Home > TIPS > Mewaspadai Musim Hujan Bagi Pengendara Motor

Mewaspadai Musim Hujan Bagi Pengendara Motor

October 17, 2008 Leave a comment Go to comments

Jakarta, 17 Oktober 2008. Tepat pukul 12.00 waktu istirahat pun tiba. Para karyawan di sebuah gedung bertingkat Jl. Jend. Sudirman Jakarta bergegas keluar gedung untuk istirahat makan siang.

“Wah panas banget nih, males ah kalau makan siangnya di tempat jauh” ucap seorang wanita kepada temannya begitu keluar gedung langsung merasakan terik dan silau matahari yang sangat menyengat.

Namun, ketika waktunya pulang kantor pukul 17.00 apa yang terjadi malah sebaliknya, keluar gedung disambut dengan awan mendung dan hujan sehingga banyak karyawan urung untuk langsung pulang.

Itulah fenomena alam dan cuaca yang terjadi di sekitar Jakarta belakangan ini. Lalu, apakah kita harus mewaspadai terjadinya perubahan alam ini? Jawabannya iya!

Memasuki bulan Oktober, November dan Desember berbagai daerah di Indonesia akan diguyur hujan (lihat peta paling bawah dikutip dari BMG Badan Meterorologi dan Geofisika).

Sebenarnya, ini sama saja dengan tahun-tahun sebelumnya, bahwa periode di akhir tahun dan awal tahun adalah waktunya musim hujan. Terjadi perubahan iklim dan saatnya masyarakat harus mewaspadai sifat alam ini yang tidak bisa diajak kompromi.

Yang pasti intensitas hujan makin meningkat. Nah, buat para pengendara motor tentunya sejak dari sekarang sudah harus mempersiapkan diri dengan perlengkapan hujannya.

Dibawah ini ada beberapa tips yang sekiranya bisa membantu atau sekedar mengingatkan kembali, khususnya bagi pengendara motor agar lebih mewaspadai musin hujan dengan berbagai persiapan.

Setidaknya beberapa tips dibawah ini adalah “Safety Riding” di kala hujan.

Persiapan sejak dari rumah:

  1. Periksa kembali jaket hujan yang sudah lama tidak dipakai. Kebanyakan ada perubahan kualitas bahan jika jaket hujan sudah lama tidak dipakai, antara lain bahan jadi lapuk. Jangan sampai kecewa begitu anda membutuhkan jaket, ternyata jaket tersebut sudah koyak disana-sini.
  2. Jika kondisi jaket sudah lapuk/rusak/kancing lepas/zipper rusak, maka sebaiknya membeli jaket hujan yang baru.
  3. Jika boncenger sering ikut, maka pemasangan ‘box’ atau ‘side box’ untuk menyimpan jaket hujan perlu dipikirkan.
  4. Urusan sepatu sering jadi masalah dikala hujan. Siapkan sepatu boot anti air. Jika terpaksa bawalah sepatu cadangan untuk dipakai ke dalam ruangan kerja/kantor.
  5. Siapkan kaos kaki cadangan. Kaos kaki basah/lembah menimbulkan bau tidak sedap, disamping itu bisa timbul jamuran.
  6. Walaupun sudah pakai celana anti air, tapi bagian selangkangan mudah tembus air. Sudah tentu celana dalam pun ikut basah. Sebaiknya siapkan CD cadangan jika anda ingin bersih dan sehat.
  7. Sebaiknya baju kerja dilipat dan disimpan dalam box. Ketika berkendara pakailah baju kaos/t’shirt, artinya kalau sampai kena hujan dalam perjalanan, maka baju kerja masih aman (kering).
  8. Antisipasi motor mogok di kala hujan. Biasanya mogok karena busi dan kepala busi yang basah. Siapkan busi dan kepala busi cadangan, tentunya dengan kunci busi untuk membuka/mengunci.
  9. Periksa semua lampu-lampu, klakson, aki, dan juga lampu sein yang dibutuhkan ketika menghadapi hujan deras.
  10. Siapkan kain lap atau saputangan kering. Khusus pengendara berkacamata sering berembun dan perlu diseka dengan kain lap demi keselamatan perjalanan.

Siasat menghadapi hujan dalam perjalanan dengan motor:

  1. Ketika sudah melihat mendung atau awan gelap. Segera berhenti berganti jaket hujan (jika perjalanan ingin diteruskan). Buatlah keadaan santai, dan jangan terburu-buru mengganti jaket hujan.
  2. Jangan ganti jaket hujan ketika air hujan sudah turun. Seringkali kita kalah cepat dengan hujan. Anda baru saja turun dari motor tapi hujan keras lebih dulu mengguyur. Alhasil, keadaan menjadi terburu-buru. Yang sering terjadi, saat pakai celana hujan sering robek karena kena sepatu sendiri, dan belum lagi urusan kancing, zipper dan lain sebagainya yang sering bermasalah.
  3. Pilih tempat yang aman untuk berhenti. Jangan berhenti sembarangan atau seenaknya mengganggu lalu-lintas umum.
  4. Sebelum meninggalkan tempat perhentian, pastikan tidak ada barang yang tertinggal. Perhatikan situasinya dan jangan sampai ada barang yang jatuh atau tertinggal. Yang sering terjadi, karena keadaan sudah terburu-buru, sarung tangan sering jatuh, balaclava sering jatuh, bahkan ada kejadian pemakai kaca mata sering kali mengalami masalah.
  5. Antisipasi setiap genangan air yang akan dilewati. Hati-hati dengan lubang yang tertutup karena genangan air. Waspadai daerah rawan banjir, dan jangan memaksakan diri melewati jalan yang sedang banjir. Jangan ambil resiko!
  6. Sambaran petir, guntur dan angin kencang/badai sangat membahayakan diri. Lebih baik berhenti dan berteduh di warung/rumah/shelter atau SPBU terdekat. Jangan pernah berteduh dibawah pohon karena pernah kejadian korban kena sambaran petir dari pohon. Kejadian lain korban tertimpa dahan pohon karena tiupan angin. Waspadai pohon tumbang atau tiang listrik jatuh!
  7. Waspadai jalan licin. Pergunakan sepatu, bukan sendal ketika jalanan sedang basah/hujan. Kekuatan dan keseimbangan kaki sangat ditentukan oleh tumpuan sepatu yang menggigit jalan, bukan dengan telapak sendal yang licin.
  8. Bagi yang ingin touring atau melakukan perjalanan ke luar kota, harap mengkondisikan keadaan alam masing-masing daerah yang akan dilewati. Sifat alam seperti tanah longsor, banjir, angin badai, dan keadaan alam lainnya setidaknya harus diwaspadai sejak keberangkatan.
  9. Yang paling aman adalah menunda perjalanan, berhenti, berteduh dan menunggu sampai hujan reda atau guntur atau kilat sudah berhenti (aman).
  10. Berdoa memohon pertolongan-Nya agar perjalanan anda ketika hujan dapat berjalan dengan selamat.

Semoga membantu. Jika ada yang perlu ditambahkan silahkan tulis pada bagian ‘leave your comment’.

Peta Prakiraan Hujan (Sumber BMG)

The End.

Categories: TIPS
  1. Eky
    October 19, 2008 at 1:45 am

    Ini endorsernya Honda bekerjasama dengan Pertamina kah? Backgroundnya SPBU, foregroundnya motor 668…

  2. October 19, 2008 at 7:50 am

    @Eky,
    langit lagi mendung dalam situasi ini.. keren kan?!
    Kalo 1327 ada disitu, mungkin bisa jadi objeknya..🙂

  3. yonas
    October 23, 2008 at 9:03 am

    walah ternyata sekarang punya pom bensin to

  4. October 25, 2008 at 3:15 pm

    Blogwalking Sambil Nyari Kenalan
    Salam Dari duitptc.info

  5. Rio
    October 30, 2008 at 9:11 am

    serem yah..musim ujan…kudu berat lagi deh motor ane..gara2 bawa gembolan kiri kanan..jangan lupa lubang nya loh…
    http://rsa.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=154:hati-hati-lubang-merajalela&catid=38:info-terkini&Itemid=54

  6. wahyuapriani
    November 3, 2008 at 9:44 am

    Musin hujan ada yang nunggu-nunggu tapi ada juga yang gk ngarepin.

  7. November 3, 2008 at 9:57 am

    @ Wahyu Apriani,
    Ya betul. Ada musimnya.
    Falsafah hidup: ada waktunya menyiram dan ada waktunya menuai.
    Sebuah karya besar dari Yang Maha Kuasa.🙂

  8. Septian Nugroho
    November 20, 2008 at 10:42 am

    Fotonya bagus, motor nya bagus, Tips nya juga bagus, kaya kata Pak Tinosidin Bagus…bagus… bagus🙂

  9. dinda
    July 22, 2009 at 2:17 pm

    Mantab falsafah hidupnya ya🙂

  1. November 14, 2008 at 5:15 pm
  2. January 4, 2011 at 2:27 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: