Home > REPORT > Opini: Pengendara Sepeda Motor Tidak Beretiket

Opini: Pengendara Sepeda Motor Tidak Beretiket

November 27, 2008 Leave a comment Go to comments

imgp3723-640Jakarta, 26 November 2008. Inilah salah satu keluhan masyarakat tentang buruknya sikap dan etiket pengendara sepeda motor yang diungkapkan di Harian KOMPAS Rabu (26/11) halaman 7 (opini).

Pertambahan pengguna sepeda motor di Indonesia—khususnya di Jakarta—sangat pesat. Sepeda motor memang sangat membantu penggunanya lekas sampai di tujuan.

Biayanya pun relatif murah. Sayang, masih banyak pengendara sepeda motor yang tak memiliki etiket berkendara di jalan. Kenyamanan pengendara mobil maupun pejalan kaki terganggu olehnya.

Sebagai warga yang sering memasuki kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, saya sering melihat di pagi hari pengendara sepeda motor melintasi jalur yang berlawanan arah memasuki Jalan Rawajati Timur.

Mereka malas berputar di depan Bangdes dan memilih jalan pintas dengan masuk melalui putaran di depan Jalan Siaga I. Pihak kepolisian tampaknya sudah kewalahan menghadapi perilaku ini. Hanya bila ada polisi di sana, pelanggaran lalu lintas ini bisa direm.

Tak ada kesadaran dalam diri para pengendara sepeda motor itu bahwa, dengan melintasi jalur berlawanan, dia sesungguhnya telah merampas hak orang lain.

Bahkan, mereka tidak menyadari bahwa hal itu justru membahayakan diri sendiri. Di depan rel kereta api di Jalan Kemuning, Pasar Minggu, pengendara sepeda motor kerap menutup dan menghambat jalan orang lain yang berada di seberangnya, baik pagi maupun sore hari.

Wahai pengendara sepeda motor, hilangkanlah pikiran bahwa, karena sepeda motor berukuran kecil, kalian mudah bergerak dan sesuka hati menguasai jalan. Kalian dalam jumlah yang besar adalah penguasa jalan raya saat ini.

Mari menggunakan jalan sesuai dengan tata tertib yang berlaku. Mari mulai dari diri sendiri.

SESTI LIANDRY Vila Dago Blok H, Pamulang, Tangerang

Categories: REPORT
  1. ekowd
    November 27, 2008 at 9:26 am

    Yup, sangat disayangkan.
    Jangankan pengendara mobil yang memang tidak ada empati terhadap pengendara motor. Ane sebagai sesama pengendara motor pun suka sebel dengan perilaku sebagian bikers. Udah pada bebal dengan keegoisan masing2.
    Baru aja tadi pagi kejadian. Ban depan ane disenggol motor yang u-turn di tempat dilarang u-turn. Ane bentak juga diem aja & ngeloyor pergi kayak ngga ada apa2.

    Yah, terserah yang lain deh. Bukan kapasitas kita untuk menindak. Minggu lalu liat bikers berantem di depan kantor gara2 yang satu marah sama yang melanggar aturan, yang dimarahin ga terima.
    Yang penting masing2 menaati peratiran & berkendara dengan sopan & beretika… dimulai dari diri sendiri.

  2. November 27, 2008 at 10:15 pm

    Dalam perjalanan saya ke kantor dari tebet ke cikarang melewati jalan raya kalimalang. Disana seringkali pada saat lampu merah banyak pengendara motor yang gak sabaran untuk menyerobot lampu merah, walaupun dari lawan arah keadaan kosong. Pernah saya diklaksonin sama pengendara motor yang gak sabaran. Daripada dia panas dan saya ikut panas, saya kasih jalan aja dia. saya maju dikit biar dia lewat. Dah di kasih jalan malah meloto dia…alhamdulillah saya masih di kasih kesabaran sama yang diAtas. Juga soal berhenti dibelakang garis putih, masih ada juga yang gak ngrti arti garis solid yang membentang di depan lampu merah. Malah ada bikers yang boxnya ada stiker “berenti di belakang garis putih”, tapi teuteup ajah brenti di zebra cross. kok masnag stiker tapi gak ngerti artinya yak????

    Yang penting kita sebagai yang tau aturan jangan kepancing sama tindakan mereka yang gak tau aturan. Semoga karena liat kita sebagai rider yang bertanggung jawab dan taat peraturan jadi ada yang ngikut, sukur2 jadi banyak yang ikutan, kan jadi punya tabungan utk akhirat tuh karena mengajak orang lebih baik…tul gak…hehehehe

  3. ichavs_72
    December 4, 2008 at 6:25 pm

    menurut gue perlu ditanamin dalam hati: sebelum berkendara harus didahului dengan niat dan do,a .emang apakata nenek kakek kita bener kalo mo ngapain aja harus dengan niat dan do,a.kalo ga pake ntu semua yaaa..jadinya di jalanan juga ga bener ,ugal-ugalan n bikin bahaya buat orang lain.bener ga bro

  4. December 10, 2008 at 3:41 pm

    Inilah masalahnya dengan penunggang motosikal. Ramai yang masih tidak memperdulikan keselamatan diri mereka sendiri dan orang lain.Kenapakah perkara sebegini boleh berlaku.

    Masalah dengan penunggang-penunggang motosikal di Malaysia atau di Indonesia saya rasakan tidak banyak bezanya…..disiplin penunggang yang amat rndah. Bukanlah saya bermaksud untuk merendahkan martabat penunggang semua tetapi apa yang saya sentuh ini adalah kepada sebilangan penunggang yang langsung tidak mahu memperdulikan aspek keselamatan.

    Malahan di Malaysia agak malang kerana rata-rata anak muda terutamanya mereka yang masih bersekolah menggunakan motosikal untuk menunjukkan kebolehan dan kepandaian mereka dengan jalan yang salah.Istilah Mat Rempit di Malaysia sekarang ini dirujuk kepada penunggang motosikal yang tidak punya disiplin.Mereka ini rata-rata tidak mahu menghormati pengguna jalanraya yang lain.

    Saya juga adalah seorang penunggang motosikal dan basikal yang setia. Saya berulang alik dari rumah saya ke tempat kerja setiap hari dengan menggunakan motosikal Aprilia Pegaso Starada, perjalanan yang memakan jarak 200 kilometer minima untuk sehari perjalanan pergi dan balik.Bayangkan saya terpaksa membelanjakan lebih kurang RM25.00 sehari bersamaan dengan Rupiah 67,806.00 tidak termasuk lain-lain perbelanjaan. Memag amat menjimatkan kerana jika menggunakan kereta mungkin saya terpaksa membelanjakan RM50.00 sehari.

    Berbalik kepada sikap penunggang motosikal tadi, sesuatu terpaksa kita lakukan supaya penunggang motosikal yang bakal dilahirkan nanti adalah mereka yang bertimbangrasa dan berdisiplin. Sikap ini perlu dipupuk sejak dari peringkat awal persekolahan supaya sikap bertanggungjawab ini akan menjadi sebati dalam diri mereka.

    Janganlah biarkan skap negatif ini akan menbuatkan masyarakat benci kepada penunggang motosikal. Perubahan itu terletak di tangan kita. Kita mampu merubahnya….Selamat menunggang!

  5. hendra
    September 1, 2009 at 5:37 pm

    keluhan utama saya adalah ulah dari para pengendara motor yang naik ke trotoar krn ingin mendahului kendaraan lain. itu adalah dosa terbesar man… saya sebagai pengendara motor sangat terganggu oleh mereka2 yang sebenarnya sadar apa yang salah dan benar (udah pada tua juga) tapi karena dianggap ‘sudah membudaya’ perilaku2 menyimpang tsb sudah dianggap wajar oleh mereka. seringkali saya juga dipelototi dan diklakson2 dr belakang padahal lampu lalu lintas belum juga hijau. dan yang tak kalah menyebalkan adalah: perilaku bertelepon+berSMS dan bergelap2an dimalam hari! padahal jelas2 motor yang digunakan kebanyakan masih bagus. kalau sekedar perilaku nggak pakai helm, mungkin yang celaka bisa dia sendiri. tapi kalau udah gelap2an… orang sekitarpun bisa celaka. mohon pihak kepolisian segera menindak pengendara2 berbudaya demikian untuk keselamatan kta bersama. trims🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: