Home > REPORT > Wisata Kebun Teh Gedeh/Pabrik Teh Tanawattee, Cianjur Jabar

Wisata Kebun Teh Gedeh/Pabrik Teh Tanawattee, Cianjur Jabar


jakarta, Oktober 2007. PKB atau Persekutuan Kaum Bapak, disitulah salah satu kegiatan saya bersama teman-teman dalam satu gereja di GPIB Jemaat Sumber Kasih DKI (GPIB=Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat).

Ketika PKB GPIB Sumber Kasih punya acara “family gathering” ke arah Cianjur Jawa Barat, maka seketika itu saya secara individu ikut menyusul mereka dengan motor kesayangan Honda-Tiger.

Seingat saya ketika itu lagi liburan lebaran yang lumayan panjang, sehingga waktu liburan pendek saya manfaatkan berkeumpul bersama teman-teman satu gereja khususnya dengan persekutuan kaum bapak.

Namun, sayang keluarga saya sendiri tidak bisa ikut karena satu alasan, namun yang pasti jika dipaksakan maka mereka harus berangkat mobil melewati kawasan puncak yang ketika itu sangat padat dan macet.

Ketika saya berangkat di malam hari. Usai makan malam dirumah dan persiapan motor sudah beres, maka saya meluncur melewati jalur Cinere, Sawangan, Bogor, Ciawi, Puncak Pas, Cipanas, dan turun sampai ke tikungan “S” Tapal Kuda Cianjur.

Jalur kemacetan antara Ciawi, Pasar Casarua dan Puncak Pas memang padat, tapi untung saya naik motor dan kemacetan dapat diatasi tanpa kendala. Hujan rintik-rintik sekitar Puncak memaksa saya berhenti sebentar untuk berganti atau memakai jas hujan.

Ketika sudah tiba dikawasan tikungan “S” Tapal Kuda Cianjur, saya berhenti dulu untuk memastikan posisi saya dengan rekan-rekan PKB yang sudah tiba lebih dulu dengan rombongan mobil.

Setelah bertelepon dan menjelaskan posisi saya, ternyata dari lokasi saya berhenti tadi, saya masih harus melanjutkan perjalanan menuju sebuah perumahan yang dekat dengan PT Perkebunan Nusantara VIII, Kebun Gedeh Tanawattee.

Ternyata disekitar tikungan “S” Tapal Kuda Cianjur tadi, terlihat dengan jelas papan penunjuk PT Perkebunan Nusantara VIII. Mengikuti petunjuk tadi saya lanjutkan lagi perjalanan dimana situatsi jalan sangat sepi dan dingin sekali. Jalanan semakin menanjak, namun perumahan yang dimaksud belum juga kelihatan.

Sampai di sebuah pertigaan, saya berhenti lagi melihat papan petunjuk belok kanan maka saya pun berbelok kekanan. Mulai dari sini jalan mulai rusak alias tidak mulus membuat saya harus extra hati-hati karena situasi jalan sepi, sangat gelap dan angin dingin berhembus membuat badan menggigil.

Namun tak lama kemudian akhirnya saya melihat kawasan perumahan yang lumayan banyak lampu dan saya pun langsung masuk kekiri ke arah pintu gerbang perumahan tersebut. Di pintu gerbang ini saya berhenti lagi dan menelpon rekan yang ada dilokasi untuk minta petunjuk kemana saya harus bergerak.

Karena kondisi alam berkabut tebal membuat saya kesulitan melihat kedepan, sehingga saya minta rekan tadi untuk menghampiri saya ke arah pintu gerbang. Beruntung saya menjumpai seorang satpam dan saya diberi petunjuk menuju lokasi rumah yang dimaksud sebagai tempat berkumpulnya rekan-rekan PKB tadi.

Akhirnya syukurlah, saya tiba dengan selamat sekitar pukul 23.00 WIB. Rasa senang dan dicampur kaget beberapa rekan menanyakan perjalanan saya dengan motor. Seolah tidak percaya jika saya sudah hadir bersama mereka.

Sambil makan malam yang sudah disiapkan, beberapa rekan PKB masih terus bernyanyi-nyanyi dengan musik keyboard, diantaranya ada juga yang bermain catur, main domino dan kartu remi. Namun saya pun tak bisa berlama-lama atau bergadang, maka saya pun mohon izin untuk beristirahat tidur.

Tidur yang nyenyak dan lelap, namun akhirnya saya terbangun karena sinar matahari pagi tembus ke arah mata saya melalui tirai jendela. Pagi hari yang cerah, dan saya segera melangkah keluar dan saya baru bisa mengamati lokasi tempat saya berada.

Ternyata saya sudah cukup dekat dengan Gunung Gede, artinya lokasi ini memang berada di kaki Gunung Gede, kurang lebih mirip dengan kawasan bumi perkemahan Cibodas kaki Gunung Gede.

Dipagi hari harusnya semua rekan PKB bisa bangun lebih pagi dan jalan-jalan menuju pabrik teh milik PT. Perkebunan Nusantara VIII. Entah mengapa, mungkin karena kesiangan maka acara jalan kaki menuju pabrik teh jadi batal. Saya sangat beruntung, karena saya bawa motor Honda-Tiger, maka acara jalan-jalan ke pabrik tetap bisa saya jalankan dengan motor tadi.

Tentu saja saya tidak bisa bawa banyak orang dengan motor, karena boncengan hanya satu orang. Kebetulan ada satu anak kecil sukarelawan mau menemani saya.

Dengan motor Honda-Tiger maka saya dan boncenger cilik tadi meluncur ke arah perkebunan teh sekaligus pabrik teh PT Perkebunan NUsantara VIII yang dikenal dengan “Kebun Gedeh” dan “Pabrik Teh Tanawattee.” Rupanya tempat ini dikenal sebagai salah satu tempat wisata Cianjur.

Apa yang saya temukan di pabrik teh ini?

Ternyata pabrik ini memiliki sejarah, dibangun pada tahun 1927-1929 oleh Belanda, tepatnya 30 Oktober 1927 oleh M.C. Perk. Siapa dia? Entahlah yang pasti ada beberapa sudut gambar saya ambil menunjukkan tahun 1927 dan 1929 dan juga plakat yang nempel di bangunan pabrik sebagai bukti bangunan ini sudah ada dari tahun tersebut.

Waktu saya datang, pabrik ini sedang tutup karena libur lebaran, saya jadi bebas karena saya bisa masuk hampir ke sudut-sudut pabrik, mulai dari pintu belakang sampai pintu gerbang. Belakangan, setelah saya selesai melakukan survey kecil, akhirnya saya sampai ke pintu gerbang menjumpai petugas security minta izin berfoto, padahal survey dan foto-foto sudah selesai.

Sekitar pukul 11.00 siang akhirnya saya kembali berkumpul dengan rekan-rekan PKB tadi.

Apa yang saya liat dalam persekutuan kaum bapak ini, ternyata hanya bapak-bapak yang mempersiapkan sarapan, makan siang maupun makan malam. Maksudnya mulai belanja ke pasar, masak didapur, mencuci piring, dan semua berbagai kesibukan seluruhnya dipersiapkan oleh bapak-bapak.

Sedangkan para ibu dan anak-anak yang hadir lebih banyak bernyanyi, bermain, ngobrol, atau tidur-tiduran menikmati udara dingin di kaki Gunung Gede ini.

Usai makan malam sekitar pukul 21.00 WIB saya pulang meninggalkan lokasi acara. Saya pulang sendirian alias solo riding dengan Honda-Tiger melewati kawasan Cipanas-Puncak-Bogor dan sampai ke Jakarta.

Ketika saya pulang, perangkat RAKOM berfungsi dengan baik, walaupun saya berjalan sendirian tapi ternyata banyak teman-teman RAPI ikut menemani saya dalam perjalanan pulang ditengah malam, hanya melalui frekuensi Pacul (Pancar Ulang) Input 142.000 Mhz Output 143.550 Mhz.

PT Perkebunan Nusantara VIII, Kebun Gedeh Tanawattee

The End.

Categories: REPORT
  1. guntur s. meringgi
    August 26, 2009 at 2:31 am

    Syalom….Thanks brother. Satu pengalaman pribadi yang sangat baik untuk dishare. Lepas dari suasana rutin kota besar, sebagian kaum bapak melakukan kegiatan family gathering. Semoga kegiatan tsb bisa memberi inspirasi bagi banyak orang – untuk menyediakan sebagian waktu untuk berkumpul bersama, bersekutu dan memuliakan nama Tuhan Sang Pencipta yang Agung.

  2. August 26, 2009 at 7:26 am

    Thks bro guntur.. Jadi teringat lg acara tsbt, bisa jd liburan ini kaum bapak gpib sk mau kesana lg

    -original message- Subject: [stephenlangitan.com] Comment: “Wisata Kebun Teh Gedeh/Pabrik Teh Tanawattee, Cianjur Jabar”

  3. May 22, 2015 at 9:50 am

    It’s amazing in favor of me to have a website, which is beneficial for my experience.
    thanks admin

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: