Home > TIPS > Ketika Motor Hilang: Menyesal & Apes!!!

Ketika Motor Hilang: Menyesal & Apes!!!

November 25, 2008 Leave a comment Go to comments

honda-cbf-250Jakarta, 24 November 2008. Seorang teman yang biasanya ke-kantor naik motor, terpaksa hari ini naik busway. Ternyata ia telah kehilangan motor Honda CBR 150 yang masih gres di halaman teras rumahnya, Senin malam (25/11).

“Gue lagi apes banget! Gue kesel! Gue mau hajar habis tuh si-maling!” ujarnya menggerutu menunjukan rasa kesalnya yang paling dalam. Nyesek buanget!

Rekan ini seharian tampak murung seakan menyesal. Berulang-ulang ia menceritakan kepada teman di kantor tentang kronologi kehilangan motor CBR nya di TKP (tempat kejadian perkara) disekitar Ragunan, Jakarta Selatan.

Dikatakan, pada saat kejadian ia memarkir motornya di teras rumah yang rada sempit dengan beberapa tanaman pot, halaman rumah berpagar, pintu pagar terkait, dan kondisi stang motor terkunci, namun apa yang terjadi motor masih juga disikat sama maling.

Fakta di atas adalah salah satu kasus dari sekian ribuan kasus pencurian sepeda motor yang ada di Indonesia. Yang pasti, masih banyak lagi pengalaman pahit ketika seorang punya kasus kehilangan motor. Menyesal, apes dan banyak lagi kata-kata pahit yang sangat menusuk hati jika diingat.

Kriminalitas atau tindak kejahatan cunramor (red=pencurian kendaraan bermotor) di DKI Jakarta dan sekitarnya kederangarannya memang sudah tidak asing lagi. Tidak heran lagi, sudah biasa!

Sudah ribuan kejadian, sejak dari dulu yang namanya maling motor selalu ada. Bahkan yang lebih parah, maling motor masa kini semakin nekad dan ganas!

STATISTIK

Berdasarkan data statistik Kasus Kejahatan Cunramor (Pencurian Kendaraan Bermotor Mobil & Motor) di lingkungan Polda Metro Jaya periode Januari 2008 s/d Oktober 2008, tercatat 9,041 kasus!

Hitungan rata-rata per bulan 904 kasus atau 30 kasus per harinya. Yang pasti angka ini bisa jadi lebih itu karena angka tadi khusus untuk DKI Jakarta Raya, belum lagi kasus cunramor dilingkungan Depok, Tangerang, Bekasi, Bogor dan sekitarnya.

Apa sanksi hukumnya bagi tindak pencurian sepeda motor? Sejauh ini pelaku bisa dijerat dengan pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman selama tujuh tahun penjara. Syukur-syukur jika pelakunya bisa tertangkap. Tetapi bagaimana kalau tidak tertangkap? Tentu saja ia masih merajalela.

Mari kita mewasapadai sejak dini bagaimana mencegah terjadinya kehilangan motor yang senantiasa mengintai di sekitar kita.

Ada berbagai macam cara bagi si-pelaku kejahatan mencuri motor, namun seharusnya kita juga harusnya tidak kurang akal “mencegah, memperlambat, atau mengurungkan” niat si pelaku beroperasi atas target motor kita.

ALAT PENGAMAN TAMBAHAN!

Sebenarnya ada berbagai cara dan jenis alat pengaman tambahan untuk motor, antara lain kunci disk-brake, kunci palang garpu, gembok, dan alarm yang membuat pelaku menjadi lebih lambat bekerja dalam operasinya.

Namun harus tetap diwaspadi, bahwa pelaku pencurian kini juga makin lihai dan cerdik dalam modus operandinya. Kini mereka sering menggunakan mobil box tertutup. Walaupun motor sudah terkunci, tapi pelaku masih juga bisa mengangkat target motor, dan dimasukkan ke dalam mobil box.

Kalau sudah begini, terpaksa kita harus mengakali dengan sistim kunci merantai motor dengan benda solid yang tidak bisa di lepas atau tidak bisa dipindahkan oleh pelaku. Misalkan rantai harus dikaitkan dengan tiang.

Kapan pelaku kejahatan beroperasi? Jam berapa?

Pelaku kejahatan ada disekitar kita selama 24 jam 7 hari (sepanjang hari).

Mereka akan bekerja ketika kita lagi lengah!

logo-msfBerikut ini adalah tips yang disadur dari Motorcycle Safety Foundation (MSF) http://www.msf-usa.org .

Terjemahan sudah mengalami perubahan dan disesuaikan dengan kebutuhan maupun kondisi yang bisa diterapkan di Indonesia.

  1. Kunci stang motor dan simpan kuncinya baik-baik. Banyak kasus pencurian terjadi karena mesin motor yang dimatikan, tapi tidak ditambah dengan kunci stang.
  2. Kunci garpu depan atau disk brake dengan alat pengaman yang besar, berwarna/bertulisan terang agar pencuri urung melakukan niatnya.
  3. Apabila berkendara dengan rombongan, usahakan mengunci motor disatukan dengan motor rekan lain ketika sedang parkir.
  4. Apabila berkendara sendiri, usahakan mengunci motor dengan objek-objek yang susah dilepas atau sulit dipindahkan. Misalnya dengan lampu jalan, tiang listrik, dll.
  5. Apabila berkendara jauh dan menginap di penginapan atau hotel, parkirlah motor ditempat yang bisa terlihat kamera pengawas. Kalau tidak memungkinkan, maka parkirlah sedekat mungkin dengan kamar penginapan.
  6. Sering-seringlah memeriksa arau mewaspadai motor apabila lagi diparkir di suatu acara keramaian. Yang lebih penting segeralah mengecek kembali motor beberapa saat setelah anda pergi. Atau pakailah trik balik lagi, serta mengamati lingkungan atau orang-orang yang ada disekitar motor.
  7. Apabila parkir motor di garasi rumah, tempatkan motor dibagian paling dalam garasi sesudah mobil. Hal ini untuk mencegah niat pelaku dimana motor tidak bisa dikeluarkan tanpa mengeluarkan mobil terlebih dahulu. Pastikan garasi selalu dalam keadaan terkunci.
  8. Jangan pernah menyimpan BPKB/STNK/SIM atau surat-surat penting di dalam bagasi motor, atau tempat-tempat penyimpanan lainnya di motor anda. Simpanlah semua dokumen penting di dalam dompet.
  9. Buatlah tanda yang unik atau membuat foto fisik motor agar apabila terjadi kasus pencurian maka kita bisa memberikan data foto tersebut kepada pihak yang berwajib maupun disebarkan kepada teman-teman.
  10. Daptakan asuransi motor untuk menjamin kerugian akibat kasus pencurian/kehilangan.
  11. Jangan pernah meminjamkan motor kepada orang yang tidak pernah dikenal. Apapun alasan dan keadaannya, jangan pernah memberikan pinjaman motor kepada orang lain.
  12. Pasang alarm yang bisa mengeluarkan suara keras agar pelaku segara mengurungkan niatnya ketika ia akan melakukan pencurian.
  13. Waspadai pencurian motor dengan modus baru seperi berpura-pura, mengaku kenal dengan keluarga, mengaku utusan dari kantor, dan segala macam cara penipuan untuk mengelabui pemilik agar mau melepaskan motor ke tangan pelaku (kasus pinjam-meminjam dengan berpura-pura).
  14. Jika memang lagi apes, motor hilang segera melaporkan kepada Kantor Polisi setempat a.l. Kantor Polsek, Kantor Polres, Kantor Polwil atau Kantor Mapolda Metro Jaya tidak lebih dari 24 jam.
  15. Setelah melaporkan kejadian kepada petugas Polisi RI; maka pelaporan dilanjutkan kepada perusahaan asuransi (jika ada polis asuransi) tidak lebih dari 3 x 24 jam kerja.

Selain darai pada keamanan fisik motor, dan yang perlu diingat juga adalah keamanan atas barang berharga lainnya seperti HELM dan JAKET yang sering kali menjadi target pencurian.

Jika helm ingin ditinggalkan di motor sebaiknya di kunci dengan alat bantu (lihat foto), kalau bisa simpan di dalam box motor, dibawa saja, atau dititipkan ke tempat penitipan.

Beberapa foto alat pengaman motor dan helm:


Sumber foto: http://hsgautama.multiply.com/


Sumber foto: http://webywebyweby.wordpress.com/


Alat kunci tambahan bisa dipakai untuk mengikat benda solid (tidak bergerak).

The End.

Categories: TIPS
  1. Rudy
    November 30, 2008 at 2:37 pm

    Kunci motornya pake magnetic donk (frekwensi), jadi mo pake letter T sampe Z, lebih sulit di hidupkan tuh motor

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: