Home > TIPS > Persiapan Touring Jarak Jauh

Persiapan Touring Jarak Jauh


Setelah saya melihat buku kecil saya yang berwarna hitam kumal, ternyata disitu ada banyak tulisan tentang hal-hal yang harus dipersiapkan ketika saya harus berangkat touring motor dengan jarak jauh, antara lain:

Persiapan Motor

Motor harus dalam keadaan fit, diperiksa dan tune-up di bengkel AHASS (Astra Honda After Sales Service). Kenapa saya harus ke AHASS? Karena motor saya merek Honda-Tiger maka saya memerlukan jaminan dari AHASS jika ada ada sesuatu dalam perjalanan khususnya “engine trouble”. Setidaknya, AHASS punya bengkel yang sejenis di daerah dan ini bisa dijadikan rujukan.

null
Foto 1: Peta Indonesia

Biasanya AHASS menggunakan produk standard (bukan modifikasi). Jika touring jarak jauh maka biasanya kondisi motor dibuat sebagai motor standard, yaitu memakai knalpot standard, bermesin standard, shock breaker standard, lampu dan kelistrikan juga harus dibuat standard.

null
Foto 2: Motor dalam kondisi standard

Persiapan Perlengkapan Pendukung

Tidak lupa assesories motor juga harus dilengkapi. Untuk assesories atau perangkat tambahan ini biasanya saya datang ke bengkel non-AHASS karena biasanya AHASS tidak akan bersedia melengkapi perangkat tambahan seperti klakson hella atau klakson stable, braket box, pasang box utama, pasang box samping, windshield, engine guard dan lain-lain. Jadi, biasanya saya memiliki 2 bengkel yang menjadi rujukan sebelum saya berangkat touring jarak jauh.

Satu hal yang paling penting, jika saya hendak memeriksakan motor ke bengkel untuk tujuan touring apalagi jarak jauh, maka saya hal itu lakukan minimal satu minggu sebelum keberangkatkan. Dan saya selalu mengatakan kepada pihak bengkel kalau pemeriksaan dan tune-up ini untuk keperluan mengikuti touring jarak jauh ke kota X.

Saya harus jujur kepada bengkel mengenai tujuan dan rute perjalanan touring jauh yang dimaksud agar pihak bengkel mengatisipasi semua kebutuhan motor saya selama perjalanan. Juga, saya mintakan jaminan untuk semua parts yang tidak diganti, apa dan bagaimana, atau juga jaminan untuk parts yang sudah diganti apakah motor saya sudah layak menempuh jarak sekian KM sesuai dengan rencana perjalanan dan rute yang saya inginkan. Semua saran dan masukan dari para mekanik bengkel selalu saya pertimbangkan untuk dituruti, karena hal ini semata hanya demi kebaikan dan suksesnya perjalanan touring jarak jauh yang saya inginkan.

Selesai urusan motor dan segala asesorisnya, maka saya pun harus mempersiapkan diri dengan segala perlengkapan lainnya untuk menunjang perjalanan touring jarak jauh ini agar bisa sukses, antara lain:

null
Foto 3: Perlengkapan Tambahan, Top Case, Side Box, Tank Bag

Melengkapi set kunci-kunci atau tools motor (kunci pas dan kunci ring dengan semua nomor), obeng, tang, kabel tambahan, isolasi, ban dalam cadangan, bohlamp cadangan, busi cadangan, oli cadangan, tali kopling cadangan, tali gas cadangan, perlengkapan P3K, kain lap, senter, batu baterai, oli rantai (jika perlu), pisau/cutter. Biasanya saya membawa sebuah tas tools kit yang dapat menyimpan semua alat-alat tersebut.

“Gear and Apparel” dan perlengkapan Pribadi

Jaket touring, sarung tangan, sepatu boot, rompi, helm berkualitas, jaket hujan, baju ganti, celana ganti, baju dalam ganti, baju-baju hangat saya akan bawa jika tujuan ke lokasi ber iklim dingin. Celana dalam ganti, kaos kaki ganti, sarung tangan cadangan, balaclava cadangan, masker cadangan, perlengkapan mandi, dan kebetulan saya adalah pengguna kacamata minus maka saya juga membawa kacamata cadangan. Alat jaring (net), tali penyangga, kantong plastik untuk baju kotor, topi dan kupluk jika tujuan ke lokasi yang ber suhu dingin, sandal, celana pendek, handphone, charger handphone, dan kamera tidak akan pernah terlupakan.

null
Foto 4: Memilih Jaket & Helm Touring yang berkualitas

Jika perjalanan bersifat adventure touring, dimana saya memang belum pernah menuju ke lokasi tujuan atau tempat tersebut, mungkin lokasi masuk dalam kawasan terpencil, atau lokasi sangat jauh dari kota besar, maka biasanya saya menambahkan perangkat outdoor dan perangkat adventure antara lain pisau lipat, alat GPS, Kompas manual dan perangkat HT (hand transceiver).

null
Foto 5: Perangkat tambahan HT, GPS, Kompas, Pisau Lipat, Kamera

Namun, belumlah lengkap jika peta/map sebagi lokasi tujuan tidak ikut dibawa. Walaupun saya sebagai peserta biasa, saya selalu membiasakan diri untuk memiliki peta sendiri, karena peta ini sangat penting untuk melihat perjalanan, jarak KM antar kota, serta kota-kota yang akan dilalui.

Walaupun Jakarta–Bandung sudah sering dikunjungi, tetapi seringkali warga Jakarta tersesat di Bandung. Oleh karena itu, saya harus punya peta sendiri yang membantu saya dalam perjalanan untuk mencapai tujuan yang dimaksud. Joke saya adalah: ke Bandung saja bisa tersesat, bagaimana jika saya ke Bali?


Foto 6: Memiliki peta sendiri yang diletakkan di Tank Bag

Mengumpulkan Informasi

Adalah penting untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya sebelum saya berangkat, saya perlu tahu keadaan alam, keadaan masyarakat, situasi terkini apa yang telah terjadi di wilayah yang akan dilewati. Ada banyak sumber-sumber informasi terbaru yaitu melalui media TV, majalah, surat kabar, intenet, dsb-nya.

null
Foto 7: Mengumpulkan informasi, kliping koran sebagai salah satu cara

Untuk kondisi terakhir biasanya, saya selalu mencari dan mendapatkan dari teman yang sudah pernah touring ke tujuan yang saya inginkan. Ini adalah cara yang paling mudah. Saya tidak pernah malu untuk bertanya atau gengsi bertanya.

Saya selalu berusaha jujur mengatakan kalau saya baru pertama kali ini ikut touring jarak jauh. Yang saya ingat adalah, semua orang juga sudah mengalami proses yang sama dalam menjalani touring, yaitu dimulai dengan “pertama kali” touring.

Pengalaman saya, adalah sangat dianjurkan untuk banyak membaca forum touring di website atau situs-situs internet karena disitu ada banyak pengalaman teman-teman yang sudah melewatinya, dan biasanya mereka akan menceritakan pengalamannya. Contohnya seperti yang sudah ada di forum touring website Komunitas Honda-Tiger Indonesia.

Memiliki Daftar Pustaka

Untuk perjalanan touring wisata, artinya ketika saya mau menikmati keadaan alam dan geographi sebuah daerah, maka biasanya saya juga memiliki dan membaca beberapa artikel serta daftar pustaka untuk menambah informasi ke parawisataan, agar ketika saya tiba di tujuan tersebut, maka saya tidak hanya bengong saja, tetapi setidaknya saya sudah dibekali dengan berbagai informasi yang sudah di baca sejak dari rumah.

Milikilah buku-buku kecil wisata suatu daerah yang mudah kita dapatkan ketika kita menuju toko buku. Bisa jadi, nantinya kita-lah yang akan menjadi guide wisata buat teman-teman yang lain, padahal kita sendiri sebelumnya belum pernah datang kesana.

null
Foto 8: Memiliki Daftar Pustaka & sejumlah Peta

Referensi Peta Saku

Beberapa peta yang baik dan lengkap adalah peta saku dari PERIPLUS yang bisa di beli di toko buku Periplus. Peta periplus ini sangat sederhana, mudah dilipat dan lengkap dengan informasi kota-kota kecil berikut dengan jarak KM antar kota.

Sedangkan untuk peta lainnya, tapi sayang sekali kebanyakan model peta sangat lebar dan sering tidak lengkap dengan kota-kota kecil, namun demikian peta seperti ini sangat mudah diperoleh di toko-toko buku. Sekedar saran saya dan ini jika ada kesempatan, hadirilah pameran-pameran parawisata dan kunjungi stand daerah yang seringkali memberikan peta dan informasi wisata secara gratis.

Referensi Peta Bakosurtanal

Jika punya kesempatan, kunjungilah pameran yang dihadiri oleh BAKOSURTANAL (Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional). Ketikan pameran atau expo berlangsung, badan ini sering menyediakan peta-peta gratis untuk daerah tertentu, bahkan kalau beruntung kita bisa mendapatkan buku-buku bagus.

Saya beruntung, pernah menghadiri pameran geopasial dan mendapatkan 2 buku gratis dari Baskosurtanal, yaitu Buku Ekspedisi Geografi Indonesia edisi 2006 dan Buku Ekspedisi Geografi Indonesia edisi 2007 yang didalamnya sarat dengan berbagai informasi wisata dan geographi, dan juga dilengkapi dengan peta-peta sebagai supplemen.

null
Foto 9: Buku Ekspedisi Geografi Indonesia Bakosurtanal (Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional)

Informasi dari Wanadri

Lebih menarik lagi, ketika saya ingin menambah wawasan berbagai kegiatan outdoor dan wisata dari para pencinta alam yaitu hanya membaca buku atau buletin yang dikeluarkan oleh WANADRI (Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung).

Saya sampai hari ini masih sering membeli buku-buku Wanadri di toko-toko outdoor sekitar Jakarta untuk sekedar menambah wawasan dan informasti penting seputar kegiatan para pencinta alam berikut dengan cerita-cerita perjalanan yang sangat menantang.

null
Foto 10: Bulletin Wanadri dan buku kegiatan para Pencinta Alam

Kalaupun touring sampai harus nyasar masuk hutan dan penuh rimba, maka kita dituntut bagaimana seharusnya bisa survive, maka paling tidak saya sudah dibekali dengan informasi dari buletin Wanadri tersebut. Terima kasih untuk Wanadri, walaupun saya bukan anggota tetapi sudah banyak artikel dan beberapa cerita ekspedisi yang membuat saya jadi ikut melebur didalamnya.

Informasi dari Taman Mini Indonesia Indah

Kalau ternyata informasi yang saya perlukan dirasakan masih kurang dan saya masih penasaran, misalkan saya punya rencana Adventure Touring Goes To Southern Sumatera antara lain melewati jalur Lampung, Sumatera Selatan, Bengkulu, Riau, Sumatera Barat tetapi sayang informasinya masih minim, maka cara yang paling mudah untuk mendapatkan informasi wisata ini adalah berkunjung ke TMII Taman Mini Indonesia Indah.

Saya pernah mampir ke setiap pondokan rumah daerah setiap provinsi yang dimaksud dan saya menjamin setiap informasi yang saya butuhkan akan semakin lengkap karena hal ini sudah pernah saya lakukan ketika saya ingin touring ke Sumatera bulan Mei 2007.

Ketika itu saya pergi ke pondokan Lampung dan Bengkulu menanyakan langsung jalur pantai barat yang tidak lazim, yaitu jalur TNBBS Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Bengkunat, Krui dan Bengkulu dan saat itu saya sangat dibantu, malahan diberikan beberapa nomor telepon Pemda setempat.

Yang pasti ketika menuju TMII ada banyak brosur yang diperoleh dengan berbagai sumber mulai dari tingkat Provinsi, tingkat Kabupaten hingga tingkat Kecamatan.


Foto 11: Mencari informasi terbaru mengenai rute perjalanan dari sumber manapun

Kontak Person dan Nomor Telepon

Tambahan lagi, yaitu saya harus memiliki nama kontak person kemana saya akan pergi, dan saya simpan data nama-nama tersebut dalam catatan penting dan save di handphone. Karena nama kontak person tempat kota yang akan dituju akan sangat banyak membantu saya. Antara lain mencari penginapan murah dan bagus, makanan favorit, wisata yang menarik dan semuanya yang dibutuhkan pasti dilayani teman-teman, asalkan sudah membuat janji lebih dulu sebelum keberangkatan.

Kebetulan saja saya anggota RAPI, ketika saya ingin berangkat ke Lampung saya pernah mancar di radio VHF 2 meter melalui pancar ulang RAPI I/142.000 O/143.550 mhz. Melalui percakapan dengan seorang rekan RAPI yang berlokasi di Lampung, saya beruntung bisa menanyakan banyak hal tentang Lampung.

Bahkan rekan ini memberikan sejumlah nomor telepon, dan frekuensi kerja beberapa teman RAPI yang mungkin bisa saya hubungi sewaktu-waktu. Bahkan kini, fasilitas “RAPI gateway-e1025” adalah salah satu kemajuan teknologi berbasis internetI.

Jika anda adalah anggota RAPI, dan saat ini sedang on-line di PC, maka anda bisa berkomunikasi secara live melalui internet dengan sesama anggota, Ini sama seperti “call conference”, tapi khusus anggota RAPI.

Artinya, semakin lengkap semua data dan informasi yang telah memberikan kepada saya keyakinan jika touring jarak jauh bukanlah hal yang sulit.


Foto 12: Menghubungi anggota RAPI di daerah, mencari informasi kontak person dan frekuensi kerja

Selain itu saya juga melengkapi beberapa nomor telepon penting antara lain Kantor Polisi yang mana catatan ini saya pernah dapatkan melalui sumber milis. Intinya untuk sekedar jaga-jaga jika ada sesuatu hal penting sampai memerlukan bantuan polisi.

Sebaiknya, sebelum keberangkatan buat dulu “Surat Jalan” dari Kantor Polisi Sektor sesuai dengan alamat domisili KTP. Jika keberangkatan dalam jumlah banyak, sebutkan juga nama para peserta sebagai anggota Tim.

Technical Meeting dan Pre-Touring

Jika saya melakukan perjalanan touring jarak jauh dengan beberapa orang (dalam satu group), maka biasanya saya dan rekan-rekan lain harus saling kenal dalam kurun waktu yang lama. Sewaktu saya merencanakan ikut perjalanan touring jauh, saya berusaha membangun “Team Work” sejak dari awal.

Seharusnya semua rekan yang ikut harus mengikuti Technical meeting untuk sepakat dalam “Team Work”. Semua peserta harus sama-sama melakukan koordinasi dan pembagian kerja seadil-adilnya, dan terakhir saya harus juga melakasanakan “Pre-Touring” untuk mengenal lebih dekat antara pribadi dari masing-masing peserta, antara lain “riding style” & “skill riding”.

Apapaun, saya harus bisa mengenal kebiasaan buruk per individu dari masing-masing peserta tersebut. Paling tidak sudah tau kebiasaan-kebiasaan yang nantinya bisa dimaklumi atau di-antisipasi.

Hal-hal yang “baik” haruslah diambil, dan sebaliknya untuk hal-hal yang “buruk” atau ketika saya tidak setuju, maka hal ini saya harus sampaikan dan saya minta koreksi secara bersama. Misalkan, saya melihat ada rekan yang punya kebiasaan start molor alias ngaret, tidak punya disiplin waktu, jam istirahat lebih dari pada biasanya, maka hal ini harus saya bicarakan dengan Tim. Bersama Tim sama-sama membuat kesepakatan, namun, perihal waktu setidaknya masing-masing peserta haruslah bisa saling meng-kondisikan sesuai keadaan dan situasi dilapangan.

Membangun “Team Work” dan kebersamaan, jangan hanya mementingkan diri sendiri (individualistis).

Keuangan dan Pembatalan

Sangat dimaklumi jika touring jarak jauh memerlukan biaya tinggi. Siapkan anggaran dan perhitungan dengan seksama, jika diatas kertas tertulis rencana keuangan berkisar Rp2,5 juta, maka biasanya saya mempersiapkan dana 2 kali lipatnya atau minimal menjadi Rp 5 juta.

Jangan main-main dalam hal keuangan! Jangan pernah berharap saya akan mendapat bantuan keuangan dari teman! Jangan pula saya berharap akan dibelikan rokok, atau juga biaya hotel akan dibayarin oleh teman! Saya selalu menjauhkan cara berpikir seperti itu karena uang tidak pernah bisa bekerja sama.

Biasanya ada 3 alasan pembatalan, yaitu karena masalah keuangan, waktu atau keluarga. Jika keuangan yang menjadi masalah, maka biasanya peserta tersebut akan mundur perlahan dan batal dengan berbagai alasan. Tetapi, jika alasan karena waktu dan keluarga mungkin hal ini masih bisa dipertimbangkan lagi, bagi rekan yang memang sudah niat banget seringkali alasan waktu dan keluarga bisa di usahakan.

Apapun yang terjadi, apakah ada rekan yang batal, setidaknya setiap peserta yang ingin berangkat touring harus “berjiwa besar”. Jangan merengek ketika seorang teman dekat nantinya bisa juga mendadak mundur, batal atau tidak jadi ikut.

Jangan pernah kuatir, karena peserta yang sudah ber-“komitment” yang akan berangkat dalam perjalanan touring jauh ini. Kalau pun komitment sudah kuat sejak awal, maka resiko “solo-touring” bisa saja terjadi, kejadian ini merupakan konsekuensi agar touring tetap terlaksana sesuai rencana semula.

Mudah-mudahan informasi dan sharing ini cukup membantu. Selamat menjalankan touring, sekalipun touring jauh. Enjoy your touring where ever you go and don’t ever forget with your experience.

The End.

Related page:

Prosedur Tetap Touring dan Tata Tertib Yang Berlaku

HTML Touring Goes To Southern Sumatera, May 2007

HTML Touring Bromo-East Java, April 2006

Categories: TIPS
  1. August 1, 2008 at 11:32 am

    Mantaf bro…

  2. August 1, 2008 at 2:33 pm

    thanks bro atas supportnya..

  3. BalQI
    August 30, 2008 at 9:01 pm

    kerennn…

    apalagi baca report touringnya yang ke Western Sumatra..ngasih infonya lengkap banget dan bisa dijadikan panduan untuk touring…

    bro stephen..kapan nih ada touring to Sumatra jilid duda..(kayak bisa ajah…)

  4. August 30, 2008 at 10:09 pm

    @BalQI
    Harapan gw semoga weblog ini bisa menjawab semua cerita foto2 yang gw miliki. Setidaknya, foto2 yg gw miliki bisa di-sharing buat para pembaca sekalian.

    Turing Sumatera jilid II, rencananya ke Sumut, NAD. Cerita bakal menyusul bro. Sabar ya..🙂

  5. September 11, 2008 at 9:42 am

    Wahhhh
    artikel yang sangat baik.
    saya speechless atas tulisan om bro..hehe
    terima kasih banyak atas info-infonya
    really great experience
    salam kenal om bro

    tetap menulis, tetap touring, tentu saja tetap sehat

    salam brotherhood

    HTML # 1821
    (tanpa pengalaman dan masih ijo)

  6. September 11, 2008 at 12:00 pm

    @ Bro Arytopo,
    Thanks bro.. hehehe.. salam kenal juga..:-)
    Mudah2an artikel yg ini emang bermanfaat.
    Salam Brotherhood!

  7. Pulsa
    October 8, 2008 at 9:53 pm

    Serius bro semua ini dibawa!…

    kunci pas dan kunci ring dengan semua nomor, obeng, tang, kabel tambahan, isolasi, ban dalam cadangan, bohlamp cadangan, busi cadangan, oli cadangan, tali kopling cadangan, tali gas cadangan, perlengkapan P3K, kain lap, senter, batu baterai, oli rantai (jika perlu), pisau/cutter
    Jaket touring, sarung tangan, sepatu boot, rompi, helm berkualitas, jaket hujan, baju ganti, celana ganti, baju dalam ganti, baju-baju hangat, celana dalam ganti, kaos kaki ganti, sarung tangan cadangan, balaclava cadangan, masker cadangan, perlengkapan mandi, kacamata cadangan, alat jaring (net), tali penyangga, kantong plastik untuk baju kotor, topi dan kupluk jika tujuan ke lokasi yang ber suhu dingin, sandal, celana pendek, handphone, charger handphone, perangkat tambahan HT, GPS, Kompas, Pisau Lipat, Kamera, segala macam buku Ekspedisi Geografi Indonesia.

  8. YudhW
    November 19, 2008 at 3:16 am

    Skedar mo nambahin nih bro dan bagi2 crita. Gw dan rekan gw setiap mo brangkat touring selalu membuat “Perencanaan Touring”(Touring Master Plan), bila info yg didapat sudah lengkap spt peta, keadaan jalan dan daerah, jarak, titik SPBU, dllnya, maka tujuan, routenya, re-fueling time, tmpt dan wkt istirahat bisa di arrange dan memberi spare waktu utk hal2 diluar kemampuan manusia dng catatan peserta touring hrs disiplin wktu tidak molor utk start. Selain itu kami jg biasa membuat alternate route yaitu bila route yg telah direncanakan ternyata tidak bisa ditempuh sesuai schedule mungkin krn wktu touring (cuma punya sabtu minggu), keadaan alam, accident, atau keadaan jalan yg kurang dpt dprediksi, maka alternate route akan ditempuh, biasanya jaraknya menjadi lebih dekat (guna menghindari touring buru buru), tetapi bisa jg kebalikannya, ternyata jalan bagus dan halangan minim maka route dapat diperpanjang sesuai dgn alternate route yg sudah disiapkan. Wkt gw ke Palembang lwt lintas timur baliknya lwt lntas tengah, rencana awalnya hanya mau sampai Kota Bumi ternyata dgn wkt sbtu minggu (brkt jumat mlm, sampai minggu mlm) bisa sampai Palembang, wkt itu krn diprediksi jln lintas timur rusak berat dan ternyata mulus semulus mulusnya. Kedengerannya ribet, tapi disitu ada “sense of touring” nya… (iye ga sih??)
    Salam brotherhood!

  9. November 19, 2008 at 11:26 am

    @ Bro Yudhy,
    Thanks untuk masukannnya.
    “Sense of Touring” itu yg dicari, diawali dengan berbagai persiapan dan perjalanan touring itu sendiri.

  10. wahyu
    December 9, 2008 at 11:45 pm

    bagi para pembaca setia buleti wanadri,
    aq mau tanya, siapa yang tau tempat yang menjual buletin wanadri
    yang bisa kirim lewat pos, soalnya tempatku di surabaya?
    tolong informasinya…

  11. December 10, 2008 at 3:32 pm

    @ Wahyu,
    Hubungi langsung Redaksi Wanadri. Website: http://wanadri.org/

    Sekretariat
    Jl. Aceh No. 155, Bandung; Indonesia
    Phone/Fax : 62-22-4206440
    E-mail: wanadri@bdg.centrin.net.id

    Perwakilan Jakarta
    Jl. Pahlawan No. 12A Kalibata, Jakarta; Indonesia
    Phone/Fax : 62-21-79184012
    E-mail: wanadri@telkom.net

    Buletin Wanadri
    Jl. Sukimin No. 7 Bandung, Indonesia
    Phone/Fax : 62-22-4237064
    E-mail: bulletin@wanadri.org

  12. ardy_ibbc:009
    December 24, 2008 at 11:00 am

    artikel yang menarik nih om bro… btw apakah bisa di-share ke weblog kita… untuk nambah-nambah pengetahuan. Tentunya sumber tetap akan dicantumkan🙂

  13. December 24, 2008 at 1:13 pm

    Ok boleh silahkan.. jgn lupa sumber/link URL-nya

  14. January 5, 2009 at 6:46 pm

    Mantaf Informasinya oM…

    mo sdikit bagi crita..kita juga pecinta jalan iseng pake motor nihh om kebetulan udah pernah jalan ke lampung,muara binuangeun,pantai jayanti cianjur selatan,dll
    nahh rencana trakhir kita mau jalan iseng ke pulau karimun jawa..mohon diberi petunjuk tentang pulau tersebut…trima kasih oM

    salam Petualang

  15. Klempun
    January 12, 2009 at 4:35 pm

    mantaf…
    persiapan yang sangat teliti,…….tepi berat juga bawaannya ya…
    pernah ada kendala klu pas jalan melem n kabut + ujan….
    kudu gimana ya…
    thanx……

  16. January 14, 2009 at 6:47 am

    @Klempum,
    Jalan malem kabut, hujan? Paling aman berhenti dulu.
    Tapi, sebaiknya utk perjalanan jauh, misal bikers asal pulau Jawa touring ke Sumatera, dan belum paham sikon disana, nah baiknya hindari jalan malam. Saat menjelang malam/maghrib, langsung cari lokasi yg aman utk berhenti, cari rumah penduduk/warung yg bisa disinggahi.

  17. Roni
    March 1, 2009 at 1:40 pm

    Pak, dimana saya bisa mendapatkan peta perjalanan trans sumatera??saya sangat membutuhkannya untuk mengerjakan skripsi ….thanks

  18. rachmat
    April 28, 2009 at 8:37 am

    keren om….
    mau tanya neh…
    klo lakuin perjalanan touring jogja-bali…
    enaknya pake jam malem? pagi buta? ato pagi?
    ada rencana mau touring ke bali neh…
    mohon di bls ya…
    mksh om.

  19. April 29, 2009 at 9:18 am

    @Bro Rachmat,
    Pejalanan malam atau siang itu tergantung usia Anda
    atau kesepakatan dengan group (kalau jalan rame2).

    Kalau fisik dan mata masih kuat, silahkan jalan malam,
    jalan sepi tapi tidak ada pemandangan yg dilihat, juga
    bengkel, warung, harus menjadi perhatian dikala malam
    seringkali mereka sudah tutup.

  20. March 20, 2015 at 3:10 am

    Wonderful post! We will be linking to this great content on our site.

    Keep up the good writing.

  1. September 20, 2008 at 1:43 pm
  2. July 17, 2009 at 4:49 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: