Home > REPORT > I miss Rumbai Caltex: The American Style

I miss Rumbai Caltex: The American Style

September 15, 2008 Leave a comment Go to comments

Jakarta, 15 September 2008. Siapapun punya kehidupan di masa kecil. Apalagi ketika melewati masa kanak-kanak masih sekolah di SD-SMP-SMA. Semua dari kita punya banyak cerita kenangan di masa lalu yang mungkin tidak bisa dilupakan.

Ketika saya melakukan perjalanan adventure touring dengan tajuk “HTML Goes To Southern Sumatra, Mei 2007” dan kebetulan rute yang dilewati melintas Riau, maka pada kesempatan tersebut saya manfaatkan untuk mengenang kembali masa kecil di era tahun 1970-an hingga tahun 1980-an.

Waktu dulu, yang namanya “Gaek” (red=orang tua) pernah kerja di PT Caltex Pacific Indonesia dan sekarang nama perusahaan tersebut berubah menjadi PT Chevron Pacific Indonesia (CPI). Kami dulu pernah tinggal di komplek Kaltek, di Minas dan Rumbai kurang lebih sepuluh tahun.

Alm. Toni Permana mengantar SL keliling Rumbai

25 tahun lebih adalah waktu yang lama kalau mau melihat mundur kehidupan di masa kecil. Ada banyak kenangan manis dan lucu setelah saya melihat kembali wajah Rumbai yang ternyata secara ‘lay-out’ tidak banyak mengalami perubahan. Penampilan Rumbai masih bernuansa ‘the american style’.

Ketika melewati bangunan sekolah SD, saya jadi ingat setiap kenaikan kelas selalu foto bersama dengan teman-teman sekelas, maupun bersama guru SD SMP Cendana Rumbai. Waktu itu kalau membuat foto anak SD harus menggunakan bangku khusus menonton pertandingan basket. Anak-anak baris berjejer seperti foto dibawah ini:

Murid Kelas 2B SD Cendana Rumbai, Tahun 1972

Ketika melewati bangunan Gelora Rumbai Recreation Center (gedung olah raga), saya teringat tempat ini bukan saja sebagai ajang pertandingan basket buat si Jerry Maluw dan kawan-kawan, atau tanding volley, atau tempat iseng bermain alat-alat gym, tapi malah yang diingat jaman dulu adalah bagaimana mengurus kartu ID (peneng) sebagai anak kaltek.

Yang paling lucu adalah bikin ‘Kartu ID palsu’ agar dapat warna hijau untuk kategori 13 tahun keatas. Maksudnya supaya tidak dibilang lagi sebagai anak ketek (=kecil). Ha.. ha.. ha.. :-) Ketika itu bagaimana caranya mendapatkan warna yang beda untuk latar belakang kartu ID tersebut. Teringat nama seorang teman yang punya keahlian untuk yang satu ini supaya dibilang kami bukan ketek lagi, tapi lah gadang (sudah besar).

Ketika melewati lapangan golf tepatnya “green three” yang dibelakang bangunan sekolah SD lama, teringat tempat ini selalu dipakai untuk berkelahi. Sudah selesai berkelahi timbul istilah “igek” atau lagi tidak ingin berteman atau bermusuhan.

Yang lucu, dulu kalau mau berkelahi harus lihat dulu arena “green three” apa lagi sepi atau ada yang melintas. Kalau lagi apes, muncul pemain golf ibu-ibu yang melintas, nama anak-anak yang berkelahi dicatat dan dilaporkannya kepada orang tua murid. Beberapa nama pelaku dan jagoan cilik SD Cendana tahun 1970-an masih ada dalam ingatan.

Ketika melihat jalan komplek turunan, saya jadi ingat dengan sosok penjual permen si “pontong” yang begitu kuatnya ia bersiul-siul menandakan ia sedang lewat berjualan gula-gula sambil naik sepeda. Permen utamanya adalah merek ‘hacks’ dibungkus warna merah dan isinya warna hitam terasa pedas sekali. Si ‘pontong’ memiliki cacat tubuh pada bagian sepuluh jarinya, mangkanya ia disebut ‘pontong’ karena 10 jari tangannya yang putus.

Ketika masuk ke Rumbai Country Club, teringat kenakalan di kolam renang, kenakalan main ‘mini soccer’, kenakalan main ‘binggo’ pake kacang merah. Cerita tentang ‘binggo’ begitu acara bubar, kacang merah dilemparin kalo tidak dapat hadiah ‘binggo’.

Belum lagi sensasi menikmati ‘Hamburger Rumbai Club’ dan minuman ‘RC’ (Rumbai Coke) ditambah dengan kentang goreng. Kalau dulu, minuman ‘RC’ harus pakai es batu yang banyak, sengaja untuk iseng dilempar ke arah yang lagi berenang.

Waktu dulu kalau mau berenang sengaja milih duduk di sekitar taman agar lebih dekat dengan para cewek-cewek Rumbai yang suka nongkrong pake ‘bikini pool’ atau ‘hot pants’. Teringat beberapa nama cewek-cewek sexi Rumbai pada jaman tahun 1970-an. Siapakah itu?

Ketika melewati “Rumbai Tenis Court” (ada tiga lokasi), teringat dulu kalau main tenis sesuka hati tanpa ada batasan waktu, kalau sudah capek sampai pada ‘males’ mematikan lampu. Besoknya pun kena tegur ama petugas security.

Ketika melewati halaman rumah dinas si ‘gaek’ di Km. 4.5; teringat dibelakang rumah ada pohon sirsak yang suka digerayangi pada tengah malam ama anak-anak komplek. Besoknya dilaporkan kepada petugas security agar ‘cemeng’ (watchman guard) lebih sering berjaga-jaga di sekitar pohon sirsak. Nggak taunya para pelaku pohon sirsak masih dia-dia juga.

Sungai Ambang Rumbai? Walah.. tempat itu dulunya angker sering dipakai untuk RHHH (Rumbai Hash House Harriers). On.. on.. masuk hutan sampai tembus ke daerah Rumbai bawah.

Rumbai American School? Yang diingat cuma lapangan bolanya sering dipakai buat tanding antar komplek antara lain komplek Km. 3 lawan Km 4.5 dan seterusnya. Komplek Port-A-Camp kayaknya dulu tidak punya tim sepakbola.

Waktu saya melewati kawasan Km 3.5, masih terlihat bangunan Gereja Kristen GPIB Gibeon Rumbai. Yang sangat ingat dulu Pendeta Rufy Waney, ketika itu masih bujang dan sering melintas di komplek dengan motor Honda CB200 Hijau. Kayaknya dulu motor tersebut sudah paling top banget.

Masih banyak lagi kenangan, tapi saya yakin bagi mereka yang pernah tinggal disana pastinya punya kenangan manis.

Perhatikan foto-foto dibawah ini dan silahkan mengingat-ngingat kembali masa lalunya. Jika berkenan, silahkan tulis pada bagian “leave comment”. Siapa tahu ada kawan lain yang akan saling menimpali.

BEBERAPA FOTO KOMPLEK RUMBAI CPI, Mei 2007

Pintu Gerbang ‘Entry Gate’ Rumbai Housing Complex

Security Check and Pass ‘Entry Gate’ ↑


Kantor Selatan ↑


Rumbai Housing Lay Out ↑


Kantor bawah ↑


Dulu disebelah kanan Transportation Department ↑


Tanjakan dari bawah yang ke arah Kantor Besar ↑


Petunjuk belok kiri Rumbai Hospital / Rumbai Training Center ↑


Fire & Emergency Department Rumbai ↑


Dulu sebelah kiri mess. Kanan Rumbai Tenis Court sebelah SD Cendana ↑


Jalan Utama Rumbai. Kiri Rumbai Golf Court. Kanan Kantor Besar ↑


“Green One” Rumbai Golf Court ↑


Kantor Besar / Kantor Utama Rumbai PT CPI (lokasi ini dulu loket buat antrian payroll) ↑


Halaman Depan Rumbai Country Club ↑


Jalan Utama depan Rumbai Country Club ↑


Jalan Utama depan Rumbai Country Club ↑


Rumbai Tenis Court No. 1 ↑


Jalan Utama Rumbai. Sebelah kiri komplek Km 4 ↑


Jalan Utama Rumbai. Belok kiri ke American School. Belok kanan arah Sungai Ambang ↑


Pertigaan dan turunan (turun belok kiri ke arah rumah Kel. H. Maluw) ↑


Jalan arah Sungai Ambang ↑


Rumah dinas ‘Gaek’ ↑


Kanan rumah dinas ‘Gaek’ ↑


Halaman belakang kanan (jalan potong pejalan kaki) ↑


View rumah tetangga depan kanan ↑


View rumah tetangga depan rumah dinas ‘Gaek’ ↑


Sudut rumah dinas ‘gaek’ dari depan ↑


Sudut rumah dinas ‘gaek’ ke samping (halaman belakang dulu banyak pohon sirsak) ↑


Papan nama rumah ↑


Halaman belakang rumah ‘gaek’ (bagian jemuran) ↑


Halaman depan rumah ‘Gaek’ ↑


View jalan arah Sungai Ambang ↑


Halaman samping ‘Taman Bermain’ ↑


Fasilitas standard komplek (dulu kalau malam sering dipakai pacaran) ↑


Jalan menuju rumah dinas CEO PT CPI ↑


Rumah dinas CEO PT CPI (dulu rumah dinas J. Tahija) ↑


View jalan di muka rumah CEO PT CPI ↑


Belok kanan ke Sungai Ambang (jalan tembus ke Minas) ↑


Rumbai American School (tertutup rapat-rapat takut kena bom) ↑


Halaman belakang rumah dinas expatriate PT CPI (dulu Km 5) ↑


Rumbai Chatolic Church ↑

Area SMP Cendana (dulu kawasan helipad Km. 6) ↑↓


Mobil dinas patroli Rumbai Security ↑


Kawasan Km 3.5 (foto yang lagi naik motor Toni Permana) ↑

Areal Gereja Kristen Protestan GPIB Gibeon (kawasan Km 3.5) ↑↓


Jalan turunan Km 3.5 menuju Km 3 atau Gelora


View Rumbai Golf Court. Tampak kejauhan bagunan sekolah (dulu SMP/SMA Cendana) ↑


View bangunan gereja GPIB Gibeon Rumbai dari jalan turunan ↑


Jalan turunan perbatasan antara Km 3.5 dan Km. 3 (belok kanan) ↑


Bangunan sekolah (dulu SMP/SMA Cendana). Halaman belakang tempat nongkrong ↑


Rumbai Library ↑


Rumbai Gelora (gedung olah raga) ↑↓


Bangunan SD Cendana Rumbai (sejak dulu s/d sekarang) ↑


Basketball Court. Kursi penonton yang dulu dipakai buat foto bersama masih ada. ↑

Rumbai Country Club (Gedung Baru)

Rumbai Swimming Pool

Hamburger Rumbai Country Club

Kawasan Komplek Km 4

Untuk foto-foto jadoel (old pictures) bisa dilihat di facebook group a.l.

Caltex Indonesia
Eks Anak2 CALTEX
Caltex Kids 1970-1990

The End.

About these ads
Categories: REPORT
  1. Thea
    September 30, 2008 at 10:45 am

    Helo Stephen, how are you? hope all is fine you & your family.
    Very informative blog you have. I enjoy looking at those pictures. What a nice & comfy life in Rumbai, unlike Jakarta “sumpek deh” hehehehe….

    Jadi, rumah2 di kompleks di Rumbai ada nama-nya ya….? Bagus untuk komunitas supaya saling mengenal.
    Sedangkan kalau di sini, rumah yang ditaruh namanya(mungkin) bisa dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab, kan.

    Oks deh, take care.

    GBU ^_^
    thea

  2. September 30, 2008 at 10:58 am

    @Thea,
    Hi juga..
    That’s why I put the title “I miss Rumbai” cause Jakarta during Lebaran holiday is very quite, seems like Rumbai. Make sense gak sih.. :-)
    Ya begitulah semua rumah di Rumbai yg ada penghuninya harus di kasih papan nama. Kalo ini diterapkan di Jakarta, ya bakalan banyak ‘spam sumbangan’ yg datang kerumah.. :-)

  3. Mayda
    October 1, 2008 at 6:15 am

    Terakhir kali aku pulang kampuang Agustus 1997. Pohon-pohonya bertambah lebat dan tinggi. Tulisan-tulisan di gedung-gedung sudah berbahasa Indonesia semua. Mobil-mobil Caltex berwarna kuning sudah nggak ada lagi. Gereja GPIB juga udah beda.

    Anyway, thanks for the story and the pictures. It reminds me what a nice life we had in Rumbai.

    Mayda

    ps. Mau dong foto kolam renangnya di kirim ke FB aku.

  4. Dorothy
    October 1, 2008 at 4:27 pm

    Hi Steven!!

    got this link from anak2 Cendana FB group ^^

    Miss Rumbai so much!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    -Dorothy-

  5. Anonymous
    October 4, 2008 at 3:58 pm

    wowww gw juga kangen caltex euy..padahal sekarng udah ganti jadi chevron…tetap kita kenal caltex….

  6. October 4, 2008 at 7:27 pm

    halo om steven. lam kenal nama saya bayu.

    om saya mau ralat yang ““Green One” Rumbai Golf Court”. itu adalah hole 10. bisa juga dibilang green 10(ten).
    anyway, foto complex km 4(atau foto nomer 3 dari bawah), rumah yang kedua dari kanan adalah rumah saya dulu. komplex iksora namanya.

    fotonya bagus2 neh om. saya boleh minta nggak yah?

  7. October 4, 2008 at 11:03 pm

    @ Bayu,
    Oh.. gitu ya. Kalo gitu green 1 s/d 9 sekarang dimainkan di golf court yg kearah rumbai bawah. Btw, foto rumah kau itu dulunya bersebelahan dengan Kel. Permana (nomor empat dari kanan).
    Mau minta foto? Ya silahkan dicopy, boleh2 aja.

  8. October 4, 2008 at 11:04 pm

    @ Mayda,
    Foto kau copy sendiri ajalah.. :-)

  9. October 5, 2008 at 2:09 pm

    @Hi Dorothy, kau dorry maluw kan?

  10. J Maluw
    October 5, 2008 at 5:53 pm

    Steph..jadi teringat juga aku dengan Gelora Rumbai itu. Dulu itu tempat JetStar lahir.

  11. October 5, 2008 at 6:58 pm

    @Jerry,
    hahaha.. ingat juga kau ama JetStar, klub basket rumbai jaman dulu.. :-)

  12. Romy Sadewa
    October 7, 2008 at 12:59 pm

    Halo pak, numpang mengunduh foto yah, kalo liat foto ini, jadi sangat terkenang oleh rumbainya pak, 15 tahun besar di cpi hehehe. Enaknya, kalo liat foto dari orang yang pernah lama tinggal dirumbai, fotonya benar2 kena di kenangan / memory. Mungkin karena pernah disana lama jadi saat ngambil momentnya pas banget. Laen kalo ada beberapa orang post fotonya orang yang baru tinggal disana, cuma dikit momentnya. Salut pak, more post about rumbai yah, tapi akan lebih baik lagi kalo post foto minas juga. Hehehe..

    Terima kasih.
    Romy Sadewa Warsito

  13. October 7, 2008 at 1:37 pm

    @Romy,
    Ok mengunduh. Ya siapapun yg pernah tinggal di CPI cukup lama pasti banyak kenangan, apalagi yg sampe pensiun. Untuk Minas, Duri akan di post juga. Dulu aku juga anak Minas, komp. Taman Sari No. 110 (dari depan Minas club lurus nanjak dan turun lagi, rumah di sebelah kanan). Sebenarnya para pembaca bisa juga liat foto2 jadoel CPI di facebook, di group “Caltex KIds 1970-1980″ Tapi utk joint hanya untuk american kids (private group). Anyway, thanks for your comments.
    Regards,

  14. Charles Manurung
    October 7, 2008 at 4:58 pm

    Hooi Stephen…

    Informatif kali foto-foto kau…
    Masukan dikit, kompleks di km 5 itu bukan melulu dihuni kaum expat. Dulu gaek sempat di sana 10 tahun pindahan dari Dumai, persis di depan TK American School. Di depannya kalau ndak salah fasilitas air bersih untuk kompleks. Memang lebih banyak bulenya di kompleks itu. Kayaknya cuma dua yang pribumi, keluarga aku (Manurung) dan keluarga Tarty (persis di belakang rumah). Karena sekelilingnya banyak bule, agak mikir juga kalau goreng ikan asin. Bisa protes tuh bule-bule… ha ha ha ha. Dan kelakuan anak-anak harus dijaga. Maklumlah, mana ada anak-anak tahan liat gajus yang sudah matang. Sayangnya pohonnya ada di halaman bule-bule itu… ha ha ha ha…

    Salam

    Charles

  15. October 7, 2008 at 8:32 pm

    @Charles,
    Halo Chalie.. sebenarnya aku mau tulis di Km 5 ada keluarga Indonesia walaupun cuma dua, tapi aku sengaja nunggu respon kau. Ini kan foto “anak2 penghuni Km.5“, salah satu dari mereka ada yg kau tekak.

    Image copy from facebook group: “Caltex Kids 1970-1990

  16. October 7, 2008 at 8:54 pm

    @Chalie,
    Gajus yg sudah matang itu apa? Maksud kau apa mereka2 ini: Foto 1; Foto 2; Foto 3 (foto yg terakhir itu anak Minas, aku kenal baik, dulu kami tetangga). Ha..ha..ha… :-)

    Image copy from facebook group: “Caltex Kids 1970-1990“

  17. Charles Manurung
    October 8, 2008 at 7:51 am

    Payah kau, anak Rumbai ndak tau gajus…. jambu monyet…. ha ha ha ha hah a… kalau makan itu siap-siapa aja dimarahi di rumah, pasti baju kena getah dan tidak akan hilang selamanya. Kecuali bajunya hilang… hwa ha ha ha..

  18. Charles Manurung
    October 8, 2008 at 7:59 am

    Ternyata berhasil pancingan kau yaahh… Berarti umpan kau mantap. Kebetulan ndak ada yang bule-bule itu yang pernah aku tekak. Ini pasti murid-murid American School yaa. Tapi enak juga sih tinggal di Km 5… kadang-kadang bule itu berjemur di halaman cuma pake bikini… ha ha ha ha ha

  19. October 8, 2008 at 11:53 am

    Phen, berarti kita sekelas waktu kelas 2 B SD Cendana. Aku pas dibelakang Nina Jafri Ali. Wah hebat phen, napak tilas Rumbai.

  20. October 8, 2008 at 12:10 pm

    @Chalie, bener kan.. aku emang ndak tau gajus itu apa, karena ndak pernah makan.. kalo dimakan bisa dibilang keturunan monyet pula.. hahaha.. :-) Soal bule2 yg suka berjemur, seingat aku emang dulu banyak laporan diintip ama penduduk lokal Km 5. Jadi kau lah itu orangnya.. hihihi.. :-)

    @Nana, wah.. aku baru tau kau ada disitu. Akupun ada dibelakang kau, serong ke kiri paling atas yg paling gagah (nunduk), sebelahnya Andry Minas.

  21. October 8, 2008 at 12:21 pm

    He….he…..he… muka kita di tu foto pada culun-culun semua phen ! Coba tanya ama Lucy Sitorus, pasti dia apal nama-nama yang di foto itu. Yang paling tonjang di baris belakang kayaknya si Jasrul ya phen ? Dulu dia ngejar2 si Epy (Devriza Yurnalis).

  22. luki
    October 8, 2008 at 2:27 pm

    Pantesan tunggangannya Moge, kerjanya di uil kumpeni…

  23. October 8, 2008 at 5:47 pm

    Wah.. ada foto aku kelas 2 SD lho… yang mana coba…???

  24. October 8, 2008 at 5:52 pm

    Calie…
    Aku tau banget sama “Gajus”. Biarpun salah2 bibir bisa gatal semua kena getahnya, kami kan pernah mancilok Gajus itu dirumah pojok dekat pemberhentian Bus di Pertigaan jalan besar kearah rumah Stephen/Bani. Disitu Gajusnya enak yg warna kuning (bukan yang merah). Itu rumah siapa ya, aku kok lupa.. Santi bukan ya?

  25. October 8, 2008 at 7:45 pm

    @Nugroho,
    Kau berdiri di depan Jasrul..

    Hahaha.. ternyata ngaku juga kau ikut mancilok gajus. Kalau sipancilok sirsak itu siapa ya Nug? Pusing kau mau jawab.. wuahahaha.. :-) just joking..

  26. Charles Manurung
    October 9, 2008 at 7:18 am

    Nug,

    Sebenarnya urusan cilok mencilok itu kalau diungkapkan daftarnya pasti panjang. Mulai dari gajus, sirsak, jambu, dll. Dan paling parah mancilok kangkung.

    Ingatkan tabek-tabek di dekat tanah merah. Selain untuk ikan juga ditanami kangkung. Bagi yang lupa tanah merah, itu diujung km 3,5. Ndak tau sekarang jadi apa. Sebenarnya itu kangkung ndak tau mau dibikin apa, tapi dasar anak-anak, diambillah. Pas ketauan, yang punya ngejar-ngejar pake parang… ha ha ha..

    Nug, bukannya rumah di pertigaan itu rumah dr Kustia. Memang ada pohon gajusnya mantap kali buahnya. Ada lagi yang mantap pohonnya di km 5. Dulu di rumah Managing Director kalau gak salah namanya Austin. Ketahuan mencilok, ributlah cemengnya. Mentang-mentang yang dijaga rumah petinggi. Jangan-jangan si Austin itu makan gajus juga kali yaaah….

  27. October 9, 2008 at 10:26 am

    Nug, kalau nggak salah pohon gajus itu memang dibelakang rumah santi agus marsidi dan linda hutabarat. Ha, pada ketauan tukang cilok mancilok. Dulu di rumahku km 4 1/2 ada pohon jambu dan pohon nangka yang sering kenak cilok juga. Soalnya jambunya besar2 dan manis. Demikian juga ama nangkanya (wah enaknya nggak ada tandingannya deh).

  28. dart1202
    October 10, 2008 at 4:10 pm

    wahh… pantesan satrio (anaknya pak suryo) enak di sono… engga pulang2 ke bandung..

  29. Nick Allen
    October 13, 2008 at 7:35 am

    WOW! Thanks for uploading those pictures. I lived in Rumbai between 1975 and 1988 and have not been back since 1988. I still recognise some of the places!!

  30. October 13, 2008 at 1:33 pm

    @Nick Allen,
    Thanks with your comments. I also can recognize you from the photos in ‘Caltex Kids’ album in your facebook. I try to remember you when we joint of RHHH (Rumbai Hash), every Monday went to the jungle around Rumbai. Did you?

  31. October 14, 2008 at 7:11 am

    Mungkin kalau bisa dibuat buku cerita disana bakalan lebih seru dari Laskar Pelangi :)

  32. October 15, 2008 at 1:12 am

    Huahahahaha…. Calie bener. Kalo dibuat acara Pengakuan Dosa di Gereja Katolik Km.6 ini bisa2 jemaat lainnya malas ke Gereja gara2 yg buat pengakuan dosa gak kelar2 sampai 3 jam akibat Daftar Dosa nya panjaaaaaaaang buanget. Xixixi…

    Nana benar itu dirumah Santi Marsidi, Jagusnya warna kuning. Kalo yang didepan rumah dr Kustia itu yg warnanya merah Cal. Lebih enak yang kuning, getahnya gak setajam yang merah… Dasar Pancilok, udahlah mancilok masih milih2 pulak. Hahaha…

    Aku udah agak lupa kalo yang Kangkung Cal… Tapi kalo Rambutan dan dikejar Oom Tambu (Alm), bapaknya Trini, sih inget. Di Rumah dia yang di Km 4 ujung itu kan banyak pohon Rambutannya dan kita tau rasanya oke2 banget. Tapi kita juga tau Oom Tambu itu galak banget dan suka nguber orang2 yang nyoba2 mancilok tuh Rambutan. Tapi dasar anak2, sudah gatel liat Rambutan ranum2 gak dipetik, malam2 datanglah segerombolan anak2 dengan sigap langsung memanjat dan memetik Rambutan itu dan memasukkannya ke sarung. Lalu kabur buru2 saat Oom Tambu tau dan mau keluar rumah. Dia kan gendut… mana bisa ngejar anak2 yang larinya kayak spinter gitu… Lagian beraninya ngambilnya malam, jadi gak jelas anak2 siapa aja tuh….Huahahaha…

  33. Encuus
    October 25, 2008 at 11:47 am

    Duh….aku ketinggalan buanget nih Phen….
    Mana ada foto aku waktu di SD…
    Kenangan cuma tinggal kenangan….yang ngak mungkin bisa dilupakan…semuanya indah dan tidak mungkin terlupakan….yang tinggal cuma nostalgia…apa lagi kalau melihat foto2 di Rumbai..
    Btw, thx buanget ya Phen…setidak2nya aku bisa menikmati foto2 yang bagus itu…

  34. October 25, 2008 at 1:17 pm

    @ Ncuus,
    Where you have been? Long time not chat with you. Hehehe.. :-)
    Teman2 bercerita soal cilok-mancilok, apa kau dulu ikut juga?

  35. balqi
    October 27, 2008 at 3:25 pm

    mantap dah om….
    sayangnya ane hanya bisa mengamati….xixixixixiiii..dan sebenarnya
    ane pernah maen ke Minas…

    kebetulan ada kakak sepupu yang kerja and tinggal disana.
    sekarang beliau ditarik ke Houston…
    ternyata rumahnya emang terbuat dari kayu yah…jadi tinggal bongkar
    pasang kayak lego..xixixixxiiiii

    rgds,

    me

  36. October 27, 2008 at 3:46 pm

    @ balqi,
    Wouw.. kalau Minas cerita lama sekali. Sejarah tahun 1970-1973.. :-) Ciri khas rumah model lama dari kayu, tapi kalau yg skrg sudah beton. Siapa tuh kakak-sepupu yg ke Houston TX? CPI dari dulu memang sdh biasa kirim2 staff lokal ke USA.

  37. Mia
    October 27, 2008 at 6:25 pm

    Phen, thanks alot for all the pics. ada foto rumah aku di 3 1/2 yg dilewatin toni permana.
    talking about cilok mencilok itu memang sudah keharusan yang ngga bisa ditahan.
    kalao kami di 3 1/2 suka cilok jambu dan nangka si pipang, kadang kami kelecekin si pipang.
    dan kalau tempat pacaran disamping rumah kau ….. aku tau sapa tuh yang dulu suka disitu ahahha …. aku ingat tte kau suka didatengin ama si hutapea….. eh iayaaa yah …. hahaha.

  38. October 28, 2008 at 4:19 am

    @ Mia,
    Wah.. bener kan.. banyak anak CPI punya sejarah cilok-mancilok..
    Yg suka pacaran di halaman samping, bukannya itu kau? Hahaha.. :-)

  39. Encuus
    October 28, 2008 at 4:10 pm

    Biasa Phen….
    Ncus lagi mencari pengalaman baru….
    Nah, sekarang udah 3 bulan dan udah lewat masa2 kritisnya….ternyata walaupun udah tua masih still jakin aja….aku BISA…he he he..

    Kau apa kabar Phen?
    Kalau soal cerita Rumbai….duh banyak kali, ntar kalau aku yang ikut cerita…parah Phen…

    Sekali2 ajalah aku nongol disini…nak pa pa kan…. :)

  40. Mia
    October 31, 2008 at 12:23 am

    Phen, aku anak manis dari dulu ….. sekarang …. dan sampai kapan ??? …. hahaha …
    Kalau aku ketauan pacaran dikejar pulak ama mamak aku … puceklah aku.

  41. November 1, 2008 at 2:14 am

    hi Stephen! hahaha kocak juga, aku juga baru balik ke rumbai awal taon ini (2008) setelah 14 taon lebih ga ke sana :D things stand still. like never changed! American School does. Now with bunkers :)

    Let me guess, your dad was in Complex Kenari, around Dr Oepangat neighborhood rite? My father was in Jati 102. :)

    I lived in Duri 73-80, Dumai 80-87, Rumbai 87-91 before moved up to Bandung. I saw Nick Allen here. Hi Nick, I remember some expat golfer like Pete Clark (Rumbai), Dave Minimer? (Minas), and anybody knows where Bryan D. Boyce (Oleander Rumbai, now Canada?) now? An email address would be highly appreciated. He’s like a father to me.

    Cheers, Adinoto

  42. deqz
    November 1, 2008 at 7:52 am

    salam…..

    hahahahahaha……..

    ngakak deh pokoknya baca dari Awal, apalagi baca bagian yang mancilok-mancilok di seputaran komplek :)

    tq bngt ada obrolon yang begini, ga nyangka bangat ternyata angkatan 70’an udah ada cerita yg begitu, saya kira angkatan saya aja yang punya jurus2 mancilok di seputaran komplek di tahun ’89 – ’95 :)

    saya salah seorang anak pegawai Chevron yang terlahir di duri. dulu kami tinggal di sebanga, tepatnya di singgalang I gang B-2C

    oh iya, ayah saya sudah pensiun oktober 2007, no badge/peneng sih masih ingat #13829 :)

    sekarang ortu masih di rumbai, tepatnya di telaga sari, kami juga sempat tinggal di komplek Cemara 405

    tepatnya 9 januari 1985 kami pindah ke komplek Talang, saat itu kami termasuk keluarga yang pertama-tama pindah kesana

    petualangan mancilok buah-buahan di sekitar talang itu sudah jadi kerjaan kami sejak SD sampai SMP (karena SMU kami di Bandung semua)

    ternyata itu sudah terjadi sejak dulu, kami kira kami orang2 pertama yang melakukan hal itu :)

    tq

    adek f. rasyad

    nanti dilanjutin lagi deh ceritanya

  43. November 2, 2008 at 12:31 am

    @ Adinoto,
    Your father is Abudl Kadir, isn’t it? Your are right, I used to live close to Dr. Oepangat, opposite to Koesnandar. Rumbai American School now become a bunker, that’s true.. :-)

    Nick Allen’s father, Mr. Neil Allen just passed away. Here I copy Nick’s message from facebook on lat October 29 below: My Dad, Neil, (“Brownstreak” to many of you) passed away this morning.He had been ill for quite some time but it still feels awful. My moms address is 2 Treveor Close, Worthing BN11 2AD, England

  44. November 2, 2008 at 12:39 am

    @deqz,
    Salam kenal bro.. :-)
    Wah.. kalau kau cerita mengenai nama komplek CPI yang baru, belum bisa dipahami. Karena jaman dulu lebih familiar dengan nama komplek CPI dengan KM 3, KM 3.5, KM 4, KM 4.5, KM 5, KM 5.5.
    It’s okelah.. yang siapapun anak-abak yg pernah tinggal di komplek CPI pasti banyak kenangan. Kenakalan anak2 macam cilok-mancilok itu yang paling lucu, anak2 bule banyak juga yang nakal-nakal.. :-)

  45. November 2, 2008 at 11:50 am

    wah… masih main KM2-an ya :)

    tinggal di komplek memang seru bangat

    biasanya kami selalu bermain dengan anak2 tetangga yang lain :) bahkan hingga usia hampir mendekatai 30 tahun saat ini kami tetap kontak :)

    permainan yang biasanya kami mainkan dan aktivitas selama kami di komplek adalah

    1. main kelereng

    2. main patok lele

    3. main pakpung

    4. main gambar-gambar

    5. main tali tarzan di pinggir hutan talang duri

    6. main sambar lakon

    7. main dinosaurus

    8. main terjang

    9. main egrang

    10. main tulup yg terbuat dari bambu yang ditembakkan dengan peluru dari putik jambu air atau buah seri, pakai kertas basah juga bisa

    11. mancing di rest park

    12. mencilok mangga, jambu bangkok & jambu air tetangga :) ini yang paling penting

  46. Yayan HTML5
    November 4, 2008 at 2:26 pm

    Mantap…..
    Jadi pengen main ke rumbai … makan sate si cun

  47. deqz
    November 5, 2008 at 4:59 pm

    wow… set dah sate si cun yang selalu setia mangkal di masjid al-ijtihad

    meskipun tahu sate si cun dari ibu, setidaknya saya pernah ikut membeli kesana dg adik saya

    satenya memang top bangat deh, yg beli aja ngantri, belum lagi kalo beli pada ngeborong sampai 5 bungkus :)

  48. Nani Pense
    November 6, 2008 at 3:11 pm

    Kalau sate sekitar th 1970-an,
    Aku ingatnya Sate Pak Lenggang yg mak nyus itu..

  49. Ratna A
    November 6, 2008 at 4:23 pm

    Ikut nimbrung, saya pegawai masuk tahun 1998 awalnya di DBQ 7 lalu keliling -keliling….sate cun emang pualing uenak di dunia..he-he…salam kenal semua

  50. November 6, 2008 at 5:59 pm

    waktu lebaran kemarin ga sempat makan sate si cun, karena waktu pulang hanya 5 hari :)

    pengen beli burger yang di RCC jg ga sempat hiks2…..

    tapi kenangan paling berkesan tetap di duri

    bravo talang 60

    oh iya… ada yang pernah main ke libo Camp ga sih?

    dulu ayah saya dilibo hampir 19 tahun :)

  51. Eka Surya
    November 10, 2008 at 11:30 am

    wew jadi kangen juga ama rumbai :(:(

    terakhir ke sono taon 2002 pas KP
    itu pun di duri
    gaek pensiun taon 2000

    jadi pengen ke rumbai lagi
    mo foto-foto juga

    sate cun mang gak ada lawan dah :D

    thanks om buat foto2nya

  52. November 19, 2008 at 11:41 pm

    wah… bagus banget ya ternyata ada juga lingkungan yang sebersih dan senyaman RUMBAI. jadi ingin kesana juga..
    kunjungi blog saya di http://bintangmanis82.blogspot.com dan add fs saya di nemo_aries82@yahoo.com.au
    thanks GBU

  53. Sonnie
    December 4, 2008 at 3:00 pm

    Makasih udah bagi2….sepenggal kehidupan di masa lalu yang sangat indah…

  54. deqz
    December 5, 2008 at 9:57 pm

    salam…..

    komplek chevron memang tiada duanya

    jadi rindu ama talang 60

    Duri square…. i’ll be back someday :)

  55. day
    December 7, 2008 at 1:39 am

    hello, salam kenal ya mas. i was born in Rumbai but grew up in Duri, lived there about 15 years, moved to Jakarta in 1992. Currently live in the UK.
    I experienced living in two places back then, Merapi and Sibayak housing complex. I think I still remember the numbers, Merapi 84 and Sibayak 103, although probably now they have changed the numbers or even the name of the housing complex. So many memories in that “small American town”…jadi berkaca2 gini liat foto2nya..I haven’t set foot there since 16 years ago..kangen sekali! mudah2an kapan2 bisa ke sana lagi untuk napak tilas masa kecil =)

  56. deqz
    December 7, 2008 at 9:49 pm

    :)

    ga pernah merasakan komplek sibayak dan merapi, maklumlah, ayahanda hanya seorang operator di field :)

    tapi ttp kami sekeluarga bahagia bisa hidup di lingkungan chevron utk tingkatan sekelas komplek talang; kehidupan sosialnya sangat tinggi, kekerabatan dan kepeduliannya sangat baik, maklumlah, rata2 yang tinggal di komplek tersebut pada awal tahun 1985 adalah org2 dari dusun :)

    salam kenal utk mbak day

  57. H 412 VI
    January 4, 2009 at 10:09 pm

    halo bang steve…. kita dulu seregu di pramuka gudep 59 …. hidup regu ELANG… ingat. bang Bani, Yossy, Andi, siapa lagi ya…. regu kita kan the Best kann…. tau aku kan…

  58. January 5, 2009 at 7:30 pm

    @Harviandi,
    Aku baru ingat nama Harvi ini… :-)
    Rumah kau dipojok itu kan? Dibelakang ada lapangan badminton?
    Gabung di facebook dong.. anak2 Caltex banyak yg gabung disitu..
    Disitu ada ketua regu Elang Gudep 59 si Jossy Moeis.. hehehe… :-)

  59. January 17, 2009 at 10:31 pm

    Halo om salam kenal…
    nge google gk sengaja liat ini…
    aku teka sampe esempe d cendana rumbai..dr tahun 90 sampai 99 di sana, tapi tinggal d tangkerang…
    liat foto2nya kangen masa2 skolah dulu..hahaha..
    mancilok gajus… ndeh ndak brani om, beko baruak2 kalua dari sarangnyo…bahayoo…hahahaha…
    “do not feed the monkeys!” HAHAHAHA…. tiap liat papan itu pasti ketawa…

    ahh american skul yang jd bunker, itu jaman2 saya sempe tuh…
    ntah manga2…hahaha

    makasih om udah share… aku panggil om gpp kan…

  60. January 21, 2009 at 9:11 am

    @Laura,
    lancar juga kau cakap minang..
    kau ikut gabunglah ama group anak cendana di facebook

  61. January 21, 2009 at 9:22 am

    ^ udah om…dah gabung…
    udah ikut smua group yg ada hubungannya sama caltex dan cendana…^^
    wah bisa bahasa minang pas udah sma d SMU 8, kl d cendana gk bisa bhs minang.. ngmngnya lurus smua…hahaha

  62. roberto hutapea
    January 25, 2009 at 11:29 pm

    Thanks Step, fotonya bikin saya senang dan sedih, ingat bapakku almarhum. Di Rumbai tahun 70 – 73 SMP Cendana, tanding koor lawan SMA Santa Maria dan Menang (di pimpin pak Pujo dan Bu Hanifah alm), pindah Duri, Minas dan terakhir Dumai (Pensiun). Temanku a.l. Nurbaity Maas, Elinda Rosa, Michael Hutauruk, Oberlin Hutapea, Nona Dotulong…. wah seru. Adikku Maria Hutapea, mungkin angkatan kalian, ya, salam kenal buat yang baca semua. Kalau ada kesalahan di masa lalu mohon maaf , ya, namanya juga anak-anak.

  63. roberto hutapea
    January 25, 2009 at 11:36 pm

    Sorry maksud saya SMP Santa Maria, Pekanbaru. Pertandingan Porseni tingkat Propinsi 1973, SMP Cendana Caltex juara I, dirigennya Nana Kamarudin. Trims

  64. Bayu Asmara
    February 11, 2009 at 5:11 pm

    Salam kenal Mas,

    Thank you banget foto-fotonya. Bener bener membawa kembali ke masa-masa bahagia. He.. he.. he.. Sampai sekarang rumah idamanku ya kayak di Rumbai itu. Nggak ada pagar, tanah luas, satu lantai, ada porch.
    BTW, aku dulu tinggal di Meranti-127 sampai tahun 1996. SMA pindah ke Jogja.

  65. Mangaradot
    February 11, 2009 at 7:39 pm

    Phen kau belum cerita tentang mencilok di komisri….

  66. deqz
    March 5, 2009 at 8:19 am

    wah….

    ada yang berani mancilok di komsri juga ya?

    dulu jg ada yg ketahuan mencuri di komisri duri awal tahun ’90-an

    orang tuanya langsung di panggil :D

  67. March 7, 2009 at 10:16 pm

    @ deqz, siapa tuh orang nya?? hehehe.. :-)

  68. moevatar
    March 12, 2009 at 8:42 pm

    om…izin ambil foto2nya ya…

    saya sejak lahir sampe lulus sma di rumbai tercinta,,gak pernah pindah2…

    Thanks a lot
    MVT

  69. March 13, 2009 at 5:13 am

    @moevatar,
    weiz.. asli anak rumbai ya… silahkan aja copy paste.
    utk dipublikasikan lagi jangan lupa nara sumbernya.. :-)

  70. March 18, 2009 at 10:16 am

    masi ingat main binggo yang dia dakan di chevron???
    hua,,aku dapet kipas angin,,hahahahahaha

  71. March 18, 2009 at 10:18 am

    eh bukan chevron,,
    caltex,,
    hehehe,,lupa

  72. deqz
    March 21, 2009 at 8:47 pm

    anak yang mancilok itu posisi orang tuanya grad 8 atau 9 gitu deh, yg jelas nomor pening/badge nya 4 :D

    oh iya, main binggo ya???? saya pernah menang 3x; 1 kali dapat tas koper, 1x dapat lemari baju yg di rakit, dan yg 1 lagi saya dapat hadiah Full House itu juga harus di undi ama bapak2, padahal sy waktu itu baru kelas 2 SMP

    syukurnya dari 4 orang yg di undi sy yg dapat, sementara bapak2 yang lain cuma dapat coklat silver Queen :D

    lumayanlah dapat radio control yg harganya Rp. 105.000 (tahun 1991)

    paling enak main bingo itu kalau lagi menang seraya berkata “BINGO” :)

    bgmn dg pengalaman teman2 yg lain?

  73. Yaswier
    March 25, 2009 at 8:56 am

    onde yo hebat kau Stephen, photo-photo dan carito kau ranca bana,…ha ha kau pasti ngertilah bahasa minang,..
    Step,…aku juga pernah tinggal di Campt dan sekolah di Rumbai dari SD, SMP sampai SMA, waktu itu namanya belum Cendana,..dan sekarangpun masih tinggal diRumbai (tapi bukan dalam camp) karena aku juga ngantor di Caltex yg sekarang jadi Chevron …(ntar lagi pensiun …)
    aku cuman merasa berada dimasa lalu ketika membaca celoteh kawan-kawan kalian tentang gajus, mancilok dan banyak lagi tentang masa lalu….
    Rumbai oh Rumbai, temapt yg penuh dengan kenagan apa aku bisa meninggalkan Rumbai setelah pensiun nanti….

  74. Rusdi
    April 25, 2009 at 8:42 pm

    Slm kenal semua, boleh nimbrung ya..Seluruh waktuku di Caltex kuhabiskan di Duri. Central Shop, FMR, Well Service, land matter dan terachir di Project Execution Team. Kadang mandah ke Bangko dan Libo.Sekali2 ke Rumbai, minas dan Dumai.So pasti lebih banyak sukanya terutama pas gajian he he he. Kalau dukanya ya.. pas mandah. tapi aku punya jurus ampuh, ‘pulang sakarek’. kalau yang ini uenak tenaaan. Kalau di Rumbai paling enak makanannya, terutama di Mess, udah gratis maknyuss lagi. Kapaan ya aku terbawa angin ke sana lagii???

  75. April 29, 2009 at 9:25 am

    @Rusdy,
    salam kenal juga ya.. silahkan saja curhat masa lalu/masa kecil yg pernah di CPI.. :-)

  76. Anton Akil Anas
    May 7, 2009 at 12:10 pm

    Salam kenal Bang Stephen,
    Wah..senang kali bisa liat Rumbai lagi + cerita2 kawan2 tentang serba-serbi Calex dulu. Aku juga penah di Duri, Dumai dan terakhir di Rumbai ikut Bokap ku Pak AKIL ANAS.
    Makasih atas photo2nya yg cukup mengobat rasa kangen ku dengan Rumbai.
    Sukses Selalu tuk kita semua….

  77. May 7, 2009 at 12:21 pm

    @Anton, salam kenal juga ya.. gabung saja dengan group anak-anak caltex di facebook.. disana rame juga.. :-)

  78. Aldo Fadhlie
    August 27, 2009 at 5:54 pm

    Jadi ingat Rumbai…kangen juga yaa..oya bang, aku juga pernah tinggal di Duri,Rumbai,terakhir di Pekanbaru. Aku angkatan 90 SMA Cendana Rumbai, dari SD-SMP-SMA di Cendana Rumbai. Jadi memori mengenai Rumbai sangat berbekas sekali. Aku bulan April 2009 ke Rumbai, lay out nya masih tetap tapi Rumbai sangat sepi, dulu kompleks yang paling ramai adalah kompleks Cemara-Damar tapi skrg sangat sepi,rumah2 banyak yang kosong,kompleks Enau juga sepi,apalagi kompleks diatas,sepi…sepi… banyak rumah2 yang rusak tidak diperbaiki, ooo Rumbai..Rumbai..nasibmu kini….tapi bagaimanapun juga..Rumbai sangat banyak memorinya…musim layangan..banyak layangan terutama anak2 kompleks Cemara,tapi anak2 Bedeng Atas paling banyak main layang2…Rumbai I Miss You…

  79. anna
    October 2, 2009 at 10:09 am

    om, saya pernah punya temen,dia pernah tulis alamatnya di Kompleks CPI Rumbai,mungkin ini juga, sekarang kehilangan kontak.nama anaknya Romauli Nababan, ayahnya bernama H. Nababan.Dulu kuliah di Akper Notokusumo Yogyakarta mungkin sekarang bekerja di salah satu rumah sakit disana.sekitar 9 th kami lost contact. Mungkin ada yang bisa bantu?Thx. GBU.

  80. October 2, 2009 at 10:16 am

    Hi Anna, Yang dicari dari angkatan berapa? Di rumbai-nya tahun berapa? Mungkin dengan data2 tersebut bisa dilacak. Btw, sekarang kan sudah ada http://www.facebook.com, nah disitu Anna akan lebih gampang cari teman lamanya. Masuk aja ke dalam group “Alumni Cendana Rumbai” dan ada banyak lagi group2 Cendana, CPI, Pensiunan CPI, dan bahkan group per angkatan juga ada.

    Nyari teman lama, silahkan meluncur ke FB. :-)

  81. Fast
    October 3, 2009 at 11:00 pm

    Jadi sedih dan kangen meliat photo2nya. Aku menghabiskan masa kecilku diduri dari tahun 1985 – 1992.Mulai dari complex Kerinci,terakhir krakatau.Waktu diDuri gaek cewek sering ngajar nurse2 bahasa inggris dicomplex talang paling belakang dekat hutan.Suatu saat aku ama gaek datang duluan kerumah itu sebelum nurse balik dari hospital.Tapi suasana dirumah itu terdengar gaduh,seperti orang memasak dsb, pas kami gedor suara itu diam. Kelak kemudian kami sadar kalau ternyata ada “the others”.. hehheh
    Tahun 1992 – 1995 tinggal dirumbai dicomplex Hibrida 134.juga dibelakangnya ada hutan, tenang rasanya mendengar suara2 hutan Abis itu tinggal diHOP. Sudah 17 tahun tidak kesana.Gaek telah mengabdi dengan caltex sudah 34 tahun, pensiun tahun 2006, dan pengabdiannya masih terus diperlukan oleh company sampai sekarang jadi total 37 tahun
    Mungkin buat om2 tante pernah kenal dengan om dan tante Amronsyah di km 4? yang rumahnya dekat dengan club,beliau merupakan om dan tante saya. Sampai sekarang influenced dari tempat tinggal masa kecil masih terus terngiang sampai sekarang.kalau ingat masa dicaltex dulu,merupakan the best place on earth.Sampai sekarang kalau aku design buat rumah tinggal tidak akan jauh dari suasana itu. Aku dengar sekarang complex rumbai rumah2nya sudah banyak ditinggal dan tidak terawat.Buat bang Stephen salam kenal.Mudah2an postingan photo2nya bisa bertambah untuk mengobati rindu kami ini.

  82. October 4, 2009 at 10:17 am

    @ Fast, salam kenal juga.. wah.. gaek kau lama juga ya karajo di kaltek? Artikel ini sengaja aku buat untuk mengobati kerinduan buat mereka yg udah lama gak main ke rumbai. Aku terakhir datang tahun 2007 melepas kerinduan setelah 27 tahun tak melihat komplek rumbai. Aku gak sempat ke minas, ingat dulu gaek sempat 3 tahun disana. Yang aku ingat, dulu kami ke sekolah naik bus kuning dari minas jam 5.30 subuh, sampai rumbai jam 6.30 pagi. Wah.. banyak lah cerita di kaltek.. apalagi cerita ttg kenakalan anak2 yg semuanya ada disana.. hehehe.. :-)

  83. anna
    October 6, 2009 at 11:41 am

    thx solusinya om.tp da tak uber di FB ga ketemu juga,kayanya dia agak ketinggalan deh alias gaptek gitu hehehe….:) jd ga bikin FB.btw thx, pic nya top banget,jd pengen kesana.

  1. June 1, 2009 at 6:10 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: