saya tinggal ditangerang.mesti daftar kemana ya,untuk jadi anggota RAPI ?

  6. YUDI
    February 27, 2009 at 2:51 pm

    MANA NIH SAMBUNGANNNYA OM STEPH?

  7. February 27, 2009 at 3:18 pm

    @Yudi,
    Sabar bro..
    *gw sambil cari rekaman interview..🙂

  8. March 3, 2009 at 3:46 pm

    Salam 51 55

    Om Stephen Langitan, JZ 10 HRB, saya mau tanya alat yang disamping multitester itu apa, apakah itu bor ?
    Saya senang dengan artikel-artikel yang anda tulis, saya tunggu kelanjutannya. Terima Kasih.

    Salam 73

  9. Lar
    March 17, 2009 at 7:59 am

    Wah bro. mana kelanjutannya nech

    diriku sudah tidak sabar buat pasang rakm di motor kesayanganku.

  10. March 30, 2009 at 5:03 pm

    dear bros,

    bisa beri penjelasan yang lebih detil tentang cara matching SWR HT?

    thanks,
    Syamsul

  11. March 30, 2009 at 8:26 pm

    @syamsul,
    udah punya SWR-nya belum?
    soalnya susah dijelasin kalo gak pegang alat SWR-nya
    penjelasan detil lewat udara aja ya..🙂

  12. April 17, 2009 at 4:16 pm

    met kenal buat semuanya, bro saya juga pasang antena tuh di motor tapi motor nya bukan megapro heee yang ada motor bebek F1zR nah ada sedikit kendala bro kok di penerimaannya dan pancaran dimotor kok agak budek ya ketimbang di mobile,

  13. April 21, 2009 at 8:02 am

    om mana neh terusanya….

    mau belajar lagi ne om…

  14. rubby
    April 23, 2009 at 11:34 pm

    om buat headsetnya itu pake ap y? harus dimodifikasi juga ya

  15. Aditsai
    June 25, 2009 at 8:51 am

    Om, saya cuman mo nanya nih,, gmana cara jd anggota RAPI or ORARI, trus bisa g saya pesan SWR meter sama om?
    Trmksh

  16. Lar
    July 20, 2009 at 5:45 pm

    Mana nech…… lanjutannya…..

  17. ryansetansurga
    July 27, 2009 at 12:49 pm

    om SL.com kok ngga dilanjutin?

    oiya mau nanya dikit, itu HT nya cuma dijepit aja tuh di braket botol minumnya?
    ato ada tambahan alat yg bikin “cengkraman” HT ke braketnya kuat?

  18. October 8, 2009 at 4:06 pm

    menghilangkan suara/noise di rakom bagaimana bro?

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: