Home > REPORT > Touring Baksos Ducati, Minggu 23 September 2007

Touring Baksos Ducati, Minggu 23 September 2007


Sebenarnya artikel ini sudah pernah di muat di Forum Moge website Honda-Tiger www.honda-tiger.or.id. Karena ini melibatkan hobi touring maka tidak ada salahnya artikel ini di muat di weblog ini. Bagi yang belum pernah baca silahkan dilanjutkan karena disini ada banyak foto yang ditampilkan khususnya motor Ducati Monster S4.

Photobucket

Di saat panas terik hari Sabtu 22/09/07 tiba-tiba HP disaku saya berdering, setelah diangkat dan bercakap dengan lawan bicara disana, ternyata seorang sahabat bro Nugroho dari Ducati Indonesia mengajak saya ikut bergabung bersama Team Ducati dalam rangka Touring Bakti Sosial ke sebuah yayasan berlokasi di Serang Banten, tepatnya hari Minggu 23/9/2007.

Semua peserta yang ikut tentunya harus riding motor DUCATI dan Bro Nugroho memberikan kesempatan kepada saya menjajal Ducati Monster S4. Motor tersebut harus diambil di kawasan SCBD Sabtu siang karena keberangkatan dijadwalkan besok paginya, start waktu subuh sekitar pukul 05.00 hari Minggu, 23/9/2007.

Tak ayal lagi Sabtu siang itu saya langsung menuju Automall di kawasan SCBD (Sudirman Central Business District. Setibanya di Automall, Ducati MonsterS4 telah stand-by di halaman parkir dan tak lama kemudian engine start Ducati MonsterS4 mulai dimainkan, terdengarlah suara mesin meraum-raum sangat “garang” dan “liar” dan tentu saja saya perlu penyesuaian dalam riding dan style.

Maklumlah “wong deso” kan perlu penjajakan dan penyesuaian, apalagi saya dapat info kalau Ducati Monster S4 ini adalah “motor monster” dengan mesin Super Bike.

Hari Minggu 23/9, pukul 04.00 saya sudah terbangun dan mepersiapkan diri dengan beberapa peralatan touring a.l. “tank bag” dan jaket hujan yang diikat dengan jaring. Sesuai dengan janji, tepat pukul 05.00 saya sudah tiba di Cilandak Town Square (CITOS), dan disana sudah ada dua rekan Ducati yang tiba lebih dulu, yaitu bro Nugroho bawa Ducati Multistrada 1000DS dan bro Bona bawa Ducati Monster S2R. Tak lama kemudian datang rekan yang lain, bro Iboy bawa Ducati Multistrada 1000DS.

Tak berlama-lama di CITOS, 4 motor Ducati langsung meluncur dari arah Cilandak menuju SPBU Shell Slipi karena 3 rekan lain sudah menunggu disana. Menyusuri jalan arteri Cilandak-Cipete dipagi hari terasa sudah ramai, kecepatan pun dikondisikan dan speed hanya bisa tembus 100km/jam.

Melewati traffic light di Kebayoran, banyak kebagian lampu merah-nya sehingga perjalanan pagi itu banyak berhenti. Saat masuk jalan Gatot Subroto, Semanggi, Senayan dan ke Slipi kecepatan bertambah. 4 riders Ducati saling menempel ketat antara 100-110Km/jam.

Tiba di SPBU Shell Slipi, 4 riders Ducati langsung isi bensin, sementara 3 rekan Ducati lainnya sudah menunggu sambil menghampiri. Ke-tiga rekan Ducati yang sudah tiba di SPBU Shell Slipi adalah bro Eko Monster750, bro Jede Monster900 dan satu lagi rekan pake Monster620.

Tentu saja, saya perlu penjelasan tentang diri saya, “siapa dan apa’ karena biasanya teman-teman sesama Ducati mudah mengenal satu sama lainnya mengingat jumlah anggota komunitas Ducati Indonesia 50 orang. Ini beda dengan komunitas HTML, anggota yang sudah berstiker sekitar 1,500 bikers.

Kamera dimulai dimainkan merekam beberapa sudut gambar yang dipandang perlu. Terlihat wartawan media TV a.l. TransTV, Trans7, Global dan RCTI yang akan turut serta meliput touring pendek ke Serang Banten.

Bro Nugroho selaku Group Leader sekaligus VO keliatan sibuk memberikan pengarahan teknis kepada wartawan dan juga kepada peserta touring. Usai briefing dan memanjatkan doa, formasi konvoi diatur dan saya milih posisi belakang alias petugas sweeper.

Ada 7 peserta riders Ducati start dari SPBU Shell Slipi. Ada dua Ducati riders lainnya akan bergabung dan menunggu di kawasan Cikupa Tangerang Barat.

Tepat pukul 06.15 Team Ducati meninggalkan SPBU Shell Slipi dan sepanjang rute Jl. S.Parman sampai Grogol terlihat wartawan sibuk merekam dari jendela mobil. Kecepatan Ducati disini belum maximal.

Konvoi 7 riders Ducati lewat jalan Daan Mogot, Kali Deres dan terus ke Kota Tangerang. Semua titik perjalanan ramai dengan hilir-mudik masyarakat. Saat tiba di kota Tangeran tampaknya VO kebablasan alias keterusan.

Posisi saya sebagai SW paling belakang agak sulit mengejar VO bro Nugroho untuk memberitahu kalau tadi harusnya belok kanan. Anggap saja ini muter-muter dulu di kota Tangerang dan akhirnya ketemu juga jalan utama yang dimaksud.

Keluar dari Tangerang, jalan yang ditempuh oleh Team Ducati adalah jalan raya biasa a.l. Jatiuwung, Bitung, Cikupa, Balaraja dan terus ke Serang. Saat berada di Cikupa tepatnya di pintu gerbang Citra Raya kami berhenti untuk memastikan 2 rekan yang sudah menunggu.

Perjalananan dilanjutkan melewati pasar Cikupa yang sangat padat dan macet. Tidak lama dari situ disebuah SPBU Pertamina di kiri jalan 2 rekan tadi sudah stand-by sejak tadi dan siap ikut bergabung, mereka adalah bro Ade pake Multistrada620 dan bro Beni pake Monster S2R.

Kini lengkap sudah semua peserta Touring Baksos Ducati yang berjumlah 9 riders dan kami beriringan menuju Serang Banten.

Menurut saya saat melewati kawasan Balaraja baru agak terasa lega, karena kecepatan bisa dinaikkan dan disitu juga bisa mendapatkan trek-trek lurus yang lumayan panjang, tapi harus tetap waspada karena banyak motor yang suka menyolonong ke jalan dengan seenaknya.

Ducati Monster S4 1000cc: 100 Km/jam masih 5000rpm

Tapi bagaimanapun karena kondisi keamanan dijalan umum, kecepatan yang sempat saya liat di spedometer paling mampu di 120-130 Km/jam dengan gigi 4, sedangkang gigi 5 dan 6 tidak pernah bisa saya pakai. Ini pun terjadi hanya secara kebetulan kalau saya lagi ada kesempatan “tarik-tarikan” ama bro Nugroho.

Ceritanya begini, bro Nugroho sebagai VO saya liat sibuk ambil foto untuk setiap peserta, mulai dari depan satu persatu peserta di foto dan tibalah posisinya ada belakang untuk mem-foto saya.

Disini motor agak diperlambat agar teman-teman yang lain menjauh jauh kedepan. Bro Nugroho bertugas sebagai VO maka dia harus cepat kembali ke depan, dan mau tidak mau kecepatannya harus digeber. Saat dia menggeber kecepatan ini saya pun ikut menggeber, disini baru terasa tarikan dan performance Ducati yang sangat luar biasa.

Jakarta- Serang terasa sangat dekat. Tiba-tiba saya melihat papan Selamat Datang Di Kota Serang dan melewati beberap titik kemacetan.

Kecepatan pun dikondisikan dan kami langsung menuju tujuan lokasi baksos yaitu Yayasan Fatimah Az-Zahra SMP IT AL-GHIFARI.

Kurang lebih 500 meter dari lokasi baksos, Team Ducati berhenti dulu untuk bergabung dengan rombongan mobil sekaligus mengatur segala sesuatunya dengan wartawan media elektronik yang akan meliput acara baksos.

Belakangan saya ketahui rupanya ada 2 selebriti bergabung dalam Team Ducati, tapi kali ini mereka ikut dalam rombongan mobil, yaitu bro Gunawan dan bro Aji Pangestu.

Setibanya Team Ducati di lokasi acara baksos (saya tidak merekam dimana persis desanya, tapi yang ada titik koordinat GPS: S 06°09’36.9”/E 106°11’20.7”) saya melihat sambutan dari masyarakat setempat, anak-anak maupun para pengurus yasayan.

Sejenak kami duduk bersama dengan rekan-rekan Ducati untuk mendengarkan sambutan-sambutan dari para pengurus yayasan. Sambutan singkat, penyerahan secara simbolik baksos, ramah tamah dan kunjungan untuk beberapa sudut lokasi yayasan berlangsung dengan lancar dan sangat akrab. Sementara itu 2 selebriti Ducati tadi pun menjadi serbuan dan perhatian anak-anak.

Terlihat di beberapa sudut ada wawancara dengan wartawan dengan 2 selebriti tadi, demikian juga wawancara dengan bro Nugroho selaku Presiden Direktur PT Supermoto Indonesia, badan hukum penjualan motor merek Ducati di Indonesia.

Hanya 2 jam Team Ducati berada di lokasi baksos dan tujuan selanjutnya adalah pulang kembali ke Jakarta. Semua rider Ducati ingin cepat-cepat pulang ke rumah karena mau nonton MotoGP Motegi Jepang yang menurut agenda bendera start dibarkan tepat pukul 12.00 WIB. Kami pun pelan-pelan meninggalkan lokasi baksos menuju jalan utama Serang-Tangerang.

Untuk konvoi jalur pulang disepakati melewati lewat jalan raya Serpong atau BSD. alam perjalanan pulang ini saya berkali-kali saya melihat bro Nugroho menoleh ke arloji-nya untuk memastikan tidak terlambat menonton MotoGP.

Sengat matahari yang angat luar biasa dan banyak rekan yang berpuasa tetap bertahan. Setibanya di rumah bro Beni pukul 11.00 di kawasan Alam Sutera Serpong, rombongan pun berhenti sejenak untuk memastikan apakah mau menunggu sampai pukul 12.00 atau tetap terus jalan. Seorang rekan Ducati tidak tahan melihat selang air di taman, cuci muka untuk menyegarkan sambil bergurau dengan rekan yang lain.

Akhirnya tanpa basa-basi, perjalanan pulang tetap diteruskan dengan jalur melewati kawasan Bintaro karena semua rekan sepakat ingin menonton MotoGP dirumahnya masing-masing. Jalan tembus Alam Sutera menuju Bintaro meliuk-liuk sempit dan banyak polisi tidur.

Masuk daerah Bintaro satu-persatu peserta sambil riding berpisah untuk tujuannya masing-masing. Pukul 11.45 rombongan yang terakhir yaitu saya, bro Nugroho dan bro Bona saling berpisah di lampu merah Pondok Pinang Jaksel sebagai titik bubar touring.

The End.

Foto yang direkam oleh bro Nugroho ketika saya riding Ducati Monster S4 sementara terlihat tangan kiri lagi sibuk dengan kamera.

Categories: REPORT
  1. July 25, 2008 at 6:45 am

    Mantaff…
    Hari itu yang berpuasa emang lumayang diuji untuk bisa menahan haus dihari yang panas terik… Tapi tampaknya semua bisa bertahan sampai buka saat Magrib.
    Makasih ya Bro, sudah ikut riding bersama Ducati kali ini..🙂

  2. July 26, 2008 at 4:13 am

    Kereeeennn !!!

    Monster S4 tuh motor impian gw neh. Dulu beli tiger juga karena biar bisa ‘serasa’ naik Monster… hehehehe, ilusi abissss banget ya …?😀

    Eniwei, rider Ducati kayaknya asyik-asyik yaa orangnya? Salut … !!!

    Kapan2, ajak gw juga dong, Bro? Siap-lah jadi boncenger 🙂

  3. July 26, 2008 at 12:50 pm

    Untuk ada bro Nugroho yg jepret gw, kalo gak nggak ada barbuk (barang bukti).. thks.

  4. July 26, 2008 at 12:51 pm

    wah.. kalo mau tau lebih lengkap ttg Monster S4 silahkan lsg hubungi bro Nugroho.. lagian juga temen2 Ducati emang asyik2..

  5. ucup
    June 2, 2009 at 5:25 pm

    jadi ngiler liat motorna….g apa2 lah biarpun mimpi + nglamun he..he…

  1. August 21, 2008 at 7:56 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: