Home > REPORT > Melintas Taman Nasional Kerinci Seblat-Sungai Penuh-Kayu Aro Gunung Kerinci, Provinsi Jambi

Melintas Taman Nasional Kerinci Seblat-Sungai Penuh-Kayu Aro Gunung Kerinci, Provinsi Jambi

September 24, 2008 Leave a comment Go to comments

Ada banyak kekayaan alam yang dimiliki Indonesia yang patut dibanggakan. Salah satunya “Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS)” terletak di Pulau Sumatera.

Kawasan TNKS memiliki luas 1,368,000 Ha. Lokasi ini berada tepat di pegunungan Bukit Barisan pulau Sumatera. Memanjang mulai dari Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Jambi (Gunung Kerinci, Gunung Seblat) dan hingga sampai ke Bengkulu.

Memiliki kelebaran dari pantai barat Sumatera sampai dataran rendah Sungai Batanghari Provinsi Jambi. TNKS juga dikenal dengan penghuni binatang buas ‘datuk’ alias Harimau Sumatera.

Aapakah anda ingin melintas kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat? Jalur yang penuh tantangan adalah melewati kota Tapan Sumatera Barat (pantai barat) dan selanjutnya menuju arah Sungai Penuh Provinsi Jambi (lihat peta dibawah ini).

Berbagai artikel Majalah Kehutanan maupun informasi website Departemen Kehutanan Republik Indonesia mengatakan bahwa kawasan ini kaya dengan dengan berbagai ekosistem dan keragaman kehidupan binatang buas atau binatang liar.

Salah satunya adalah sang penghuni hutan atau si ‘datuk’ alias Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang masih dilindungi. Bahkan tercatat beberapa kali si ‘datuk’ turun ke perkampungan mencari mangsa hewan ternak milik penduduk setempat.

Ribuan jenis tumbuh-tumbuhan termasuk bunga anggrek, ratusan jenis burung, maupun binatang primata, semuanya diperkirakan masih ada kehidupan di dalam kawasan hutan lebat Taman Nasional Kerinci Seblat.

TNKS adalah kawasan cagar alam nasional yang dilindungi, tapi selalu menjadi sasaran perambahan maupun pembalakan liar oleh para oknum yang menyebabkan kerusakan hutan lindung ini. Sangat prihatin.

Perambahan dan pembalakan liar masih terus saja berlangsung dan semakin meningkat yang menyebabkan beberapa tempat kehidupan satwa-satwa langka maupun binatang buas yang dilindungi semakin berkurang. Akibatnya, ruang gerak satwa maupun binatang buas seperti si ‘datuk’ Harimau Sumatera kian menjadi lebih sempit.

MENGOPTIMALKAN KAWASAN KONSERVASI SEBAGAI TUJUAN WISATA ALAM

Beruntung penulis pernah melewati kawasan TNKS ini ketika sedang mengikuti ‘Adventure Touring’ dengan tajuk “HTML Touring Goes To Southern Sumatera” pada bulan Mei 2007. Dapat disaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana situasi TNKS. Namun sayang, penulis hanya melihat TNKS terbatas meliputi area yang dilewati dengan jalur motor saja.

Tetapi setidaknya, jalur yang pernah dilewati tersebut sekiranya dapat menciptakan “promosi pembangunan pariwisata alam dan ekowisata” untuk mengakselerasikan ekowisata Indonesia maupun mendukung “Visit Indonesia Year 2008”.

Semoga jalur tersebut dapat menjawab isi dan maksud Siaran Pers Dephut RI No. S.251/II/PIK-1/2008: “Mengoptimalkan Kawasan Konservasi Sebagai Tujuan Wisata Alam”.

Kutipan siaran pers pada paragraph terakhir tertulis demikian:

Kawasan konservasi di seluruh Indonesia yang memiliki potensi sebagai industri wisata alam sangat bervariasi, tersebar dalam 535 unit dengan luas total mencapai lebih dari 28 juta hektar, meliputi cagar alam, suaka margasatwa, taman nasional, taman wisata alam, taman hutan raya, dan taman buru.

Jenis kegiatan yang potensial untuk dikembangkan dalam wisata sektor ini meliputi tracking, hiking, rafling, interpretasi alam dan lingkungan, pengamatan binatang dan tumbuhan, outbound, penelusuran gua, sepeda gunung, kemah, dan fotografi. Untuk kawasan konservasi laut, kegiatannya meliputi snorkling, diving, fishing, surfing, wind wurfing, ski air, dan fotografi”.

Kami sangat mendukung! Apalagi jika ditambah berbagai kegiatan Touring Bike yang dilakoni oleh para motor bikers Indonesia yang berkompeten.

Mudah-mudahan para pejabat terkait, baik mereka yang duduk di Departement Kehutanan maupun Departemen Kebudayaan dan Pariwisata kiranya berkenan membaca artikel pendek ini.πŸ™‚

Dibawah ini foto-fotonya, mulai dari kota Tapan Sumatera Barat, kemudian kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat, melewati Sungai Penuh, dan terakhir Kersik Tua di Kayu Aro Kaki Gunung Kerinci Jambi.

PUSAT KOTA TAPAN

Ke kiri arah Kota Painan dan Padang. Sedangkan lurus jalur ke arah Sungai Penuh, Jambi melewati “Taman Nasional Kerinci Seblat TNKS.”

PEMANDANGAN ALAM TAPAN (kota penghasil kerajinan batu akik)

MASUK KAWASAN TNKS (datang dari Tapan SUmatera Barat)

Tidak jauh dari sini dijumpai Tugu Perbatasan Provinsi antara Sumatera Barat dan Jambi.

KONDISI JALAN TNKS (rusak, sempit dan banyak longsoran)

TUGU SELAMAT JALAN/SELAMAT DATANG TNKS

(meninggalkan TNKS dan jalan turunan ke Sungai Penuh)

HOME STAY PAIMAN, KERSIK TUA, KAYU ARO, JAMBI

PERKEBUNAN TEH KAYU ARO, JAMBI (Latar belakang G. Kerinci)

DESA KERSIK TUA, KAYU ARO, JAMBI

SUNSET GUNUNG KERINCI, JAMBI

Artikel lanjutan: Sumatera Barat: Tanah Minang Rancak Bana

The End.

@2008: Hak Cipta dilindungi oleh UU yang berlaku. Jika ada yang ingin mengambil atau mengcopy materi, isi, dan/atau foto-foto weblog ini, diminta lebih dulu memberitahukan secara tertulis.

Categories: REPORT
  1. October 20, 2008 at 6:44 am

    Saya dan keluarga jadi pengen juga jalan2 seperti anda apakah roda empat jenis Jeep bisa melalui daerah ini?
    Terima kasih atas perhatiannya,

  2. October 20, 2008 at 8:01 am

    @Abdoerrachman Yahya,
    Untuk mobil tidak ada masalah, apalagi naik Jeep.
    Lewat TNKS banyak tanah longsor, extra hati-hati.
    Kalau tertutup pasti ada penduduk yg kasih tau.
    Salam,

  3. October 24, 2008 at 10:44 am

    Jadi taingek waktu pulang kampuang saat menempuh Rute solok – Batu Bajanjang di bawah kaki Gunuang Talang . Foto-fotonya rancak bana

  4. November 21, 2008 at 4:33 pm

    do you see,how beatiful kerinci.

  5. November 26, 2008 at 11:06 am

    salam kenal stephen..sebelumnya saya melihat disana ada tertulis TAPAN sumatera barat.
    itu adalah kampung saya.saya asli orang TAPAN tepatnya dekat simpang tugu persimpangan ke kerinci dan ke bengkulu.saya sekarang kul di UNDIP.
    kondisi jalan tapan memang sangat sempit dan rusak.
    gambar yang pake motor diatas merupakan jalan Muara sako-puncak tempat resort ayah saya di TNKS.

    di puncak ada sebuah pos TNKS yaitu pos BUKIT TAPAN

  6. November 26, 2008 at 1:30 pm

    @ Willy,
    Salam kenal juga.
    Waktu itu kami tidak sempat singgah di TAPAN. Tapi, saya senang bisa lewat TAPAN dan terus melaju ke arah TNKS dan Sungai Penuh. Di simpang tugu Tapan kami berhenti sejenak melihat arah, dan jalan yg makin kecil ke arah TNKS. Air sungai yang datang dari arah TNKS ke TAPAN sangat jernih, disitu kami lihat ada jembatan gantung.
    Mengenai resort di TNKS tidak kami lihat, sepanjang TAPAN ke TNKS hutan lebat, jalan rusak banyak longsoran. Selanjutnya kondisi jalan ke Sungai Penuh turunan tajam. Sepi kali, tidak ada rumah penduduk, apalagi resort/villa. Mungkin resortnya ke arah yg lain ya?

  7. ari
    December 18, 2008 at 6:53 pm

    pemandangannya indah sekali aku ingin datang kesana,aku mohon hutannya dijaga kelestariannya

  8. zulkifli
    February 4, 2009 at 10:26 am

    Saya orang Malaysia. Datuk saya berasal dari Desa Lubuk Paku, Sg Penuh. 2005 saya kesana melalui padang. Gunung kerinci begitu hebat, nasib baik dapat melihat puncaknya. Melintasi danau kerinci untuk kelubuk paku melalui jalan menyusuri sungai. Indah dan terharu berjumpa saudara mara walau dalam waktu singkat. InsyaAllah akan kembali lagi.

  9. February 6, 2009 at 9:46 am

    @ Abang Zulkifli di tanah seberang Melayu (Malaysia),
    Senang ya sudah berkunjung ke Jambi. Apalagi kalo bisa naik Gn. Kerinci sampai puncaknya, indah sekali. Mampirlah di Kersik Tuo Kayu Aro, karena disana ada home-stay PAIMAN yang biasa dipakai oleh para pendaki Gn. Kerinci sebelum/sesudah naik gunung. Tinggalkan foto-foto anda di home-stay tersebut sebagai kenangan agar bisa dilihat oleh rekan-rekan yg lain.

  10. jamiludin
    March 27, 2009 at 9:06 pm

    aku jadi pengen mudik bawa motor seperti kamu……………..

  11. deia neisamasi
    April 4, 2009 at 4:35 pm

    haiii pak stephen
    saya deia siswi salah satu SMA di sumsel
    waw foto-fotonya bagus banget
    saya dulu sering pulang ke padang aro tempat keluarga melewati kerinci
    permandangan alamnya memang di ancungi jempol
    tidak tertandingi Apa lagi udaranya yang segar
    buat saya jadi kangen pengen pulang kampuang
    apalagi mendaki gunung kerinci itu impian saya sejak dulu.
    lestarikan aLam indonesia ini ya….

  12. April 5, 2009 at 1:45 am

    @deia
    Salam kenal juga. terima kasih atas koment-nya.
    Saya pun berpendapat sama dengan kamu.
    Pemandangan & alam Bukit Barisan keren banget!
    Mendaki gn. kerinci sangat asyik, impian saya juga.
    Saya setuju kita harus melestarikan alam Indonesia.

  13. aviv
    April 17, 2009 at 8:40 pm

    terimakasih telah mengenalkan kerinci pada semua orang, saya sebagai putra kerinci menyatakan hormat saya ke pada saudara

  14. Ady Tanjung
    April 27, 2009 at 2:59 pm

    Saya sangat terpesona dengan alam Sumatera, juli 2008 saya ke Medan lewat darat
    pakai mobil berangkat lewat pantai timur, pulang lewat pantai barat, tapi saya lihat foto foto Bapak rasanya saya pingin coba naik motor ,kira kira ada acara touring lintas sumatera saya bisa dapat infonya bagaimana Pak ,apa tiap tahun ada yang ngadain ,oya saya ada di Surabaya.

  15. April 29, 2009 at 9:24 am

    @Bro Ady,
    Waduh.. sudah enak naik mobil jangan pindah ke motor, sengsara!
    Tapi kalau suka tantangan, silahkan di coba naik motor ke Medan.
    Saat ini ada rekan yg meluncur ke Medan, infonya JALINTIM rusak
    berangkat malam minggu kemarin, baru tiba di PKU selasa malam.

    Agenda touring sumatera, ada yg dipublish ada jg yg diam2 berangkat
    jadi susah juga mau dikasih tau, untuk sementara saran dari saya
    sebaiknya bergabung aja dengan klub/komunitas motor Tiger/Scorpio
    mereka yg paling sering bikin acara touring jauh dengan motor..πŸ™‚

  16. Ishak Ismail
    May 10, 2009 at 10:19 am

    selamat Bung Stephen Langitan, anda telah meliwati sepotong tanah surga yang tercampak ke bumu, sayang anda tidak mengabadikan pemandangan kota Sungai Penuh, apalagi dilihat dari atas Bukit Sentiong, dan Danau Kerinci yang menawan, salam

  17. May 11, 2009 at 11:58 am

    @Ishak Ismail,
    Waktu saya berada di puncak bukit TNKS sebelum turun ke Sungai Penuh, saya melihat keajaiban kota Sungai Penuh yang ada dbawah bukit dikekelingi perbukitan. Pemandangan alam saat itu sangat indah sekali. Tapi sayang sekali, kamera sudah kehabisan battere, jadi tak bisa difoto. Turunan bukit TNKS sampai ke Sungai Penuh sangat asyik buat bikers, dan setibanya di Sunga Penuh ketemu pertigaan. Kami belok kiri dan berhenti sejenak membeli minuman. Terasa udara Sungai Penuh sangat sejuk, dingin, dan waktu itu pukul 16.30 terlihat anak-anak muda, ABG duduk-duduk dipinggir jalan sambil bercengkerama di sore hari. Mengingat waktu, kami teruskan perjalanan ke Kayu Aro agar kami bisa tiba sebelum malam. Perjalanan dari Sungai Penuh ke Kayu Aro, sebelum masuk kebun teh, lurus-lurus, dan saat itu kami melihat perbukitan mengelilingi Sungai Penuh di kiri dan kanan jalan, belum lagi hamparan persawahan yang indah sekali. Sesekali kami melihat bukit TNKS dimana kami tadi berada. Tapi yang pasti Sungai Penuh memang sangat indah. Sekali lagi sayang waktu itu battere kamera sudah habis, re-charge ketika kami sudah tiba di Mes PAINAN, Kersik Tuo.

  18. May 18, 2009 at 10:47 pm

    hwaa… jadi ngiri nih.. pengen ikutan touring, saya terakhir ke kerinci pas kelas 3 SMA tahun 2001, sekarang jadi kangen tuk kembali ke kerinci…

    klo saya biasanya perjalanan malam naik bis safa marwa dari bangko arah sungai penuh, brangkat jam 10 malam sampe sungai penuh jam 5 pagi, ahh sejuk dan asik berada di sungai penuhπŸ˜€

  19. Edy
    June 9, 2009 at 12:13 am

    Saya merupakan orang Malaysia. Saya pernah pergi ke daerah kerinci pada bulan Februari 2008. Namun saya hanya sempat melalui di Kersik Tuo Kayu Aro kerana kami dari padang hendak bertolak ke Kampung Semerap, Sungai Penuh. Sepanjang perjalanan yang mengambil masa selama 8jam, kami sekeluarga sungguh kagum dengan keindahan alam semula jadi di sana. kami berasa ingin sekali lagi melawat disana dan pada hujung tahun 2009, kami bercadang sekali lagi ingin pergi ke Sungai Penuh. Di harap saudara boleh mencadangkan tempat-tempat yang menarik yang boleh kami lawati..sekian..

  20. June 9, 2009 at 5:49 am

    Edy, Yg bagus2 dari Kersik Tuo Kerinci, anda bisa mengikuti rute/trek yang pernah saya lewati dikawasan Sumatera Barat. Saya jamin anda dan sekeluarga sangat senang. http://stephenlangitan.com/2008/09/23/sumatera-barat-tanah-minang-rancak-bana/

    Saran saya, flight ke Padang, kemudian naik mobil ke Painan, terus masuk TNKS, Sungai Penuh, dan Kersik Tuo. Setelah itu, ikuti rute/peta yang ada dalam perjalanan menuruk Danau Atas/Danau Bawah, Solok, Danau Singkarak, Padang Panjang, Bukittinggi, Danau Maninjau, dan seterusnya. Pulang ke Padang menuju airport.

  21. INDRA
    June 10, 2009 at 1:53 pm

    kepada pemerintah kerinci………….
    tolong d perbaiki jalan kerinci mau menuju k daerah tapan sumbar……..
    udah rawan longsor jalan berlubang dan sempit lg…

  22. ira sapriani
    June 20, 2009 at 4:22 pm

    wow………………. gunung kerinci itu memang indah bgt …

    ne gw asli pnduduk sn para sahabt2x atau rekan2x yg blum pernah kesana dijmin rugi bgt dech………..
    disana bnyk tmot2x wisata yg bs di kunjungi SEPERTI air hangat , telun berasap, n gunung tujuh ,dan masih buaaaaaaaaaanyak lg dah,,,,,,, pokoknya asyik bgt……….
    saudara pst lum puas bgt liat pmndngannya …….
    ra,,, tggal pas di kaki gunung kerinci…….. di perumhan PTP perkebunan TEH kayu aro…….
    pokok nya yang pengen lihat pemndangannya ……….pergi dech skrng mumpung liburan……….. n apalagi 17 agustus bnyk yang daki gununung …………
    tp mesti inget jngan lupa bw jaket yach………coz dingin B,,,,,,,,G,,,,,,,T,,,,,,,,,

  23. June 20, 2009 at 4:57 pm

    ira sapriani, terim kasih sudah kasih komentar, semoga makin banyak kawan2 yg mau datang kerinci, saya suka sekali karena masih alami sekali dan indah.. malah saya berencana mau dtg kesana lagi..:-)

  24. Zalmi Isyana
    June 23, 2009 at 1:22 pm

    Melihat foto Kerinci jadi kangen pengen pulang kampuang.Pak Stephen ada ga’foto daerah Semerap,soalnya saya sudah Delapan tahun ga’ pulang kampung.

  25. BUddy
    July 4, 2009 at 12:03 am

    Saya pernah di sungai penuh kerinci pasca gempa tahun 1995
    bagaimana kondisi sungai penuh sekarang????
    dulu kesana melakukan pemetaan untuk rencana pembuatan PLTA di sungai batang merangin,,
    apakah sudah terwujud belum???
    Jadi kangen mau kembali ke sungai penuh,,,
    Kapan ya,,,????????????????????????????

  26. willi
    August 7, 2009 at 11:25 pm

    Saya willi, saya tgl 27 agstus nanti akan berencana mendaki gn.Kerinci. Saya takjub dgn pesona alamya. Apalagi gng tsb adl gng berapi tertinggi di indonesia. Saya dr jkt, apabila ingin ke sana bagaimana rutenya apabila naik bus, lebih baik lwt Padang atau Jambi???Saya sangat membutuhkan rutenya.THX…

  27. willi
    August 7, 2009 at 11:27 pm

    Saya sangat membutuhjkan informasi tsb…thx

  28. August 8, 2009 at 7:46 am

    Kalau dari Jakarta naik bus, lewat jalur tengah Sumatera, ketika di Bangko harus ganti bus tujuan Sungai Penuh, kemudian Kayu Aro, sampail ke Home Stay Painan.

    Kalau dari Jakarta naik pesawat, ambil tujuan Padang, kemudian sewa micro bus ke arah Tapan (pantai barat), setelah tiba di Tapan, belok kiri ke Sungai Penuh melewati hutan lindung dan jalan berat Taman Nasional Kerinci Seblat. Sampai di Sungai Penuh, lanjutkan pejalanan ke Kayu Aro, tiba di Home Stay Painan.

    Selamat menikmati perjalanan.. n daki gunung Kerinci yang eksostik!

  1. September 24, 2008 at 11:08 pm
  2. June 1, 2009 at 6:09 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: