Home > REPORT > Melintas Jalur Bukit Sentul Jawa Barat

Melintas Jalur Bukit Sentul Jawa Barat

October 15, 2008 Leave a comment Go to comments

Jakarta 11 Oktober 2008. Artikel ini adalah rekaman foto perjalanan ketika kami melewati kawasan Bukit Sentul usai mengikuti acara bakti sosial DDOCI (Ducati Desmo Owners Club Indonesia) yang telah berlangsung di Mega Mendung Jawa Barat.

Artikel khusus mengenai acara baksos DDOCI itu sendiri dapat dibaca pada halaman ini.

Bagi penyuka touring motor atau mereka yang mau menjajaki suatu perjalanan lebih menantang, mungkin jalur ini bisa menjadi pilihan. Atau juga, jika ingin menghindari kebosanan dan kemacetan jalur puncak, bisa jadi jalur ini menjadi pilihan. Silahkan dicoba!

Usai makan siang bersama dengan rekan-rekan DDOCI di sebuah villa yang cantik di Mega Mendung, beberapa anggota DDOCI terpaksa memutuskan pulang lebih awal dihari yang sama. Namun villa tetap ramai karena banyak rekan DDOCI yang menginap apalagi kebanyakan dari mereka membawa istri dan anak-anak.

Rekan-rekan DDOCI yang pulang lebih awal adalah bro Danang/Ducati MS1000DS, bro Iwan/BMW R1200GS, bro Bayu+boncenger/Ducati MS1000DS, bro Yuke/Ducati MS1000SDS, dan penulis/Ducati ST2.

Rute pulang yang dipilih adalah melewati kawasan Bukit Sentul karena kami ingin menghindari kemacetan di sekitar Ciawi, atau jalan Tajur Bogor. Jalur Bukit Sentul ini sebenarnya memang tidak begitu disukai oleh pengendara mobil, mungkin karena terlalu banyak tikungan jadi perjalanan terasa lama. Jadi, sebenarnya jalur ini memang jalur alternatif untuk menghindari kemacetan.

Tepat pukul 14.30 kami meninggalkan villa Mega Mendung dan meluncur turun menuju jalan utama Jl. Raya Puncak Cipayung. Seperti biasa jalur Puncak saat akhir pekan diatur oleh polisi dengan sistim ‘buka-tutup’. Kebetulan jalur ke arah Bogor sedang dibuka, dan sebaliknya jalur naik ke Puncak ditahan dulu oleh polisi di sekitar Cibogo.

Kawasan Cibogo sudah macet, baik arah yang turun maupun arah yang naik. Beruntung kami sedang naik motor bisa selap selip walaupun motor yang kami kendarai adalah kategori ‘moge’ alias motor gede.

Ketika melewati ‘Happy Valley’ sekitar Km. 72-73 yang dikenal dengan tanjakan panjang dan tajam, tercium bau kanvas rem yang menyengat. Artinya, jalur ini termasuk jalur tanjakan yang berat disaat kemacetan, hampir pasti semua mobil yang naik harus banyak memainkan kopling.

Menjelang jembatan kali Ciliwung, dimana kami lihat jalan untuk turun ke Bogor masih macet, beruntung kami sudah berhasil belok ke kanan untuk selanjutnya menuju arah Bukit Sentul dan ujung-ujungnya keluar di Sirkuit Sentul. Sejak belokan tadi, kami pun sudah bebas dari kemacetan.

Urutan perjalanan melalui jalan alternatif ini adalah menuju kawasan Bukit Sentul, dan Pintul Tol Sirkuit Sentul. Bagi pengendara motor tentunya harus diteruskan ke arah jalan Raya Bogor dan seterusnya jalur ke Pemda Kabupaten Bogor Cibinong (Jalan Tegar Beriman), Kampung Tengah, Depok dan Jakarta Selatan.

Peta jalur bisa dilihat dari Buku Peta Jakarta Jabotabek keluaran Gunther W. Holtorf 13th Edition 2005/2006 pada halaman C2, D2, 202, dan 212.

Dibawah ini adalah rangkaian rekaman foto jalur Bukit Sentul yang dapat kami liput. Kamera berada di posisi paling belakang konvoi. Hanya sangat disayangkan, hasil foto yang ada masih kurang memuaskan karena ketika itu kamera sedang mengalami ‘salah setelan’ dan tidak sempat lagi di rubah selama perjalanan.

Semoga jalur Bukit Sentul ini dapat juga dicoba atau dilewati oleh mereka yang senang berkendara motor.

Rasakan sendiri sensasinya!

Kesimpulan:

Jalur Bukit Sentul relatif masih sepi, kondisi jalan sangat mulus, angkot tidak ada, banyak tikungan tajam, menjumpai banyak tikungan huruf ‘S’, sifat jalan naik-turun perbukitan, pas banget buat latihan touring motor, masih banyak pohon/teduh, pemandangan oke banget, dan sangat disarankan lewat pada siang hari karena perjalanan bisa dinikmati secara keseluruhan.

Bagi mereka yang ingin mencoba atau mempraktekan keterampilan ‘Teknik Membuat Foto Sambil Riding Motor’ (baca artikel ini); maka jalur Bukit Sentul bisa menjadi pilihan yang tepat.

The End.

Categories: REPORT
  1. Rio
    October 15, 2008 at 8:18 am

    kangen turing…hiks…

  2. October 16, 2008 at 5:00 am

    btw jalur bukit sentul kan dijaga satpam ya om……ada peraturan khusus nggak supaya bisa masuk ke situ….buka tutup jam berapa….dsb

  3. October 16, 2008 at 6:20 am

    @rive,
    Kemarin lewat sana aman2 aja. Emang sempat sih liat ada satpam di pos jaga Bukit Sentul, tapi perjalanan mulus2 aja. Kalau mau lewat sana lebih baik di siang hari aja bro..πŸ™‚

  4. October 16, 2008 at 6:40 am

    @rive,
    ga ada sih perturan khusus kl mo lwt stu,wkt sya&rombongan(DENYUT RC) sih lwt y lwt aja,paling ngasi salam/klakson aja..

  5. ARE-O
    October 16, 2008 at 7:08 am

    Saya pernah melewati pada saat malam hari (pkl 23) bersama rombongan 5 motor. pada waktu itu gerbang sudah ditutup namun kami dijinkan melintas (dengan memberi uang tip 30rb)

  6. akmal eky
    October 16, 2008 at 1:07 pm

    Postingannya keren bro, sayang beberapa gambar yang action-nya oke seperti waktu maneuver agak blur, mungkin lain kali bisa pake tripod :)*bisanya cuma kritik* nggak deng bro, oke banget, lu memang juara. Keep it up!

  7. October 19, 2008 at 4:13 am

    Lewat Bukit Pelangi kali’ Oom BroπŸ™‚

  8. October 19, 2008 at 7:43 am

    @Luthfie,
    Benar bro. Secara peta melintas Bukit Pelangi tapi kalo saya tulis dengan nama ini kurang dikenal. Mudah2an semakin banyak yg melintas, nama Bukit Pelangi bakal makin populer..πŸ™‚

  9. balqi
    October 28, 2008 at 2:56 pm

    no comment…saking kangen banget sama yang namanya naek motor and touring…
    apa lagi kompor om stephen yang ke West Sumatra kemaren….

    xixixixixixiii

  10. October 29, 2008 at 2:16 am

    @ balqi
    Udah sana berangkat.. ke Puncak lewat Bukit Sentul & Bukit Pelangi.
    Tikungan-nya banyak yang ‘mirip’ dengan kelok 44 West Sumatera..πŸ™‚

  11. Infanto
    October 30, 2008 at 5:48 am

    jadi pengen njajal nih…tp arah kebalikan…dr jalan raya bogor-sentul-bukit pelangi…

    Thanks info nya Bro

  12. no-Q
    December 10, 2008 at 1:45 pm

    betul kata bro stephen, memang asik bgt lewat bukit sentul, rute favorit ane tuh kl mo k puncak.
    tapi ane mo tambahin nih, jgn coba berenti, foto2 or santai2 ngaso di kompleks sentulnya,
    suka ada preman kampung minta jatah keamanan,, biasanya yg di mintain cuma yg nongkrong2 aje, kl yg lewat sih, jln terus tanpa hambatan.
    satpamnye jg baik2 kok,, yg penting kita sopan aja lwt situ..πŸ™‚

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: