Home > REPORT > Just About Pearl: Nature’s Most Precious Gift

Just About Pearl: Nature’s Most Precious Gift


Sebuah toko Mutiara (Pearl) milik Atlas South Sea Pearl menarik perhatian saya. Toko ini berada di Jalan By Pass Nugrah Rai Denpasar.

Alasan yang membuat saya tertarik adalah, kenapa di Bali ada toko mutiara mewah? Dan dari manakah asal usul mutiara tersebut?

Tidak begitu sulit mendapatkan toko ini karena lokasi toko ada di komplek perkantoran menghadap Timur Jalan Raya By Pass Ngurah Rai.

Ketika saya masuk, sepertinya saya sedang berada di salah satu toko butik merek terkenal seperti di Plaza Senayan atau Plaza Indonesia Jakarta. Desain dan arsitektur toko ini memang bagus, standard international dan berkelas, belum lagi ke-ramah tamahan dari para gadis cantik penjaga toko tersebut.

Pada lantai dua dari toko tersebut dipergunakan sebagai kantor Atlas South Seal Pearl untuk menunjang semua kegiatan produksi dan pemasaran mutiara yang dihasilkan.

Namun yang mau diangkat dalam cerita ini adalah kehadiran mutiara yang sudah menjadi asesories mode dan kecantikan tingkat dunia. Benda asesories terbuat dari emas, permata dan mutiara adalah barang mewah dan mahal yang dapat menunjukan kelas atau gengsi si-pemakai.

Kenyataannya produksi mutiara itu sendiri berasal dari negara Indonesia, yaitu dari kawasan perairan laut dalam di Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua, dan Halmahera.

Berbicara mengenai budi-daya dan ternak mutiara inilah membuat saya jadi kagum karena menjalankan bisnis mutiara ini harus sangat professional, apalagi kalau mau mendapatkan hasil mutiara yang bagus dan menguntungkan.

Sebelum mutiara dipanen, dikemas dan seterusnya dijual setidaknya para investor harus mampu ber-investasi dengan jumlah modal yang besar, sekaligus bersedia menerima kenyataan pahit jika bisnis ini merugi disebabkan kondisi alam yang mengakitbatkan mutiara gagal panen atau kualitas buruk.

Menurut percakapan saya dengan pimpinan perusahaan ini dikatakan “jangan melakukan bisnis ini jika belum siap merugi, bersiaplah menerima kerugian dalam jangka panjang karena mutiara seakan-akan manja, minta perhatian serta membutuhkan waktu penyesuaian diri dengan alam sekitar, maupun penyesuaian diri dengan investor dimana mutiara sedang dibudi-dayakan”.

Banyak investor yang sudah bepengalaman yang datang dari luar negeri sana, harus merugi dulu karena berbagai proses dan kondisi alam laut Indonesia yang memang berbeda dengan negara asal investor, karena bisnis budi-daya mutiara ini menuntut totalitas kesabaran alias memerlukan waktu lama untuk bisa “saling menyesuaikan diri”.

Yang saya tahu bahwa proses dan budi daya mutiara ini harus berada di daerah yang sangat terpencil, dan juga harus ada diperairan laut yang luas dan sepi khususnya ada di Indonesia bagian Timur.

Para investor harus memilki modal yang lumayan besar, memiliki teknologi, membangun base camp, memiliki laboratorium, SDM yang handal, peralatan selam yang lengkap, peralatan budi-daya mutiara, armada kapal yang dan juga armada kapal pengangkut logistik antar pulau.

Tentang bagaimana proses pembudi-dayaan mutiara itu sendiri, silahkan baca web ini yang bisa dipakai sebagai bahan referensi. Namun demikian perusahaan Atlas South Sea Peal ini juga mempunyai objek wisata untuk melihat budi daya mutiara dari dekat.

Pada akhirnya hanya investor asing seperti Atlas South Sea Pearl dari Australia yang mampu menjalankan usaha ini, dan ternyata mereka memang telah berhasil.

Di-awali usaha budi-daya dari lautan di kawasan Indonesia bagian Timur yang mana hasilnya kini telah dipasarkan melalui Bali, serta merta pemasaran mutiara sudah mencakup seluruh dunia. Adapun negara Jepang, USA dan Eropa adalah pasar mutiara terbesar.

Inilah beberapa cuplikan foto mutiara yang siap dijual.

The End.

@2008: Hak Cipta dilindungi oleh UU yang berlaku. Jika ada yang ingin mengambil atau mengcopy materi, isi, dan/atau foto-foto weblog ini, diminta lebih dulu memberitahukan secara tertulis.

Categories: REPORT
  1. wirawan
    August 12, 2009 at 10:22 am

    boleh copy foto-fotnya nggak?

  2. August 12, 2009 at 10:26 am

    boleh saja.. but please kalau untuk dipublikasikan lagi jangan lupa sebutkan sumbernya http://www.stephenlangitan.com. Untuk keperluan komersial, hmm.. jangan lupa ntunya.. hehehe..😉

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: