Home > REPORT > Selamat Jalan Broer Daniel Dauhan, Oktober 2007

Selamat Jalan Broer Daniel Dauhan, Oktober 2007


17 Oktober 2007 pukul 17.00 WIB sebuah SMS memberikan berita dukacita bahwa Bpk. Daniel Dauhan telah tiada. Saya terkejut ketika membaca berita ini karena sebelumnya saya tidak pernah mendengar suatu kelainan atau gangguan kesehatan yang pernah dialami beliau selama masa hidupnya.

Usut punya usut ternyata beliau mengalami serangan jantung pada usia 55 tahun. Namun yang sangat tragis ketika beliau meninggal, ternyata beliau ini masih dalam hitungan jam baru saja menerima kehadiran cucu pertama-nya di sebuah RS di Bekasi.

null

Usia almarmahum memang lebih tua dari saya, dan saya lebih suka memanggil dia dengan sebutan “broer” atau bung Daniel. Saya kenal dengan almarhum sebagai bagian dari rekan kerja ketika saya bekerja dalam satu perusahaan yang sama dengan beliau antara periode tahun 1990 s/d 1994.

Namun sebelum dan sesudah itu, saya sebenarnya jauh lebih dekat dengan beliau beserta dengan keluarga-nya karena sama-sama aktif dalam pelayanan di gereja, khususnya ketika beliau masih menjadi jemaat GPIB Sumber Kasih DKI Jakarta.

Sebuah kesan yang tidak saya lupakan ketika beliau menanyakan kepada saya: “manakah yang lebih dulu, apakah saya harus beli mobil atau beli piano bekas?”. Itu sebuah obrolan ringan sekitar tahun 1990-an saat ia baru saja menerima bonus tahunan dari perusahaan.

Jawaban saya sederhana, beli saja piano karena yang saya tau beliau ini sangat menyukai musik, demikian pula piano itu berguna untuk ke-dua putrinya.

Sejalan dengan waktu kehidupan dari tahun ke tahun, akhirnya saya melihat beliau jauh merasa bahagia dan senang dengan memiliki piano, walaupun akhirnya sebuah mobil pun dapat dibeli. Tetapi, apakah hasil dari kehadiran piano tersebut?

Pertama, beliau kelihatan lebih aktif memimpin beberapa kelompok PS (paduan suara). Kedua, putrinya memiliki bakat bermain piano. Sampai beliau wafat, kedua putri beliau menjadi pianist profesional yang disegani. Kini kedua putri almarhum Broer Daniel Dauhan sudah mandiri dengan profesinya sebagai pengajar piano sekaligus pianist gereja.

Ketika beliau meninggal sampai penguburan, tidak banyak hal yang bisa saya bantu namun kiranya sekeping CD berisikan foto-foto selama pelayanan ibadah penghiburan, dan foto saat prosesi pemakaman. Kiranya CD tersebut telah diterima oleh keluarga almarhum sebagai kenangan.

Inilah beberapa cuplikan foto yang di-upload untuk para handai tolan. Foto-foto dibuat pada acara pelayanan Ibadah Penghiburan ke Aula GKI Cinere, Ibadah Pemakaman dan tutup liang lahat di TPU Kampung Kandang Jakarta Selatan.

Namun sebelumnya saya mohon izin kepada rekan-rekan atau teman sejawat jika foto anda berada dalam tulisan ini.

Disemayamkan di GKI Cinere 18-19 Oktober 2007

null

Rekan-rekan kerja hadir sekaligus ajang reuni/saling bertukar nomor Hp.

null

null

null

null

null

Ibadah Penghiburan:

Hari I dari Jemaat GPIB Sumber Kasih, Hari II dari Jemaat GKI Cinere

null

null

null

Sambutan-sambuatan antara lain dari rekan kerja.

null

null

Suasana haru menjelang penutupan peti

null

Menuju pemakaman TPU Kampung Kandang Jakarta Selatan.

null

null

Ibadah Pemakaman, Tabur Bunga, Tutu Liang Lahat dan Foto Bersama

null

null

null

null

null

null

null

null

Selamat Jalan Broer Daniel Dauhan…

null

The End.

Categories: REPORT
  1. Shima Kansil
    October 22, 2008 at 4:56 pm

    Terima kasih banyak sudah posting foto2 pemakaman Oom Nane (Panggilan dekat saya untuk almarhum dulu).Setahun sudah sejak beliau dipanggil, ini pertama kali saya melihat foto2-nya. Ayah saya sahabat dekat Almarhum dulu waktu kita masih jemaat di GPIB SK. Rest in peace Oom..

  2. October 22, 2008 at 5:03 pm

    @ Shima Kansil,
    Thanks Shima. Mengingatkan saya, satu tahun sudah kepergian Alm. Daniel Dauhan.
    Mudah2an hari Minggu besok ibadah di GPIB SK saya bisa ketemu ama keluarganya.
    Salam,
    SL

  3. Shelda Laura Dauhan
    November 5, 2008 at 12:29 pm

    thank you ya, kak…. gak terasa tgl 17 okt 2008 kemarin papa sudah 1 tahun. Selama setahun ini kami sekeluarga masih merasa seperti mimpi, dan masih merasakan kalau papa masih ada di rumah..🙂

  4. Anthony Kansil
    November 5, 2008 at 1:58 pm

    Tak terasa setahun sudah beliau menghadap TakhtaNYA……..Selamat jalan sobat ku Nane (demikian panggilan akrab beliau) ….. masih terngiang ngiang suara nya melalui komunikasi jarak jauh………..dan melalui email email beliau……..tapi Tuhan lebih mengasihi beliau memanggil beliau kembali kerumahNYA yang KUDUS………..

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: