Home > REPORT > Wisata Ancol

Wisata Ancol


Jakarta, Juni 2007. Proses merger sering kali membuat orang jadi stress.

Ada banyak kasus dalam ketenaga-kerjaan hanya gara-gara proses merger membuat karyawan jatuh sakit, banyak pikiran dan kadang kala orang bisa kena stroke atau serangan jantung. Kalo di piki-pikir situasi seperti ini sangat buruk sekali.

Photobucket

Bukankah kita ini hidup butuh ketenangan, kedamaian, kesejahteraan dan ketentraman hati?

Sebagai manusia, kita seharusnya bisa menerima kenyataan pahit, sekalipun situasi buruk yang mungkin terjadi, tapi kenyataannya manusia justru seringkali tidak siap menghadapi kejadian buruk ini.

Photobucket

Mengatisipasi kejadian-kejadian buruk seperti diatas tadi, maka saya selalu tabah dalam doa agar biarlah Dia yang di ada di atas sana selalu berkenan bagi umat-Nya.

Bagi yang percaya pasti ada jalan! Kita hanya manusia biasa memiliki akal sehat, namun sia-sia jika tidak memiliki iman. Demikian pula untuk pendamping/pasangan hidup, dalam hal ini istri/suami juga harus juga memiliki iman dalam menghadapi tantangan dan pencobaan.

Photobucket

Salah satu cara menghadapi proses merger ini, saya menghibur diri saya sendiri dan keluarga dengan cara jalan-jalan ke luar kota atau ke tempat wisata yang menarik.

Katakanlah refreshing, selain dari pada tempat wisata di Puncak, Bogor, Bandung ternyata Ancol yang berada di Jakarta Utara masih cukup menarik untuk dikunjungi.

Beberapa hari sebelum hari-H dimana saya harus meninggalkan perusahaan, bersyukur saya masih bisa mengambil hak cuti saya untuk satu-dua hari, bersama keluarga saya berwisata ke Dufan atau Dunia Fantasi Ancol yang juga dikenal dengan nama “Taman Impian Jaya Ancol.”

Photobucket

Ternyata dalam acara wisata seperti ini saya menemukan inspirasi yang muncul dengan sendirinya.

Sebaliknya, jika saya hanya duduk diam di kantor ini hanya membuat pikiran jadi mumet tak karuan.

Setiap hari melihat layar monitor, membuka e-mail, telponan, diskusi dengan staff/pimpinan, kunjungan customer dan lain-lain rasanya memang tidak berubah dan tidak akan bisa menemukan “sesuatu” yang baru atau inspirasi karena pikiran dan konsentrasi sudah berada dalam kungkungan pekerjaan.

Photobucket Photobucket

Apa yang saya dapatkan?

Saya mendapatkan “visi” dan “keyakinan”. Hal itu bukan berasal dari keramaian dan kemegahan Ancol, tetapi keyakinan itu berada disekitar saya.

Ketika saya melihat anak lelaki saya dalam keceriaannya, melihat istri dengan kecantikannya, melihat laut dan langit yang begitu luas dan saya bisa meyakini 100% bahwa hidup ini ternyata masih banyak jalan.

Jangan pernah mau berhenti! Itulah kalimat yang menguatkan saya, karena saya “percaya” dengan “visi” yang sangat jelas akan masa depan saya pribadi, istri dan anak.

Photobucket

Jika proses merger usai, maka saya harus meninggalkan perusahaan.

Saya yakini 100% “visi” kalau saya masih mempunyai kesempatan berkarir dan mendapatkan pekerjaan yang bisa memberikan kehidupan dan masa depan bagi anak dan istri saya yang lebih baik.

Itulah sebuah kekuatan tentang “visi” yang saya miliki.

Photobucket

Pada akhirnya ketika saya menulis artikel ini, proses merger itu sudah berlalu setahun yang lalu.

Sementara saya mau mengangkat tulisan ini sebenarnya anak dan istri sedang dalam liburan di Minahasa Sulawesi Utara sudah hampir 2 minggu.

Saya bersyukur karena saya juga akan menyusul mengambil liburan dengan keluarga. Bisa dibayangkan berapa biaya perjalanan liburan ke Manado dengan harga tiket pesawat yang katanya sudah mahal.

Life is go on dan jangan pernah menyerah!

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Categories: REPORT
  1. Deasy Rondonuwu
    September 5, 2008 at 10:31 am

    Bagus tulisannya Phen, memberkati aku…terus memeberkati yah lewat tulisan2 kisah nyata seperti ini , dan aku percaya akan memberkati teman2 yang lain, TRUST IN THE LORD adalah kunci keberhasilan kita…keep going Bro and never give up..like you said.
    Did U watch the movie “FACING THE GIANTS” ?…kalau belum , aku rekomendasikan film itu…nonton Videonya sama keluarga…bagus sekali Phen…!!!

    GBU

  2. September 5, 2008 at 11:08 am

    Ok thanks Deasy..
    Much appreciated w/ your support.
    I noted your advice for the movie.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: