Home > TIPS > Teknik Membuat Foto Sambil Riding Motor

Teknik Membuat Foto Sambil Riding Motor

September 7, 2008 Leave a comment Go to comments

Kenapa tidak? Mengambil foto sambil berkendara (riding) motor.

Yang dimaksud disini bukanlah dilakukan oleh boncenger atau penumpang motor, tetapi murni dilakukan oleh seorang bikers (pengendara).


Model: Eko Widjayanto HTML/DDOCI

Berfoto ini sangat menarik bagi penyuka touring, bergabung konvoi motor, maupun ketika riding di tempat-tempat yang jarang di lewati orang. Selain harus memiliki keterampilan menggunakan kamera, setidaknya kegitan fotografi sambil naik motor harus memiliki rasa seni.

Foto adalah “barbuk” (red= barang bukti) untuk sebuah momen yang indah, bagus dan perlu diabadikan agar nantinya bisa dilihat oleh siapa saja. Apalagi, ketika ada sebuah even yang jarang terjadi, atau melewati pemandangan yang indah, maka tidak ada salahnya kegiatan berfoto sambil riding motor perlu dilakukan.

Biasanya para bikers berfoto dilakukan saat motornya berhenti, dan turun dari motor. Namun sebenarnya ketika dalam perjalanan, ada banyak momen-momen bagus yang sering terlewatkan. Sebagai bikers yang kreatif, jangan pernah berhenti mencoba sesuatu yang baru, yaitu berkendara motor sambil memotret.

Kegiatan ini sangat berbahaya! Kenapa?

Pertama, kegiatan ini memerlukan konsentrasi antara berkendara (riding) dan memotret. Kedua, kegiatan ini memerlukan tangan kiri, jadi bikers harus sering menggunakan satu tangan dalam berkendara motor.

Berkonsentrasi sekaligus dengan 2 hal, riding dan motret adalah sangat sulit dan membahayakan diri sendiri. Semua ini bisa berjalan seiring dengan waktu dan pengalaman. Keterampilan dapat diperoleh setelah melewati berbagai latihan dan pengalaman touring. Jika menyukai sebuah tantangan, kenapa tidak dicoba? Syaratnya harus dimulai dari nol, dan kemudian melakukan banyak latihan sampai mendapatkan “feeling” yang pas.

Pada prinsipnya ini hanya mengasah keterampilan. Kemahiran timbul setelah melalui proses yang dilakukan secara berulang-ulang.

Persiapan:

Rekomendasi kamera, yaitu digital pocket camera, 7-10 MP, shake reduction, menu ‘sport’, pakai kantong kamera di pinggang, atau pakai jaket yang bersaku lebar, pakai tali gantung di leher, memory card plus cadangan, baterai full plus cadangan. Jika touring jauh dan menginap, jangan lupa bawa charger battere.

Sebelum dimulai, seting kamera mulai dari set tanggal, set menu ‘sport’ atau ‘auto picture’, Kemudian lakukan pengetesan, atau percobaan. Kamera di kalungkan di leher dan user duduk di motor. Jika, kamera menyentuh tangki bensin, tali disimpul atau dibuat pendek (dikondisikan jika tidak nyaman).

Latihan dulu di rumah. Mesin motor dihidupkan, tapi posisi motor berhenti dengan standard tengah, lalu kedua tangan taruh di stang motor. Mulailah latihan simulasi, tangan kanan mainkan gas, sementara tangan kiri beraksi ambil kamera, bidik dan shoot, kemudian kamera di lepas dan masukkan ke kantong.

Ulangi lagi simulasi ini dengan memainkan tangan kiri yang harus bolak-balik memegang handle kopling dengan cepat, serta berganti dengan ambil kamera serta pegang kamera  sekaligus membidik dan shoot (ini khusus buat motor laki pakai kopling).

Ulangi lagi dan ulangi lagi, seolah-olah ada objek ‘betulan’  yang harus difoto, tangan kiri dimainkan dengan cepat membidik dan menekan tombol “push to shoot”. Arahkan kamera untuk shoot kedepan, shoot ke kiri, shoot ke kanan, ataupun shoot ke belakang.

Setelah proses latihan simulasi indoor selesai atau dirasakan cukup, maka cobalah latihan outdoor, yaitu riding motor keluar rumah, kemudian praktekan beberapa shoot, sementara motor berjalan pelan.

Setelah itu lihat hasilnya, jika mendapatkan objek gambar jelek, langsung delete menghemat memory card. Jika kurang puas, lakukan lagi latihan dan silahkan dicoba dengan kecepatan lebih atau melakukan ditempat yang lebih ramai.

Sekali lagi dingatkan, kegiatan ini berbahaya. Jika ingin sesuatu yang menantang silahkan dicoba.

Tips:

Untuk pemula yang ingin mencoba dalam sebuah even touring, sebaiknya fotographer melaporkan dulu kepada ‘Captain Road’ dan seluruh anggota. Hal ini perlu agar keselamatan berkendara diantara sesama anggota touring dapat berjalan dengan baik. Setidaknya peserta lain juga dapat mengkondisikan kalau ada teman yang mau memotret dirinya ketika sedang riding.

Keselamatan diri maupun dengan tim harus didahulukan dan jangan terabaikan. Jika kecepatan motor sedang tinggi, jangan pernah memotret ditempat lalu-lintas yang ramai. Antisipasi dengan cepat jika situasi dan kondisi dapat membahayakan orang lain maupun diri sendiri. Jangan memaksakan diri!

Jika bawa boncengan, sebaiknya kegiatan fotografi sambil berkendara dilakukan oleh  boncenger. Malahan hasil-hasil foto dari boncenger akan jauh lebih bagus, sudut-sudut gambar bisa diatur sesuai dengan posisi motornya, mau dari depan, atau dari belakang, asalkan fotographer boncenger diketahui oleh grup.

Menggunakan ‘Digital Movie Camera’ bahkan sangat bagus. Karena ini merekam dan perlu waktu lama, maka sebaiknya dilakukan oleh boncenger. Untuk bikers, boleh-boleh saja. Tetapi harap memperhatikan keselamatan diri maupun tim. Extra hat-hati.

Selamat mencoba!


Kamera digantung


Tangan kiri, shoot ke depan


Pergerakan tangan harus lihai


Shoot tepat di kiri


Shoot ke kakanan

Dibawah ini beberapa hasil foto dan objek memotret sambil berkendara motor ketika penulis mengikuti acara parade Ferrari, Ducati, dan Harley Davidson pada acara Fast Forward fX. Kondisi ramai.

Membawa boncengan sangat baik. Pemotretan sambil berkendara sebaiknya memang dilakukan oleh boncenger.

Memotret dengan kecepatan rendah di jalan sepi sebagai ajang latihan (foto bawah model diperagakan oleh Bro Toni Permana, HTML Riau)

Memotret di tikungan Kelok 44 Danau Maninjau ketika Touring HTML Goes To Southerm Sumatera (foto bawah)

Merekam dengan Digital Movie Camera (sumber forum HTML Jakarta Selatan)

The End.

Categories: TIPS
  1. September 7, 2008 at 8:59 am

    Sekarang sudah ada beberapa orang yang bisa melakukannya saat riding… Asyik, artinya ada orang lain yang bikin foto ke gw, dan bukan hanya mengambil foto orang lain doank… Xixixi

  2. September 7, 2008 at 11:54 am

    @ Nugroho,

    Wah ini dia gurunya.
    Seingat gw awalnya motret sambil riding dimulai dari bro Nugroho.
    Sekarang beberapa bikers sudah banyak yg bisa melakukan motret sambil ride.
    Buat orang2 lama semacam Nugroho, nunggu dipotret saja. Hehehe..🙂

    Mau liat album Nugroho kesini aja: http://agustusnugroho.wordpress.com/

  3. Anonymous
    September 7, 2008 at 12:53 pm

    Wah tips nya berguna banget nih Steph.. setuju sama Nugroho deh jadinya lbh banyak temen yang bisa motretin kita riding.. hehehe

  4. Avilla
    September 7, 2008 at 12:55 pm

    Hihihi sorry email yang anonymous diatas dari gw, td lupa isi

  5. September 7, 2008 at 3:21 pm

    @ Avilla,
    Gw tunggu foto2 dari Bro Bikers.
    Yg gw dapet dari Bro Bobeng banyakan shootnya dari belakang.
    Coba dapetin shoot dari depan, samping, tapi lagi riding ya..🙂

  6. Eky
    September 7, 2008 at 9:52 pm

    Waduh bro Stephen ini minta foto tapi banyak syaratnya, seinget gw Bobeng selalu bawa kamera juga di sidebox tapi SLR, kapan motretnya ya?, masak riding sambil ganti lensa ha5

  7. September 8, 2008 at 5:11 am

    Camera SLR kalo ride sendiri (gak bawa Boncenger) dipakai saat berhenti aja Bro. Kalo bawa boncenger, walaupun lebih susah dan berat, dia yg ngambil gambar saat jalan, boleh juga tuh.

  8. September 8, 2008 at 5:28 am

    Titip Pesan aja Bro karena sesuai lagu Titik Puspa (jadul) “Nenek bilang itu berbahaya…!!”.

    1. Makanya mesti benar2 berhati-hati dan yang melakukan riding skillnya sudah harus sudah baik (mahir), jadi saat mengambil foto kita sudah gak masalah membagi konsentrasi dan fokus kedepan maupun kebelakang.. Kalo baru naik motornya, baik2 aja deh dijalan, nerima aja difoto lebih enak…

    2. Liat2 foto dan delete yg gak bagus, nanti saja saat sudah berhenti (tidak sedang jalan) karena dibandingkan mengambil foto, hal itu akan lebih makan waktu dan mengalihkan fokus (seperti main sms) saat Riding. Dilarang keras karena berbahaya. Makanya perlu latihan dan banyak menggunakan feeling. Ambil foto satu event beberapa kali aja (jangan pelit), itu enaknya camera digital kan, ntar tinggal pilih2 dan delete yg gak bagus, belakangan saat berhenti.

    3. SAFETY FIRST, SAFETY FIRST & SAFETY FIRST. Jika kondisi jalan tidak memungkinkan, lupakan aja mengambil foto sambil riding. Konsentrasi dan fokus ke jalan secara penuh aja. Jangan sampai membahayakan diri sendiri maupun orang lain…

  9. September 8, 2008 at 9:00 am

    @ Nugroho,
    Setuju. Penulis dah bilang kalo kegiatan ini berbahaya.
    Ini khusus buat penyuka tantangan. But.. safety first!
    Thanks for your input.

  10. ekowd
    September 8, 2008 at 9:15 am

    Waduh, modelnya kayaknya kenal tuh. hehehehe

    Tips tambahan:
    – Kalau ada, gunakan camera yang shockproof & waterproof, seperti Olympus Mju-SW.
    Waterproof berguna kalo mendadak hujan, atau kalo mau ambil gambar2 dramatis saat hujan, seperti sebagian foto2 bro nugroho. Shockproof perlu karena ada saatnya harus melakukan tindakan mendadak yang memungkinkan camera membentur objek lain, seperti tangki.
    Kalau memang tidak ada ya ngga papa, tapi harus extra hati2.Pengalaman bro Danang MBC waktu ke Jogja trahun lalu. Tiba2 hujan deras tanpa tanda2. Walaupun langsung menepi & menyimpan camera, sayangnya udah terlambat. Camera rusak & memory card error sebagian.
    – Walaupun sebagian besar lebih prefer camera dikalungin di leher, pake gantungan standar camera & digantung di perhelangan tangan juga ga masalah. Dulu bro Ramos DDOC selalu dengan cara itu.
    Keuntungannya bisa mengambil sudut2 yang berbeda, seperti low angle dari deket ban(sambil menunduk), dimana pergerakan camera yang digantung di leher terbatas pada panjang tali gantungan.
    Kelemahannya adalah sulitnya menyimpan & mengeluarkan camera sambil jalan. Kemungkinan besar camera harus selalu digantung di pergelangan tangan, lebih riskan terbentur kendaraan lain atau terkena lontaran kerikil.
    – Kalau memang ada opsi Sport dan/atau anti-shake, aktifkan keduanya. Kalo tidak kemungkinan besar gambar akan blur.

    @agustusnugroho:
    Hasil foto camera SLR sambil riding keren2 loh. Apalagi kl fotografernya jago. Walaupun foto tanpa ngeker, hasilnya lumayan keren2.
    Contohnya waktu tour ke Purwokerto. Kita gantian boncengin fotografer/reporter Bikers Magz, bro Deni. Hasil2nya mantap. Masih nunggu copy CD foto2nya nih, buat report

  11. September 8, 2008 at 10:14 am

    @ Bro Eko,
    Thanks atas inputnya.
    Semakin lengkap n semoga bermanfaat buat pembaca.

  12. September 8, 2008 at 6:47 pm

    @Bro Eko,
    Kalo ada cameraman boncenger emang enak. Bukan hanya bawa camera SLR bisa sekalian juga bawa Camera Video, seperti waktu kita ke Bandung dulu itu…
    Hahaha… bentar lagi pada bikin film deh…🙂

  13. R. Poetet Nirbito
    September 9, 2008 at 7:23 am

    Nonton karyanya temen2 RAPI Riders aja dah puas om …

    Q poetet

  14. September 9, 2008 at 8:53 am

    @ Om Poetet,
    Yg mana?
    Tolong dong link URL nya biar diliat ama pengunjung lain.
    Let’s sharing..🙂

  15. dpoeng
    September 9, 2008 at 7:23 pm

    wah bro eko ma om Nugroho yg td malam tayang di Mototrax Global tv ya….
    salam dr ane,HTML-SMG

  16. ekowd
    September 11, 2008 at 8:46 am

    Salam kenal juga.

    Iks, pada nonton semua, ane malah ketiduran jam 1115 pas nungguin muncul😦

  17. September 11, 2008 at 12:15 pm

    @ Bo Eko,
    SMS dibaca, tapi TV gak diliat.. alias tidur..🙂

  18. dart1202
    September 13, 2008 at 12:05 am

    duh klo lagi susul2 mobil serem juga yah om sembari di pegang mahh… tapi trik2 nya baguss kapan2 aku coba dehh..

  19. juare97
    September 26, 2008 at 8:08 pm

    wah hebat …
    memang ini keuntungan besarnya jalan2 sambil ngambil photo dari motor dibandingkan dari mobil..
    hasil yang didapat tidak terhalang kaca .. hehehe🙂
    dan ndak perlu berhenti …

    tapi saya juga blum pernah nyetir mobil sambil ambil photo sih ….
    apalagi sambil bawa motor …
    dua2nya sama bahayanya 😉
    (harus latihan dulu)

  20. September 26, 2008 at 10:34 pm

    Asalkan banyak latihan, pasti bisa juga.
    Yang penting extra hati2! Berbahaya!

  21. October 16, 2008 at 5:03 am

    kalo pake pocket kamera mah aye udah biasa…..tapi kalo pake SLR ga kebayang deh😀

  22. October 18, 2008 at 7:48 pm

    Keren sih, tapi bahaya …
    Baru2 ini emang lagi keranjingan ambil photo
    saat riding. Waktu di kasih liat ke bokap malah
    marah2. Ya itu tadi, masalah SAFETY.

    Sekarang malah dibuat`in tripod sama bokap di deket stang
    biar ga ngedua`in SAFETY. Hihihihi

    Kalo tetep keukeh, ya ati2 aja deh.
    Kalo bisa yang ambil gambar, boncenger. Bukan rider…

  23. October 8, 2009 at 4:53 pm

    nice posting as always, bro Stephen!

    Thank you….

  1. October 15, 2008 at 3:59 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: